Mau Jadi Juara Liga, Liverpool Harus Lakukan Hal Ini
Senin, 02 September 2019 - 13:11 WIB
Mau Jadi Juara Liga, Liverpool Harus Lakukan Hal Ini
A
A
A
LIVERPOOL - Konsistensi menjadi elemen penting yang ingin dijaga Liverpool demi mewujudkan impian meraih gelar Liga Primer musim ini. The Reds memperlihatkan kelayakannya menjadi raja baru Inggris dengan terus menuai hasil gemilang seusai menekuk Burnley 3-0, Sabtu (1/9/2019).
Meski berkunjung ke Turf Moor, dominasi Liverpool begitu terasa sejak awal. Itu membuat tuan rumah tertekan dan kecolongan melalui gol bunuh diri Chris Wood (33). Si Merah memastikan tiga poin berkat gol dari Sadio Mane (37) dan Roberto Firmino (80).
Ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Liverpool meraup 13 kemenangan beruntun di Liga Primer. Mereka menjadi tim papan atas Inggris kedua yang memenangi 13 partai berturut-turut dengan mencetak lebih dari satu gol setelah Tottenham Hotspur pada 1960.
Tidak hanya itu, Liverpool juga telah memaksimalkan tiga pertandingan tandang berturut-turut kontra Burnley di semua kompetisi. Ini pertama kalinya lagi terjadi sejak Agustus 1970 di bawah asuhan Bill Shankly.
Lebih lanjut Jordan Henderson dkk telah menjalani 21 laga Liga Primer tanpa kalah, yakni 17 menang dan 4 imbang. Bila dirunut lagi, mereka hanya kalah sekali dalam 43 pertandingan terakhir di kompetisi domestik dengan selebihnya 35 menang dan 7 imbang.
Tiga poin atas Burnley mengukuhkan Mohamed Salah dkk di puncak klasemen sementara Liga Primer dengan 12 poin, unggul dua poin dari Manchester City (Man City). Ya, beberapa jam sebelumnya, The Citizens sukses melibas Brighton & Hove Albion 4-0 di Etihad Stadium.
Sukses Liverpool membawa pulang kemenangan membuat pelatih Juergen Klopp senang. Dia menganggap meraih 13 kemenangan beruntun di kompetisi seketat Liga Primer sangatlah sulit. Nakhoda asal Jerman itu mengungkapkan Liverpool menang dengan performa dan sikap yang tepat.
“Saya tidak merasa bangga saat ini. Tapi, saya senang kami menorehkan rekor 13 kemenangan beruntun. Namun, kami tidak mencari rekor itu. Tim ini ingin menulis cerita sendiri dan membuat sejarah sendiri. Itu adalah sesuatu yang kami lakukan. Kamu harus menunjukkan rasa hormat kepada semua lawan dan para pemain melakukannya dengan sikap terbaik,” kata Klopp.
Hanya saja, kemenangan Liverpool sedikit diwarnai insiden ketika Mane ditarik pada menit ke-85. Dia terlihat masih kecewa karena Salah tidak memberikan umpan kepadanya. Penyerang asal Senegal itu bahkan sampai harus ditenangkan rekan-rekannya.
Menanggapi kejadian itu, Klopp santai saja. Menurutnya apa yang dilakukan Mane adalah sesuatu normal karena pemain ingin memberikan yang terbaik. Dia juga menegaskan persoalan itu telah diselesaikan dengan baik.
Namun jelas, dengan kemenangan atas Burnley, kans Liverpool merajai Liga Primer untuk pertama kalinya lagi sejak 1989/1990 cukup terbuka. Terlebih sejumlah pesaing terus terpeleset, seperti Manchester United (MU) dan Chelsea.
MU hanya meraih satu poin lantaran ditahan Southampton 1-1 di St. Mary’s Stadium. Padahal Setan Merah sempat memimpin dulu. Hal serupa dialami The Blues ketika menjamu Sheffield United di Stamford Bridge. Sempat unggul 2-0, hasil akhir malah imbang 2-2.Alhasil, keduanya terlempar dari jajaran empat besar. Kini Liverpool akan memasuki jeda internasional. Klopp berharap para pemainnya terbebas dari cedera saat mem perkuat negaranya. Harapannya agar mereka tetap bugar ketika Liverpool menjamu Newcastle United di Anfield Stadium pada 14 September mendatang.
“Sekarang kita harus berdoa dan berharap semua pemain kembali dalam keadaan sehat. Periode paling intens akan dimulai pada bulan September, kami memiliki empat pertandingan tandang dan satu pertandingan kandang. Semoga semuanya berjalan baik,” ujarnya.
(Alimansyah)
Meski berkunjung ke Turf Moor, dominasi Liverpool begitu terasa sejak awal. Itu membuat tuan rumah tertekan dan kecolongan melalui gol bunuh diri Chris Wood (33). Si Merah memastikan tiga poin berkat gol dari Sadio Mane (37) dan Roberto Firmino (80).
Ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Liverpool meraup 13 kemenangan beruntun di Liga Primer. Mereka menjadi tim papan atas Inggris kedua yang memenangi 13 partai berturut-turut dengan mencetak lebih dari satu gol setelah Tottenham Hotspur pada 1960.
Tidak hanya itu, Liverpool juga telah memaksimalkan tiga pertandingan tandang berturut-turut kontra Burnley di semua kompetisi. Ini pertama kalinya lagi terjadi sejak Agustus 1970 di bawah asuhan Bill Shankly.
Lebih lanjut Jordan Henderson dkk telah menjalani 21 laga Liga Primer tanpa kalah, yakni 17 menang dan 4 imbang. Bila dirunut lagi, mereka hanya kalah sekali dalam 43 pertandingan terakhir di kompetisi domestik dengan selebihnya 35 menang dan 7 imbang.
Tiga poin atas Burnley mengukuhkan Mohamed Salah dkk di puncak klasemen sementara Liga Primer dengan 12 poin, unggul dua poin dari Manchester City (Man City). Ya, beberapa jam sebelumnya, The Citizens sukses melibas Brighton & Hove Albion 4-0 di Etihad Stadium.
Sukses Liverpool membawa pulang kemenangan membuat pelatih Juergen Klopp senang. Dia menganggap meraih 13 kemenangan beruntun di kompetisi seketat Liga Primer sangatlah sulit. Nakhoda asal Jerman itu mengungkapkan Liverpool menang dengan performa dan sikap yang tepat.
“Saya tidak merasa bangga saat ini. Tapi, saya senang kami menorehkan rekor 13 kemenangan beruntun. Namun, kami tidak mencari rekor itu. Tim ini ingin menulis cerita sendiri dan membuat sejarah sendiri. Itu adalah sesuatu yang kami lakukan. Kamu harus menunjukkan rasa hormat kepada semua lawan dan para pemain melakukannya dengan sikap terbaik,” kata Klopp.
Hanya saja, kemenangan Liverpool sedikit diwarnai insiden ketika Mane ditarik pada menit ke-85. Dia terlihat masih kecewa karena Salah tidak memberikan umpan kepadanya. Penyerang asal Senegal itu bahkan sampai harus ditenangkan rekan-rekannya.
Menanggapi kejadian itu, Klopp santai saja. Menurutnya apa yang dilakukan Mane adalah sesuatu normal karena pemain ingin memberikan yang terbaik. Dia juga menegaskan persoalan itu telah diselesaikan dengan baik.
Namun jelas, dengan kemenangan atas Burnley, kans Liverpool merajai Liga Primer untuk pertama kalinya lagi sejak 1989/1990 cukup terbuka. Terlebih sejumlah pesaing terus terpeleset, seperti Manchester United (MU) dan Chelsea.
MU hanya meraih satu poin lantaran ditahan Southampton 1-1 di St. Mary’s Stadium. Padahal Setan Merah sempat memimpin dulu. Hal serupa dialami The Blues ketika menjamu Sheffield United di Stamford Bridge. Sempat unggul 2-0, hasil akhir malah imbang 2-2.Alhasil, keduanya terlempar dari jajaran empat besar. Kini Liverpool akan memasuki jeda internasional. Klopp berharap para pemainnya terbebas dari cedera saat mem perkuat negaranya. Harapannya agar mereka tetap bugar ketika Liverpool menjamu Newcastle United di Anfield Stadium pada 14 September mendatang.
“Sekarang kita harus berdoa dan berharap semua pemain kembali dalam keadaan sehat. Periode paling intens akan dimulai pada bulan September, kami memiliki empat pertandingan tandang dan satu pertandingan kandang. Semoga semuanya berjalan baik,” ujarnya.
(Alimansyah)
(bbk)