Solskjaer: Saya Orang yang Tepat Tangani Manchester United
Senin, 30 September 2019 - 23:01 WIB
Solskjaer: Saya Orang yang Tepat Tangani Manchester United
A
A
A
MANCHESTER - Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer yakin dialah orang yang tepat untuk membawa The Red Devils maju. Solskjaer percaya diri meski United mengalami awal yang kurang bagus di Liga Primer 2019/2020.
United berada di peringkat 11 dengan delapan poin setelah enam pertandingan. Pelatih asal Norwegia itu mengatakan dia bisa bersaing dengan juara bertahan Manchester City dan pemimpin klasemen saat ini, Liverpool.
"Saya tidak meragukan diri saya sendiri. Jika saya meragukan diri saya, maka seluruh dunia juga akan meragukan saya," kata Solskjaer kepada wartawan menjelang pertandingan melawan Arsenal di Old Trafford, Senin (30/9/2019) atau Selasa (1/10/2019) dini hari WIB.
"Kami banyak berdiskusi sebagai klub dan percaya pada apa yang kami lakukan. Dua tim teratas musim lalu (City dan Liverpool) terlalu jauh di depan dari kami semua."
"Tapi saya pikir kami harus berada di dalam dan di sekitar tempat-tempat di belakang sana. Chelsea akan melalui periode yang sama, membangun kembali tim. Ada Arsenal, Tottenham Hotspur, kami, Leicester City. Ada banyak tim yang menginginkan posisi itu dan di sanalah kami akan berada."
United telah berjuang untuk mereplikasi bentuk penampilan yang membantu Solskjaer menjadi manajer tetap mereka pada bulan Maret. Namun, sejauh ini, United hanya mendapatkan lima kemenangan dalam 18 pertandingan sejak itu.
Banyak kritik yang ditujukan pada Solskjaer baru-baru ini adalah kegagalannya menggantikan Romelu Lukaku setelah dia pergi ke klub Serie A Italia Inter Milan bulan lalu. Striker asal Belgia itu bergabung dengan Alexis Sanchez dengan status pinjaman tak lama setelah itu.
Kondisi United diperparah dengan cederanya Anthony Martial dan Marcus Rashford. Hanya tersisa striker berusia 17 tahun Mason Greenwood untuk pertandingan di Old Trafford.
Solskjaer berharap bala bantuan bisa tiba pada Januari 2020 ketika jendela transfer dibuka kembali.
"Tentu saja, ketika kami membiarkan Alexis dan Lukaku pergi, Anda tidak harus menjadi ilmuwan roket untuk mengetahui bahwa itu adalah penyerang yang akan kami coba rekrut di lain waktu," imbuh pelatih berusia 46 tahun itu.
"Sudah waktunya bagi Lukaku untuk pergi. Dia tahu itu, dia tidak ingin berada di sini dan apa gunanya memiliki pemain yang tidak ingin berada di sini?"
"Kami mencari kreativitas dan gol, tetapi mereka (pemain potensial untuk direkrut) harus menjadi orang yang tepat."
United berada di peringkat 11 dengan delapan poin setelah enam pertandingan. Pelatih asal Norwegia itu mengatakan dia bisa bersaing dengan juara bertahan Manchester City dan pemimpin klasemen saat ini, Liverpool.
"Saya tidak meragukan diri saya sendiri. Jika saya meragukan diri saya, maka seluruh dunia juga akan meragukan saya," kata Solskjaer kepada wartawan menjelang pertandingan melawan Arsenal di Old Trafford, Senin (30/9/2019) atau Selasa (1/10/2019) dini hari WIB.
"Kami banyak berdiskusi sebagai klub dan percaya pada apa yang kami lakukan. Dua tim teratas musim lalu (City dan Liverpool) terlalu jauh di depan dari kami semua."
"Tapi saya pikir kami harus berada di dalam dan di sekitar tempat-tempat di belakang sana. Chelsea akan melalui periode yang sama, membangun kembali tim. Ada Arsenal, Tottenham Hotspur, kami, Leicester City. Ada banyak tim yang menginginkan posisi itu dan di sanalah kami akan berada."
United telah berjuang untuk mereplikasi bentuk penampilan yang membantu Solskjaer menjadi manajer tetap mereka pada bulan Maret. Namun, sejauh ini, United hanya mendapatkan lima kemenangan dalam 18 pertandingan sejak itu.
Banyak kritik yang ditujukan pada Solskjaer baru-baru ini adalah kegagalannya menggantikan Romelu Lukaku setelah dia pergi ke klub Serie A Italia Inter Milan bulan lalu. Striker asal Belgia itu bergabung dengan Alexis Sanchez dengan status pinjaman tak lama setelah itu.
Kondisi United diperparah dengan cederanya Anthony Martial dan Marcus Rashford. Hanya tersisa striker berusia 17 tahun Mason Greenwood untuk pertandingan di Old Trafford.
Solskjaer berharap bala bantuan bisa tiba pada Januari 2020 ketika jendela transfer dibuka kembali.
"Tentu saja, ketika kami membiarkan Alexis dan Lukaku pergi, Anda tidak harus menjadi ilmuwan roket untuk mengetahui bahwa itu adalah penyerang yang akan kami coba rekrut di lain waktu," imbuh pelatih berusia 46 tahun itu.
"Sudah waktunya bagi Lukaku untuk pergi. Dia tahu itu, dia tidak ingin berada di sini dan apa gunanya memiliki pemain yang tidak ingin berada di sini?"
"Kami mencari kreativitas dan gol, tetapi mereka (pemain potensial untuk direkrut) harus menjadi orang yang tepat."
(sha)