Dua Pertandingan Krusial Menguji Mentalitas Real Madrid
Rabu, 26 Februari 2020 - 12:03 WIB
Dua Pertandingan Krusial Menguji Mentalitas Real Madrid
A
A
A
MADRID - Mentalitas dan konsistensi Real Madrid mendapatkan ujian besar pekan ini. Los Blancos dihadapkan dua pertandingan krusial yang mungkin saja mempengaruhi perjalanan mereka di akhir musim.
Setelah kekalahan 0-1 dari Levante di Primera Liga (23/2), Madrid harus menjamu Manchester City (Man City) pada leg pertama 16 besar Liga Champions dini hari dan El Clasico kontra Barcelona, Senin (2/3) dini hari nanti.
Konsentrasi level tinggi jelas sangat diperlukan Madrid. Pasalnya, jika gagal di dua pertandingan tersebut, maka kans meraih gelar Liga Champions dan Primera Liga akan semakin sulit. Terlebih, Madrid juga sudah tersingkir di Perempat Final Copa del Rey setelah kalah 3-4 dari Real Sociedad (2).
Situasi serupa pernah dialami Sergio Ramos dkk periode Februari hingga awal Maret musim lalu. Madrid yang ditangani Santiago Solari bermain di kandang dalam tiga kompetisi dalam waktu satu minggu. Pertama, mereka tersingkir di Copa del Rey setelah kalah 0-3 dari Barcelona (agregat 1-4) di leg kedua semifinal, kemudian kalah 0-1 di Primer Liga oleh lawan yang sama, sebelum tumbang 1-4 (agregat 3-5) dari Ajax Amsterdam di leg kedua 16 besar Liga Champions
Tersingkir dari Copa del Rey, Liga Champions dan tertinggal dari persaingan Primera Liga dalam seminggu, Solari pun dipecat, Maret 2019. Berkaca dari pengalaman musim lalu, Madrid jelas tidak ingin mimpi buruk tersebut terulang musim ini.
Los Blancos bertekad melakukan yang terbaik dimulai dari Man City. Penyerang Karim Benzema menuturkan Madrid harus menunjukkan kualitas permainan terbaik karena menganggap The Citizens sebagai lawan tangguh.
“Yang bisa saya katakan tentang Man City adalah mereka tim yang bagus dan ditangani Pep Guardiola. Mereka tim yang menguasai bola dan operan kaki ke kaki. Ini akan menjadi pertandingan berimbang,” ungkap Benzema, dilansir marca.
Kendati menghormati Man City, Benzema menegaskan dengan dukungan publik Santiago Bernabeu, Madrid akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkan sang tamu. Bukan hanya meringankan langkah menuju leg kedua di Etihad Stadium, tetapi juga modal positif Los Blancos jelang El Clasicomelawan Barca demi menjaga peluang meraih gelar Primera Liga.
Madrid turut didukung statistik di mana mereka tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan Man City di Liga Champions (dua menang, dua imbang). “Kegagalan musim lalu membuat, kami melakukan evaluasi dan ingin lebih baik lagi. Kami memang telah gagal di Copa del Rey, tetapi kami ingin melakukan sesuatu yang baik, di Primera Liga atau di Liga Champions,” tegas Benzema.
Benzema yang akan melakoni pertandingan ke-100 di Liga Champions akan diandalkan pelatih Zinedine Zidane di lini depan bersama Gareth Bale dan Isco. Sedangkan di lini tengah ada Federico Valverde, Casemiro, dan Toni Kroos. Sektor pertahanan diperkuat Ramos dan Raphael Varane. Hal itu membuat keseimbangan Madrid tetap terjaga meski kehilangan Eden Hazard hingga akhir musim karena mengalami cedera engkel.
Dari kubu lawan, Man City datang dengan kemenangan beruntun di dua pertandingan terakhir Liga Primer dan menorehkan clean sheet. Kendati demikian, Pelatih Pep Guardiola justru mengatakan bertandang ke Santiago Bernabeu adalah sebuah tantangan besar sekaligus menyenangkan karena reputasi Madrid sebagai pengoleksi 13 gelar Liga Champions.
