Ketua CONI hingga FIFA Soroti Rasisme di Serie A

Kamis, 26 September 2019 - 13:00 WIB
Ketua CONI hingga FIFA...
Ketua CONI hingga FIFA Soroti Rasisme di Serie A
A A A
MILAN - Ketua Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Giovanni Malago geram dengan tindakan rasisme yang dilakukan oknum suporter sepak bola di Serie A. Dikatakannya, rasisme tidak lebih buruk dari aksi diving pemain di kotak penalti.

Kritikan pedas terhadap masalah rasisme di Serie A tampaknya tak pernah usai. Beberapa kasus pernah terjadi di lapangan pertandingan musim ini, seperti yang menimpa Romelu Lukaku.

Penyerang Inter Milan itu mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari penggemar Cagliari saat mencetak gol kemenangan I Nerazzurri dari titik putih (penalti). Sejak saat itu serangkaian pelecehan terhadap pemain terus terjadi.

Franck Kessie dilecehkan penggemar Hellas Verona saat mengantarkan Milan menang 0-1. Melihat situasi ini, Malago mengakui bahwa rasisme tidak lebih buruk dari aksi diving pemain di kotak penalti.

"Fans yang mengejek pemain berkulit hitam itu salah. Namun, lebih salah lagi jika ada seseorang yang mendapatkan bayaran senilai 3 juta euro melakukan diving di kotak terlarang lalu merasa senang mengeksekusi penalti," tutur Malago kepada Radio24 dikutip dari LiveScore, Kamis (26/9/2019).

Malago kemudian bersikeras bahwa rasisme yang terjadi di Serie A pantas dihukum atas tindakan mereka. "Tentu saja ada hukuman yang diperlukan untuk rasis mengingat semua yang telah dikatakan dalam beberapa tahun terakhir tidak membantu apa pun. Penting untuk menyerang masalah ini dengan cara yang konkret," ungkapnya.

Kasus rasisme yang terjadi di Liga Italia mengundang perhatian FIFA. Federasi Sepak Bola Dunia itu meminta FIGC untuk memberikan hukuman berat terhadap para pelaku. Itu sebagaimana disampaikan Presiden FIFA, Gianni Infantino.

"Rasisme dilawan dengan edukasi, kecaman, dan diskusi. Anda tak bisa memiliki sikap rasisme dalam masyarakat atau sepak bola. Di Italia, situasinya tidak berkembang dan ini adalah masalah yang serius. Anda harus mengetahui yang bertanggung jawab dan melempar mereka keluar dari stadion. Anda membutuhkan, seperti di Inggris, kepastian soal hukuman. Anda tak boleh takut mengutuk rasisme, kami harus memeranginya sampai berhenti," tegas Infantino.
(sha)
Berita Terkait
Derby della Madoninna...
Derby della Madoninna Tanpa Pemenang, AC Milan Puas Imbangi Inter
Genoa Resmi Rekrut Legenda...
Genoa Resmi Rekrut Legenda AC Milan jadi Pelatih
Venezia Datangkan Eks...
Venezia Datangkan Eks Kiper Manchester United
Imbangi Cagliari, Napoli...
Imbangi Cagliari, Napoli Gagal Salip Inter di Papan Klasemen
Logo Kepala Serigala...
Logo Kepala Serigala Hinggap di Jersey Ketiga AS Roma Musim 2021-2022
Gasak Cagliari, Juventus...
Gasak Cagliari, Juventus Dekati 5 Besar Klasemen Liga Italia
Berita Terkini
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
22 menit yang lalu
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
2 jam yang lalu
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
3 jam yang lalu
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
4 jam yang lalu
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
5 jam yang lalu
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved