Catat Rekor di Anfield, Klopp : Jangan Bandingkan dengan Shankly
Sabtu, 07 Maret 2020 - 23:46 WIB
Catat Rekor di Anfield, Klopp : Jangan Bandingkan dengan Shankly
A
A
A
LIVERPOOL - Kemenangan Liverpool atas Bournemouth dalam lanjutan Liga Primer Inggris di pertandingan ke-29 merupakan rekor baru Juergen Klopp. Pelatih berkamata itu baru saja mematahkan rekor sebelumnya yang dibuat Bill Shankly.
Klopp mungkin tak akan mengira sukses di Inggris ditandai dengan banyaknya rekor. Dan, Sabtu (7/3/2020) malam, pria asal Jerman itu baru saja menorehkan sejarah setelah memberikan kemenangan ke-22 di kandang. Ini sebuah capaian luar biasa di tengah sorotan minor soal penampilan anak asuhnya dalam beberapa pertandingan. (Baca juga : Cetak 70 Gol Buat Liverpool, Mohamed Salah : Saya Suka Melakukannya! )
Namun, Klopp usai pertandingan seperti dikutip BT Sport mengatakan dirinya tak mau dibandingkan dengan Shankly. Pelatih legenda The Reds pernah memberikan tiga gelar selama bertuga sebagai pelatih pada 1959 hingga 1974 dan mencatat 21 kemenangan di Anfield.
Saya tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan orang ini. Hebat, saya pikir hari ini kemenangan ke-23. Kami tidak memikirkan angka sebelum pertandingan, tetapi setelah pertandingan kami dapat memikirkannya selama beberapa menit. Sangat menyenangkan. Sangat bagus. Sangat istimewa. Ini istimewa," ungkapnya.
"Dan pertandingan hari ini adalah contoh, bahwa kami harus berjuang keras. Kami bukan jenius, tapi kami benar-benar bisa bertarung sampai akhir musim dan kemudian kita akan melihat apa yang kita dapatkan untuk itu."
Liverpool telah mengalami goncangan sebelum pertandingan melawan Bournemouth Mereka kehilangan tiga dari empat pertandingan di semua kompetisi.
Liverpool hanya perlu tiga kemenangan lagi untuk merebut gelar, tetapi fokus Klopp dengan cepat beralih ke Atletico Madrid di Liga Champions. Leg kedua nanti wajib dimenangan setelah ketika bertandang ke Madrid, Liverpool kalah 0-1. (Baca juga : Klopp Belum Percaya Diri Liverpool Bakal Juara Liga Inggris )
"Tiga kemenangan lagi? Tidak, tidak, ini Atleti 100 persen. Itu yang sulit, seperti yang kita tahu. Tentu saja, mereka tidak akan datang ke sini dan mencoba memainkan pertandingan persahabatan. Itu akan menjadi kebalikannya."
Klopp mungkin tak akan mengira sukses di Inggris ditandai dengan banyaknya rekor. Dan, Sabtu (7/3/2020) malam, pria asal Jerman itu baru saja menorehkan sejarah setelah memberikan kemenangan ke-22 di kandang. Ini sebuah capaian luar biasa di tengah sorotan minor soal penampilan anak asuhnya dalam beberapa pertandingan. (Baca juga : Cetak 70 Gol Buat Liverpool, Mohamed Salah : Saya Suka Melakukannya! )
Namun, Klopp usai pertandingan seperti dikutip BT Sport mengatakan dirinya tak mau dibandingkan dengan Shankly. Pelatih legenda The Reds pernah memberikan tiga gelar selama bertuga sebagai pelatih pada 1959 hingga 1974 dan mencatat 21 kemenangan di Anfield.
Saya tidak akan pernah bisa dibandingkan dengan orang ini. Hebat, saya pikir hari ini kemenangan ke-23. Kami tidak memikirkan angka sebelum pertandingan, tetapi setelah pertandingan kami dapat memikirkannya selama beberapa menit. Sangat menyenangkan. Sangat bagus. Sangat istimewa. Ini istimewa," ungkapnya.
"Dan pertandingan hari ini adalah contoh, bahwa kami harus berjuang keras. Kami bukan jenius, tapi kami benar-benar bisa bertarung sampai akhir musim dan kemudian kita akan melihat apa yang kita dapatkan untuk itu."
Liverpool telah mengalami goncangan sebelum pertandingan melawan Bournemouth Mereka kehilangan tiga dari empat pertandingan di semua kompetisi.
Liverpool hanya perlu tiga kemenangan lagi untuk merebut gelar, tetapi fokus Klopp dengan cepat beralih ke Atletico Madrid di Liga Champions. Leg kedua nanti wajib dimenangan setelah ketika bertandang ke Madrid, Liverpool kalah 0-1. (Baca juga : Klopp Belum Percaya Diri Liverpool Bakal Juara Liga Inggris )
"Tiga kemenangan lagi? Tidak, tidak, ini Atleti 100 persen. Itu yang sulit, seperti yang kita tahu. Tentu saja, mereka tidak akan datang ke sini dan mencoba memainkan pertandingan persahabatan. Itu akan menjadi kebalikannya."
(bbk)