Tak Cuma Legenda United, Fans Juga Ribut Minta Woodward Dipecat

Selasa, 21 Januari 2020 - 22:05 WIB
Tak Cuma Legenda United,...
Tak Cuma Legenda United, Fans Juga Ribut Minta Woodward Dipecat
A A A
MANCHESTER - Mantan bek Inggris Gary Neville mengatakan Manchester United harus memecat kepala eksekutif Ed Woodward karena ‘gagal' mengurusi klub. United mengalami periode penurunan prestasi pada era Woodward meskipun klub Liga Primer tersebut menjadi salah satu tim yang memiliki bayaran upah terbesar di dunia.

United belum memenangkan gelar Liga Primer sejak 2013, ketika mantan pelatih legendaris Sir Alex Ferguson pensiun. Meski menghabiskan hampir satu miliar pound (Rp17,7 triliun) untuk membeli pemain, dan direktur sepak bola tanpa mengidentifikasi calon potensial yang direkrut.

"Saya tidak bisa mengubah kepemilikan United, tidak ada yang bisa," kata Neville. "Saya berusaha memahami mengapa pemilik tetap bertahan mempercayai tim manajemen untuk mengawasi pembangunan tim untuk memenangi gelar Liga Primer sejak Sir Alex pergi."

“Saya melihat statistik dua minggu lalu bahwa United tertinggi kedua di dunia dalam hal gaji pemain dan itulah skuat yang mereka dapatkan. Tidak termaafkan, sungguh."

"Saya tidak percaya pada investasi yang dimasukkan ke dalam skuat pada lima, enam, tujuh tahun terakhir, dan Anda berakhir dengan itu di lapangan."

United finis di empat besar untuk tiket lolos otomatis Liga Champions hanya dua kali sejak 2013. Kekalahan 0-2 dari pemimpin klasemen liga musim ini dan saingan berat Liverpool, Minggu (19/1/2020), membuat Pasukan Ole Gunnar Solskjaer tertinggal lima poin dari tempat keempat yang diduduki Chalsea.

"Jika Anda tidak kehilangan pekerjaan karena mengawasi investasi itu, tagihan upah yang tinggi, dan menempatkan tim itu di lapangan, maka saya harus mengatakan ada sesuatu yang benar-benar salah di United," tambah Neville.

"Ada bakat nyata dalam tim eksekutif itu. Tapi, dalam hal apa yang perlu dilakukan klub selama beberapa tahun, adalah menempatkan yang terbaik di operator klub itu, dan mereka tidak melakukannya, dan ini jadi berantakan."

Woodward merupakan direktur dengan bayaran tertinggi di Liga Primer Inggris dengan pendapatan tahunan musim lalu senilai 3,16 juta pounds (Rp56 miliar).

Tak hanya Neville yang menginginkan Woodward dipecat. Fans The Red Devils pun berteriak lewat media sosial agar san kepala eksekutif tersebut diberhentikan. Di Twitter, tagar #SackWoodward menjadi trending topic dunia pada Selasa (21/1/2020).

"Ed Woodward tidak berguna. Singkirkan #SackWoodward," kicau Maren pemilik akun Twitter @footballqueeen.

"Saya melihat #SackWoodward menjadi nomor 2 trending topic. Lanjutkan! Mari kita jadikan trending nomor 1. Kita semua ingin pria itu keluar dari klub kita," imbuh JustRedDevils (@JustRedDevils).




(sha)
Berita Terkait
Seragam Tandang Terbaru...
Seragam Tandang Terbaru Spurs Mirip Luar Angkasa
Pulang ke Everton, Richarlison...
Pulang ke Everton, Richarlison Dapat Sambutan Spesial
Lukaku Resmi Kembali...
Lukaku Resmi Kembali Berkostum Chelsea!
3 Klub EPL Ini Siap...
3 Klub EPL Ini Siap Jadi Korban Cristiano Ronaldo
Kemenangan Liverpool...
Kemenangan Liverpool Makan Korban, Harvey Elliot Cedera Parah
Jumawa Moyes, Titel...
Jumawa Moyes, Titel Penakluk Tim Besar Tak Lengkap Jika Belum Kalahkan Tim Ini
Berita Terkini
Jeda Hidrasi Piala Dunia...
Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
1 jam yang lalu
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
3 jam yang lalu
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
4 jam yang lalu
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
6 jam yang lalu
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Selama 90 Menit di Los...
Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Fans PSG Panik, Messi...
Fans PSG Panik, Messi Dikabarkan Tak Mau Memperpanjang Kontrak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved