Tommasi Ajukan Opsi Liga Italia Dilanjutkan Mei atau Juni
Senin, 16 Maret 2020 - 14:06 WIB
Tommasi Ajukan Opsi Liga Italia Dilanjutkan Mei atau Juni
A
A
A
MILAN - Presiden Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC) Damiano Tommasi mengatakan musim Serie A dapat dilanjutkan pada Mei atau Juni 2020 jika semuanya berjalan baik di tengah pandemi virus corona. Menurutnya, opsi membuka kembali kompetisi Liga Italia pada awal April mendatang bukan skenario yang tepat.
"Jelas tidak mungkin untuk mulai bermain pada awal April. Jika semuanya berjalan dengan baik, kami dapat melanjutkan pada Mei atau Juni. Ketika kami berbicara tentang sepak bola, orang berpikir kami hanya memastikan keamanan pemain, tetapi ada seluruh dunia di belakang tim," kata Tommasi dikutip dari Football Italia, Senin (16/3).
Sekadar informasi, aktivitas olahraga di Italia sudah dihentikan setelah pemerintah setempat memberlakukan lockdown pada pekan lalu. Keputusan menghentikan seluruh aktivitas olahraga di Italia dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona baru, COVID-19 yang kian mengganas.
Italia sendiri diketahui menjadi negara kedua setelah China yang memiliki kasus terinfeksi terbanyak. Setidaknya 24.700 kasus virus corona dan 1.809 kematian terjadi di Negeri Pizza.
"Yang pertama terkontaminasi adalah di Serie C dengan Pianese dan salah satu pemain mereka masih dalam perawatan intensif. Juventus memiliki 100 orang dalam pengawasan atau dikarantina. Mereka adalah orang-orang yang melakukan perjalanan keliling Italia dan Eropa, bertemu banyak, banyak orang selama pekerjaan mereka. Masalahnya bukan hanya Italia, tetapi Eropa, sehingga UEFA harus berperilaku seperti Uni Eropa," pungkas Tommasi.
"Jelas tidak mungkin untuk mulai bermain pada awal April. Jika semuanya berjalan dengan baik, kami dapat melanjutkan pada Mei atau Juni. Ketika kami berbicara tentang sepak bola, orang berpikir kami hanya memastikan keamanan pemain, tetapi ada seluruh dunia di belakang tim," kata Tommasi dikutip dari Football Italia, Senin (16/3).
Sekadar informasi, aktivitas olahraga di Italia sudah dihentikan setelah pemerintah setempat memberlakukan lockdown pada pekan lalu. Keputusan menghentikan seluruh aktivitas olahraga di Italia dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona baru, COVID-19 yang kian mengganas.
Italia sendiri diketahui menjadi negara kedua setelah China yang memiliki kasus terinfeksi terbanyak. Setidaknya 24.700 kasus virus corona dan 1.809 kematian terjadi di Negeri Pizza.
"Yang pertama terkontaminasi adalah di Serie C dengan Pianese dan salah satu pemain mereka masih dalam perawatan intensif. Juventus memiliki 100 orang dalam pengawasan atau dikarantina. Mereka adalah orang-orang yang melakukan perjalanan keliling Italia dan Eropa, bertemu banyak, banyak orang selama pekerjaan mereka. Masalahnya bukan hanya Italia, tetapi Eropa, sehingga UEFA harus berperilaku seperti Uni Eropa," pungkas Tommasi.
(sha)