Hindari Inflasi, Muncul Ide Liga Primer 2019/2020 Dilanjutkan di China

Jum'at, 03 April 2020 - 16:35 WIB
Hindari Inflasi, Muncul...
Hindari Inflasi, Muncul Ide Liga Primer 2019/2020 Dilanjutkan di China
A A A
LONDON - Kontestan Liga Primer musim 2019/2020 terancam merugi ratusan juta poundsterling jika pertandingan tidak dilanjutkan. Artinya, menyelesaikan kompetisi yang tertunda akibat pandemi virus Corona kini menjadi kewajiban sekalipun harus berlangsung di luar negeri.

Liverpool berpotensi mengalami kerugian ganda akibat wabah virus Corona. Sebab, ada wacana Liga Primer musim ini ditiadakan alias dianulir lantaran penyebaran penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu terus meluas di Inggris.

Bila benar, maka The Reds bisa batal menjuarai lagi Liga Primer setelah hampir 30 tahun. Padahal, tim asuhan Juergen Klop itu hanya perlu sekitar dua kemenangan lagi agar jadi juara. Dampak lainnya adalah ancaman inflasi hingga 762 juta poundsterling yang bakal dirasakan seluruh klub.

Situasi ini memunculkan sejumlah ide gila, diantaranya melanjutkan Liga Primer di negara lain. Tapi, yang membuat banyak orang terkejut adalah memilih China sebagai kandidat penyelenggara. Soalnya, Negeri Tirai Bambu menjadi pusat awal penyebaran virus Corona.

Info itu disampaikan salah satu staf Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang dirahasialan namanya. Dia menyatakan ada ide yang menyebutkan agar Liga Primer musim ini dilanjutkan di China. Alasannya karena Tiongkok kini dianggap menjadi tempat yang paling aman.

China menjadi negara pertama yang bisa pulih dari pandemi virus Corona. Terbukti, jumlah warga yang terjangkit semakin berkurang . Perkembangan positif itu membuat pemerintah pusat berani untuk mencabut status lockdown.

“Negara yang terus mendapat usulan adalah China. Ini tidak masuk akal. Ini ide yang gila dan saya yakin pasti akan ditolak. Jika kami ingin melanjutkan Liga Primer dan memindahkannya ke negara lain, kami pasti akan dikecam habis-habisan,” jelasnya, dilansir the sun.

Staf FA itu juga menambahkan yang bisa dilakukan saat ini adalah kesediaan pemain Liga Primer untuk memberi kontribusi, yakni memotong gaji. Dengan demikian itu bisa mengurangi beban klub disektor keuangan.
(mir)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Langgar Aturan Lockdown,...
Langgar Aturan Lockdown, Penasihat Pemerintah Inggris Mengundurkan Diri
UPDATE Corona: 3,7 Juta...
UPDATE Corona: 3,7 Juta Orang Terinfeksi, Inggris Terparah di Eropa
Boris Johnson Umumkan...
Boris Johnson Umumkan Inggris Telah Melewati Puncak Pandemi
PM Inggris Beri Sinyal...
PM Inggris Beri Sinyal Longgarkan Penguncian Mulai Senin
Boris Johnson: Masih...
Boris Johnson: Masih Terlalu Dini Cabut Penguncian di Inggris
Berita Terkini
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
2 jam yang lalu
Ketum PSOI Pandu Sjahrir...
Ketum PSOI Pandu Sjahrir Apresiasi Dukungan Prabowo untuk Anggaran Pelatnas Multiyears
3 jam yang lalu
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
3 jam yang lalu
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
5 jam yang lalu
Jepang Pesta Gol, Tunisia...
Jepang Pesta Gol, Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
3 Turnamen Sepak Bola...
3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
6 jam yang lalu
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved