Emosi si Dalem Bandung labil

Selasa, 24 Januari 2012 - 17:33 WIB
Emosi si Dalem Bandung...
Emosi si Dalem Bandung labil
A A A
Sindonews.com - Kontrol emosi jadi salah satu sorotan dari Pelatih Persikab Kabupaten Bandung, Encang Ibrahim. Dia meminta pasukannya tidak terpancing emosinya menjelang melawan PSIS Semarang di laga keempat kompetisi Divisi Utama PSSI, Sabtu (28/1/2012).

Menurut Encang, kontrol emosi para pemain si Dalem Bandung merupakan salah satu kelemahan yang paling menonjol ditunjukan para pemain saat Persikab kalah 0-1 dari Persipasi Kabupaten Bekasi, akhir pekan lalu.

’’Banyak di antara pemain kami yang usianya masih sangat muda. Jadi, emosi mereka masih sangat labil dan ini jadi salah satu perhatian kami untuk pertandingan berikutnya,” terang Encang.

Menurut Encang buruknya kontrol emosi bisa berakibat fatal pada konsentrasi bermain di lapangan. Faktor emosi ini juga yang menurut Encang disadari atau tidak membuat permainan Persikab mengalami penurunan standar saat menghadapi Persipasi.

’’Bermain dalam kondisi emosi yang tidak terkontrol pasti akan berakibat buruk terhadap konsentrasi bermain. Sebab jika sudah mengedepankan emosi hal-hal teknis menjadi terlupakan dan hal ini tidak boleh kembali terjadi,” tegas Encang.

Menurutnya, buyarnya konsentrasi pemain saat dijamu Persipasi disebabkan para pemain terlalu fokus untuk memprotes keputusan wasit yang banyak merugikan tim Persikab. Sehingga kelengahan ini mampu dimaksimalkan dengan baik oleh Persipasi untuk menciptakan gol.

’’Karena terlalu fokus ke wasit, maka konsentrasi pemain Persikab menjadi hilang. Pada saat itulah, lawan mampu memanfaatkannya untuk menciptakan gol,” ungkap Encang.

Padahal, kata Encang, gol Persipasi tidak dihasilkan melalui proses kerja sama yang baik. Jika konsentrasi para pemain tetap terjaga dengan bagus, maka gol Persipasi tidak akan terjadi.

’’Golnya bukan melalui proses yang bagus. Jika pemain tidak kehilangan konsentrasi, saya yakin Persipasi tidak akan bisa mencetak gol,” terangnya.

Masalah emosi pemain memang menjadi sorotan dari tim pelatih. Para pemain Persikab yang mayoritas muda, masih labil dan belum bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Sehingga saat ada keputusan wasit yang merugikan, konsentrasi pemain semuanya tertuju ke wasit.

’’Itulah pemain muda. Emosinya masih labil dan belum bisa mengendalikannya. Kita akan berusaha untuk membuat emosi pemain menjadi stabil, sehingga tetap fokus ke pertandingan meskipun ada hal yang merugikan di tengah lapangan,’’ tambahnya.

Soal kinerja duet striker Budi Eka Putra dan Cyril Bassey Orock, Encang menjelaskan, keduanya belum padu. Keduanya masih butuh waktu untuk beradaptasi sehingga bisa mengerti satu sama lain.

’’Belum padu dan tidak kompak. Mereka masih memerlukan waktu untuk bisa menjadi duet sehati. Komunikasi keduanya juga belum berjalan dengan baik,’’ tegasnya. mohamad taufik

()
Berita Terkini
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup E Piala Dunia 2026: Pantai Gading Temani Jerman ke 32 Besar
1 jam yang lalu
Ekuador vs Jerman 2-1:...
Ekuador vs Jerman 2-1: Gol Gonzalo Plata Tak Mampu Selamatkan La Tri
1 jam yang lalu
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
4 jam yang lalu
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Pesta Oranje di Depan Mata?
5 jam yang lalu
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
9 jam yang lalu
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
9 jam yang lalu
Infografis
Salwan Momika Si Pembakar...
Salwan Momika Si Pembakar Al-Quran Ditembak Mati saat Live TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved