Gagal ke Liga Champions, Pendapatan United Diprediksi Anjlok
Selasa, 24 September 2019 - 23:59 WIB
Gagal ke Liga Champions, Pendapatan United Diprediksi Anjlok
A
A
A
MANCHESTER - Manchester United memprediksi akan mengalami penurunan pendapatan dan laba pokok pada musim 2019/2020 untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Anjloknya pemasukan disebabkan kegagalan The Red Devils lolos ke Liga Champions musim ini.
Menurut Reuters, klub yang sahamnya telah turun lebih dari 7% tahun ini, memperkirakan pendapatan 560-580 juta pound (Rp9,8-10 triliun), turun dari 627,1 juta pounds (Rp11 triliun) seperti dalam laporan 2018/2019.
Perusahaan mengharapkan laba pokok yang disesuaikan senilai 155-165 juta pound (Rp2,7-2,9 triliun), turun dari 185,8 juta pounds (Rp3,2 triliun) tahun lalu. United tidak akan dapat sepenuhnya sistem distribusi pendapatan siaran UEFA karena absen di Liga Champions.
Juara Inggris 20 kali itu mengalami 'musim yang bergejolak' pada 2018/2019 yang menyebabkan hengkangnya Pelatih Jose Mourinho, dan hanya finis di peringkat 6 Liga Primera setelah di sisa musim ditangani mantan striker klub, Ole Gunnar Solskjaer.
Klub yang bermain di Liga Europa 2019.2020 kurang menguntungkan musim ini. Apalagi mereka membuat awal yang terseok untuk kampanye Liga Primer musim ini, dan duduk di urutan kedelapan klasemen Liga Primer 2019/2020.
Wakil Ketua Eksekutif Ed Woodward mendapat kecaman karena United gagal mendapatkan manajer papan atas, sementara pemain mahal berkinerja buruk sejak kepergian Alex Ferguson pada akhir musim 2012/2013, ketika mereka terakhir kali memenangkan gelar liga Inggris.
"Kami tetap fokus pada rencana membangun kembali tim dan terus memperkuat sistem pembinaan pemain pemuda kami, sejalan dengan filosofi klub dan pelatih," kata Woodward dilansir Reuters.
Meskipun ada beberapa pemain besar yang menandatangani kontrak untuk memperkuat pertahanan United -merekrut Harry Maguire dan menjadikannya sebagai bek paling mahal dalam sejarah- klub dipaksa untuk lebih mengandalkan pembinaan sistem pemain mudanya.
Menurut Reuters, klub yang sahamnya telah turun lebih dari 7% tahun ini, memperkirakan pendapatan 560-580 juta pound (Rp9,8-10 triliun), turun dari 627,1 juta pounds (Rp11 triliun) seperti dalam laporan 2018/2019.
Perusahaan mengharapkan laba pokok yang disesuaikan senilai 155-165 juta pound (Rp2,7-2,9 triliun), turun dari 185,8 juta pounds (Rp3,2 triliun) tahun lalu. United tidak akan dapat sepenuhnya sistem distribusi pendapatan siaran UEFA karena absen di Liga Champions.
Juara Inggris 20 kali itu mengalami 'musim yang bergejolak' pada 2018/2019 yang menyebabkan hengkangnya Pelatih Jose Mourinho, dan hanya finis di peringkat 6 Liga Primera setelah di sisa musim ditangani mantan striker klub, Ole Gunnar Solskjaer.
Klub yang bermain di Liga Europa 2019.2020 kurang menguntungkan musim ini. Apalagi mereka membuat awal yang terseok untuk kampanye Liga Primer musim ini, dan duduk di urutan kedelapan klasemen Liga Primer 2019/2020.
Wakil Ketua Eksekutif Ed Woodward mendapat kecaman karena United gagal mendapatkan manajer papan atas, sementara pemain mahal berkinerja buruk sejak kepergian Alex Ferguson pada akhir musim 2012/2013, ketika mereka terakhir kali memenangkan gelar liga Inggris.
"Kami tetap fokus pada rencana membangun kembali tim dan terus memperkuat sistem pembinaan pemain pemuda kami, sejalan dengan filosofi klub dan pelatih," kata Woodward dilansir Reuters.
Meskipun ada beberapa pemain besar yang menandatangani kontrak untuk memperkuat pertahanan United -merekrut Harry Maguire dan menjadikannya sebagai bek paling mahal dalam sejarah- klub dipaksa untuk lebih mengandalkan pembinaan sistem pemain mudanya.
(sha)