Polandia menuntut balas Rusia

Selasa, 12 Juni 2012 - 06:55 WIB
Polandia menuntut balas...
Polandia menuntut balas Rusia
A A A
Sindonews.com - Tentara Uni Soviet datang berbaris untuk membebaskan Warsawa dari kungkungan Nazi pada Perang Dunia II. Hari ini, giliran fans Rusia yang akan menyerbu Ibu Kota Polandia tersebut.

Tujuan mereka adalah National Stadium, tempat digelarnya duel Polandia-Rusia pada lanjutan Grup A Piala Eropa 2012. Kehadiran ribuan pendukung Rusia ini diharapkan tidak berujung kerusuhan. Namun, sulit mengharapkan semuanya berlangsung damai mengingat kelamnya relasi kedua negara. Apalagi, pertandingan nanti digelar bertepatan dengan hari libur nasional Rusia terkait deklarasi kedaulatan negara tersebut.

''Pertandingan nanti hanya bakal meningkatkan tensi Polandia- Rusia yang pada dasarnya sudah besar. Sejarah keduanya merupakan konflik 400 tahun. Polandia pernah menjadi kerajaan seperti Rusia, sebelum kemudian Rusia mengambil alih wilayah Polandia. Ditambah komunisme dan Perang Dunia II, hubungan kedua negara jelas sangat rumit,” kata analis politik Rusia Fedor Loukianov, dikutip AFP.

Hubungan Polandia dengan Rusia adalah hubungan saling curiga. Polandia menganggap Rusia ingin menghancurkan mereka. Prasangka ini menguat menyusul kecelakaan 10 April 2010. Pesawat yang ditumbangi Presiden Lech Kaczynski jatuh di Smolensk, barat Rusia, karena mencoba mendarat di bandara berkabut. Saat itu, Kaczynski sedang menuju Katyn untuk merayakan peringatan 70 tahun pembantaian aparat Polandia oleh polisi rahasia Uni Soviet selama Perang Dunia II.

Penyelidikan resmi menyatakan kesalahan terletak pada pilot pesawat berkebangsaan Polandia dan otoritas Bandara Smolensk. Namun, jajaran politisi Polandia tidak benar-benar percaya. Mereka menganggap jatuhnya pesawat Kaczynski diperintahkan Moskow. Tuduhan itu jelas ditolak. Rusia justru balik mengecam balik aksi Polandia yang dipercaya ingin merusak kepentingan mereka.

”Sangat mudah memicu amarah kedua pihak. Polandia dan Rusia sama-sama sensitif. Sebenarnya yang jadi masalah adalah politisi. Mereka sama sekali tidak berusaha membantu menenangkan suasana,” ujar analis politik asal Warsawa, Slawomir Debski.

Kondisi inilah yang membuat Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev tidak menyaksikan langsung aksi Andrei Arshavin dkk saat menghancurkan Republik Ceko 4-1, Jumat (8/6).

Para pemimpin negara itu diprediksi juga tidak akan datang ke National Stadium. Berbeda dengan politisi, skuad Rusia hanya fokus pada pertandingan. Presiden Asosiasi Sepak Bola Rusia Sergey Fursenko ditemani Pelatih Dick Advocaat mencoba meredakan tensi melalui kunjungan ke memorial untuk mengenang Kaczynski. ”Sepak bola jangan disatukan politik. Kami hanya pesepak bola,” kata Fursenko.
(aww)
Berita Terkait
Warga Rusia Nyaru Jadi...
Warga Rusia Nyaru Jadi Sekjen PBB, Ngeprank Presiden Polandia
Warga Polandia Didesak...
Warga Polandia Didesak Tinggalkan Belarusia
Polandia Ganti Nama...
Polandia Ganti Nama Kaliningrad, Rusia Murka
Polandia Gelar Parade...
Polandia Gelar Parade Militer Terbesar Sejak Perang Dingin, Kode ke Rusia
Rusia Bantah Rudalnya...
Rusia Bantah Rudalnya Menghantam Polandia
Polandia Usir 45 Diplomat...
Polandia Usir 45 Diplomat Rusia
Berita Terkini
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
2 jam yang lalu
Menebak Taktik Andoni...
Menebak Taktik Andoni Iraola di Liverpool: Pressing Agresif hingga Sepak Bola Chaos
3 jam yang lalu
Iraola Resmi Jadi Pelatih...
Iraola Resmi Jadi Pelatih Anyar Liverpool
4 jam yang lalu
2 Pemain Timnas Putri...
2 Pemain Timnas Putri Palestina Diculik Israel, FIFA Tutup Mata
12 jam yang lalu
Timnas Indonesia Tekuk...
Timnas Indonesia Tekuk Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19 2026
12 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
12 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved