PB Djarum Hentikan Audisi Atlet, Pemerintah Diminta Introspeksi Diri

Senin, 09 September 2019 - 23:01 WIB
PB Djarum Hentikan Audisi...
PB Djarum Hentikan Audisi Atlet, Pemerintah Diminta Introspeksi Diri
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta instrospeksi diri menyikapi keputusan Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum yang menghentikan audisi pencarian bakat atlet bulutangkis pada tahun 2020. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dianggap sudah gagal menyelenggarakan program pembibitan atlet berprestasi.

“Pembibitan atlet sejatinya peran utama pemerintah, bukan beban swasta atau masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul FIkri Faqih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Maka itu, kata Fikri, kasus itu seharusnya membuka mata pemerintah, khususnya Kemenpora, bahwa sebenarnya betapa minim peran pemerintah dalam pembibitan atlet. Sebab, program pembibitan atlet bulutangkis oleh PB Djarum terbukti melahirkan atlet-atlet berkelas dunia, seperti Liem Swie King, Alan Budikusuma, Antonius Budi Ariantho, Ardy B. Wiranata, Ivana Lie, Haryanto Arbi, hingga Kevin Sanjaya Sukomulyo.

“Negara kurang hadir, akhirnya yang mampu menggarap bibit-bibit tersebut swasta,” kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menyinggung keputusan PB Djarum menghentikan ajang audisi pencarian bakat yang telah berlangsung sejak lama, dia menilai hal itu harus dihormati dan merupakan hak PB Djarum.

(Baca juga: DPR Dorong Solusi Jalan Tengah atas Polemik PB Djarum-KPAI)

https://sports.sindonews.com/read/1437833/51/dpr-dorong-solusi-jalan-tengah-atas-polemik-pb-djarum-kpai-1568014385

“Sekarang pemerintah mestinya berintrospeksi, sudah gagal menyelenggarakan program pembibitan atlet berprestasi, tapi juga tidak menyokong kontribusi atas inisiatif swasta,” katanya.

Dia pun mendesak pemerintah untuk mengevaluasi diri terkait pembibitan para atlet yang akan menjadi pengharum nama bangsa di kancah dunia. Bibit atlet sebaiknya dimulai sejak dini agar ada sistem tangga kaderisasasi yang jelas.

Hal itu dianggap perlu perhatian lintas instansi dan kementerian. Misalnya bagaimana para calon atlet sudah dapat dibidik melalui beasiswa pelajar yang berprestasi olahraga.

“Pada dasarnya setiap anak punya potensi masing-masing. Khususnya bagi yang punya bakat di olahraga, mesti disediakan beasiswa khusus,” papar Fikri.

Sehingga, diharapkan anak-anak berbakat tersebut memiliki peluang dan kesempatan yang lebih besar dalam mengembangkan potensi terpendamnya.
Karena itu diperlukan sistem penjaringan bibit atlet tersebut terintegrasi dengan data dapodik siswa misalnya.

“Jadi dalam data dapodik, terdapat info siswa yang memiliki bakat olahraga, dan berhak sebagai penerima beasiswa khusus,” katanya.

Dia pun mengingatkan mengenai cita-cita Indonesia menjadi tuan rumah olimpiade pada 2032 mendatang. “Kita bukan bicara persiapan eventnya saja, tapi yang paling penting bagaimana menyiapkan bibit-bibit atlet peraih medali emas yang dimulai dari sekarang ini,” tuturnya.

Sekadar diketahui, sepekan terakhir beasiswa bulutangkis yang diselenggarakan Djarum menjadi polemik. Komisi Perlindungan Anak Indonesia menduga ada unsur eksploitasi anak-anak di balik beasiswa tersebut.

Buntutnya, PB Djarum mengumumkan penghentian audisi pencarian bakat calon atlet bulutangkis pada 2020 mendatang. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan Djarum Foundation selaku induk organisasi.
(sha)
Berita Terkait
Tips dan Trik agar Tampil...
Tips dan Trik agar Tampil Bagus saat Audisi Umum PB Djarum
Kisah Bocah Papua Menapak...
Kisah Bocah Papua Menapak Mimpi di Audisi Umum PB Djarum 2025
Kandidat Peraih Super...
Kandidat Peraih Super Tiket Bermunculan di Audisi Umum PB Djarum 2023
Audisi Umum PB Djarum...
Audisi Umum PB Djarum 2024: 46 Peserta Raih Super Tiket dan Tahap Karantina
Tim Pencari Bakat Pantau...
Tim Pencari Bakat Pantau Screening Tahap Kedua Audisi Umum PB Djarum 2023
Peserta Audisi PB Djarum...
Peserta Audisi PB Djarum 2024 Pecahkan Rekor, Mata Rantai Regenerasi Bulu Tangkis Masih Terjaga
Berita Terkini
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Dr. Suzanne Huurman,...
Dr. Suzanne Huurman, Satu-Satunya Kepala Medis Perempuan di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
4 jam yang lalu
Drama Injury Time, Jerman...
Drama Injury Time, Jerman Tekuk Pantai Gading 2-1 dan Lolos ke 32 Besar
5 jam yang lalu
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
6 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved