Ketika Klopp Hura-Hura dengan Pemain Muda

Senin, 06 Januari 2020 - 18:02 WIB
Ketika Klopp Hura-Hura...
Ketika Klopp Hura-Hura dengan Pemain Muda
A A A
LIVERPOOL - Pertanyaan besar menyelimuti pikiran penggemar Liverpool ketika pelatih Juergen Klopp merilis skuat pemain yang bakal diturunkan melawan Everton pada babak ketiga Piala FA 2019/2020 di Stadion Anfield, Minggu (5/1) malam WIB. Maklum saja, pada laga bertajuk Derby Merseyside gengsi penggemar dua kesebelasan sangat tinggi sehingga tak aneh jika mereka sangat cemas.

Malam itu (waktu setempat), mungkin pertanyaan besar muncul dibenak penggemar Si Merah. Mampukah pemain muda memberikan kontribusi besar di laga krusial ini?

Tapi pemain akademi Liverpool ini mampu mengikis keraguan tersebut. Harvey Elliott, Neco Williams, Curtis Jones bersama Pedro Chirivella, Nathaniel Phillips plus pemain pengganti Yasser Larouci dan Rhian Brewster membantu menginspirasi kemenangan dramatis 1-0 Liverpool atas Everton.

Gol semata wayang Liverpool dicetak Jones pada menit 71 lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Dia tercatat sebagai pencetak gol termuda Liverpool (18 tahun dan 340 hari) pada Derby Merseyside sejak Robbie Fowler (18 tahun 338 hari) di Liga Inggris pada Maret 1994.

Liverpool tetap tak terkalahkan dalam 23 pertandingan kandang terakhir melawan Everton di semua kompetisi. Si Merah setidaknya telah mengalahkan The Toffees dua kali di Anfield pada musim yang sama untuk pertama kalinya sejak kampanye 1986-87.

"Saya melihat kinerja yang sensasional baik dari tim yang tidak terlalu berpengalaman dengan banyak pemain untuk pertama kalinya bermain di panggung seperti ini, di depan pendukung, dan tipe lawan yang sulit. Itu luar biasa. Saya menyukai setiap detik pertandingan," jelas Klopp.

Kali ini Klopp mungkin bisa dimaafkan lantaran pemain mudanya tampil cemerlang selama Derby Merseyside. Tapi jika pelatih berkacamata itu kembali melakukan risiko besar dengan 'berhura-hura' menurunkan pemain brondong dan hasilnya kurang memuaskan, maka itu bisa mengganggu konsentrasinya.