Tetapi, Guardiola menilai timnya bisa memberikan perlawanan seimbang kepada Madrid karena memiliki kualitas skuad yang sangat baik terutama di lini depan. Gabriel Jesus menjadi opsi bagus jika Sergio Aguero mengalami kebuntuan.
“Kami harus mencoba bermain sebaik mungkin di salah satu stadion terbesar, terbaik dan paling bergengsi, Santiago Bernabeu. Kami akan memaksimalkan kualitas untuk mencetak gol. Jika tidak bisa, kami akan lebih baik di pertandingan leg kedua,” pungkas Guardiola.
Status sebagai nonunggulan dianggap Kevin De Bruyne keuntungan. Dia mengatakan, kemenangan atas Madrid akan membuat kans Man City menjuarai Liga Champions semakin besar. Semangat dan kepercayaan diri The Citizens pun bakal semakin besar.
“Liga Champions adalah sesuatu yang belum kami menangkan. Kami selalu ingin memenangkan segalanya, tetapi terkadang tim lain lebih baik atau berkinerja baik - seperti yang dilakukan Liverpool musim ini. Sekarang kami akan pergi ke Madrid untuk memenangkan pertandingan. Anda harus fokus dengan yang ada dan melihat apa yang akan terjadi,” pungkas De Bruyne.
Sementara itu, pada pertandingan leg pertama 16 besar lainnya, Juventus tandang ke Groupama Stadium, markas Olympique Lyon, dini hari nanti. Berbekal rekor apik tak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir, semua kompetisi melawan Lyon (tiga menang satu imbang), La Vecchia Signora datang dengan suntikan energi di lini depan.
Juve mengonfirmasi jika Gonzalo Higuain sudah fit dan siap untuk pertandingan melawan Lyon dan Inter Milan di Seri A, Senin (2/3) dini hari. Seperti diketahui, Higuain tersingkir dari perjalanan ke SPAL akhir pekan lalu karena sakit di punggung bawahnya.
Kehadiran Higuain yang kemungkinan berduet dengan Cristiano Ronaldo jelas menjadi ancaman serius bagi lini belakang Lyon. Misi pelatih Maurizio Sarri membawa pulang tiga poin semakin besar. (Alimansyah)
Setelah kekalahan 0-1 dari Levante di Primera Liga (23/2), Madrid harus menjamu Manchester City (Man City) pada leg pertama 16 besar Liga Champions dini hari dan El Clasico kontra Barcelona, Senin (2/3) dini hari nanti.
Konsentrasi level tinggi jelas sangat diperlukan Madrid. Pasalnya, jika gagal di dua pertandingan tersebut, maka kans meraih gelar Liga Champions dan Primera Liga akan semakin sulit. Terlebih, Madrid juga sudah tersingkir di Perempat Final Copa del Rey setelah kalah 3-4 dari Real Sociedad (2).
Situasi serupa pernah dialami Sergio Ramos dkk periode Februari hingga awal Maret musim lalu. Madrid yang ditangani Santiago Solari bermain di kandang dalam tiga kompetisi dalam waktu satu minggu. Pertama, mereka tersingkir di Copa del Rey setelah kalah 0-3 dari Barcelona (agregat 1-4) di leg kedua semifinal, kemudian kalah 0-1 di Primer Liga oleh lawan yang sama, sebelum tumbang 1-4 (agregat 3-5) dari Ajax Amsterdam di leg kedua 16 besar Liga Champions
Tersingkir dari Copa del Rey, Liga Champions dan tertinggal dari persaingan Primera Liga dalam seminggu, Solari pun dipecat, Maret 2019. Berkaca dari pengalaman musim lalu, Madrid jelas tidak ingin mimpi buruk tersebut terulang musim ini.
Los Blancos bertekad melakukan yang terbaik dimulai dari Man City. Penyerang Karim Benzema menuturkan Madrid harus menunjukkan kualitas permainan terbaik karena menganggap The Citizens sebagai lawan tangguh.
“Yang bisa saya katakan tentang Man City adalah mereka tim yang bagus dan ditangani Pep Guardiola. Mereka tim yang menguasai bola dan operan kaki ke kaki. Ini akan menjadi pertandingan berimbang,” ungkap Benzema, dilansir marca.
Kendati menghormati Man City, Benzema menegaskan dengan dukungan publik Santiago Bernabeu, Madrid akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengalahkan sang tamu. Bukan hanya meringankan langkah menuju leg kedua di Etihad Stadium, tetapi juga modal positif Los Blancos jelang El Clasicomelawan Barca demi menjaga peluang meraih gelar Primera Liga.
Madrid turut didukung statistik di mana mereka tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan Man City di Liga Champions (dua menang, dua imbang). “Kegagalan musim lalu membuat, kami melakukan evaluasi dan ingin lebih baik lagi. Kami memang telah gagal di Copa del Rey, tetapi kami ingin melakukan sesuatu yang baik, di Primera Liga atau di Liga Champions,” tegas Benzema.
Benzema yang akan melakoni pertandingan ke-100 di Liga Champions akan diandalkan pelatih Zinedine Zidane di lini depan bersama Gareth Bale dan Isco. Sedangkan di lini tengah ada Federico Valverde, Casemiro, dan Toni Kroos. Sektor pertahanan diperkuat Ramos dan Raphael Varane. Hal itu membuat keseimbangan Madrid tetap terjaga meski kehilangan Eden Hazard hingga akhir musim karena mengalami cedera engkel.
Dari kubu lawan, Man City datang dengan kemenangan beruntun di dua pertandingan terakhir Liga Primer dan menorehkan clean sheet. Kendati demikian, Pelatih Pep Guardiola justru mengatakan bertandang ke Santiago Bernabeu adalah sebuah tantangan besar sekaligus menyenangkan karena reputasi Madrid sebagai pengoleksi 13 gelar Liga Champions.
Tetapi, Guardiola menilai timnya bisa memberikan perlawanan seimbang kepada Madrid karena memiliki kualitas skuad yang sangat baik terutama di lini depan. Gabriel Jesus menjadi opsi bagus jika Sergio Aguero mengalami kebuntuan.
“Kami harus mencoba bermain sebaik mungkin di salah satu stadion terbesar, terbaik dan paling bergengsi, Santiago Bernabeu. Kami akan memaksimalkan kualitas untuk mencetak gol. Jika tidak bisa, kami akan lebih baik di pertandingan leg kedua,” pungkas Guardiola.
Status sebagai nonunggulan dianggap Kevin De Bruyne keuntungan. Dia mengatakan, kemenangan atas Madrid akan membuat kans Man City menjuarai Liga Champions semakin besar. Semangat dan kepercayaan diri The Citizens pun bakal semakin besar.
“Liga Champions adalah sesuatu yang belum kami menangkan. Kami selalu ingin memenangkan segalanya, tetapi terkadang tim lain lebih baik atau berkinerja baik - seperti yang dilakukan Liverpool musim ini. Sekarang kami akan pergi ke Madrid untuk memenangkan pertandingan. Anda harus fokus dengan yang ada dan melihat apa yang akan terjadi,” pungkas De Bruyne.
Sementara itu, pada pertandingan leg pertama 16 besar lainnya, Juventus tandang ke Groupama Stadium, markas Olympique Lyon, dini hari nanti. Berbekal rekor apik tak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir, semua kompetisi melawan Lyon (tiga menang satu imbang), La Vecchia Signora datang dengan suntikan energi di lini depan.
Juve mengonfirmasi jika Gonzalo Higuain sudah fit dan siap untuk pertandingan melawan Lyon dan Inter Milan di Seri A, Senin (2/3) dini hari. Seperti diketahui, Higuain tersingkir dari perjalanan ke SPAL akhir pekan lalu karena sakit di punggung bawahnya.
Kehadiran Higuain yang kemungkinan berduet dengan Cristiano Ronaldo jelas menjadi ancaman serius bagi lini belakang Lyon. Misi pelatih Maurizio Sarri membawa pulang tiga poin semakin besar. (Alimansyah)
(ysw)