Marcus/Kevin Harus Waspadai Kejutan Pembunuh Raksasa di Final
Minggu, 27 Oktober 2019 - 11:02 WIB
Marcus/Kevin Harus Waspadai Kejutan Pembunuh Raksasa di Final
A
A
A
PARIS - Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus mewaspadai kejutan ganda putra India di final Turnamen French Open 2019. Warning ini dinyalakan setelah mengikuti sepak terjang Sawiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang menjadi pembunuh raksasa di French Open 2019.
Bagaimana tidak. Duet peringkat 11 dunia itu dalam perjalanannya ke final mampu menaklukkan ganda papan atas dunia. Juara dunia asal Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi korban pertama ganda muda India itu di babak kedua. Ahsan/Hendra dipaksa takluk tiga game 18-21, 21-18,13-21.
Setelah mengalahkan juara dunia, giliran juara Asia asal Jepang, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo menjadi korban sabetan raket Satwiksairaj/Chirag di semifinal. Yuta/Hiroyuki dipaksa takluk hanya dua game 11-21, 23-25.
Fakta itu harus menjadi perhatian Marcus/Kevin jika ingin terhindari dari terjangan sipembunuh raksasa di final malam ini. Secara head to head, Minions memang unggul 6-0. Namun, rekor pertemuan itu bukan jaminan kali ini Minions menang mudah.
Minions harus berkaca dari perlawanan sengit dari ganda muda Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng di semifinal. Kendati menang, Marcus/Kevin dipaksa bermain sengit sebelum menang 21-18, 23-21 dalam 43 menit.
Namun, Marcus/Kevin berharap bisa meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu yang menjadi runner-up. Pada French Open 2018, Marcus/Kevin menjadi runner-up setelah kalah dari Han Chengkai/Zhou Haodong di final. Tahun ini, Marcus/Kevin membalas kekalahan dari Han/Zhou di perempat final.
“Kami selalu mencoba yang terbaik di setiap pertandingan. Tapi, kami masih ada satu lawan lagi yang harus dihadapi. Kami ingin meningkatkan hasil dari tahun lalu, sebagai runner-up. Kami harap kami bisa menang,” ujar Kevin.
Bagaimana tidak. Duet peringkat 11 dunia itu dalam perjalanannya ke final mampu menaklukkan ganda papan atas dunia. Juara dunia asal Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi korban pertama ganda muda India itu di babak kedua. Ahsan/Hendra dipaksa takluk tiga game 18-21, 21-18,13-21.
Setelah mengalahkan juara dunia, giliran juara Asia asal Jepang, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo menjadi korban sabetan raket Satwiksairaj/Chirag di semifinal. Yuta/Hiroyuki dipaksa takluk hanya dua game 11-21, 23-25.
Fakta itu harus menjadi perhatian Marcus/Kevin jika ingin terhindari dari terjangan sipembunuh raksasa di final malam ini. Secara head to head, Minions memang unggul 6-0. Namun, rekor pertemuan itu bukan jaminan kali ini Minions menang mudah.
Minions harus berkaca dari perlawanan sengit dari ganda muda Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng di semifinal. Kendati menang, Marcus/Kevin dipaksa bermain sengit sebelum menang 21-18, 23-21 dalam 43 menit.
Namun, Marcus/Kevin berharap bisa meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun lalu yang menjadi runner-up. Pada French Open 2018, Marcus/Kevin menjadi runner-up setelah kalah dari Han Chengkai/Zhou Haodong di final. Tahun ini, Marcus/Kevin membalas kekalahan dari Han/Zhou di perempat final.
“Kami selalu mencoba yang terbaik di setiap pertandingan. Tapi, kami masih ada satu lawan lagi yang harus dihadapi. Kami ingin meningkatkan hasil dari tahun lalu, sebagai runner-up. Kami harap kami bisa menang,” ujar Kevin.
(aww)