Tim Estafet Sulsel Dicoret di PON

Senin, 06 Februari 2012 - 15:55 WIB
Tim Estafet Sulsel Dicoret...
Tim Estafet Sulsel Dicoret di PON
A A A
Sindonews.com – Tim estafet 4x400 meter Sulawesi Selatan (Sulsel) diputuskan tidak tampil di PON XVIII/2012. Nomor itu dicoret Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sulsel dengan alasan kuota yang berlebih.

Pencoretan nomor ini menindaklanjuti surat dari pihak Pengurus Besar (PB) PASI yang melakukan pengurangan kuota atlet untuk semua daerah di Indonesia. Selain karena alasan tersebut, PASI Sulsel menilai, peluang estafet di PON mendatang lebih kecil dibandingkan nomor perorangan.

’’Jadi, kami fokus ke nomor perorangan saja, apalagi memang nomor estafet hanya ranking tujuh saat Pra-PON lalu, jadi memang peluangnya kecil. Dari sembilan atlet yang lolos di nomor atletik di Pra-PON, kita harus mengurangai menjadi hanya tujuh atlet saja,” ungkap Sekretaris Umum PASI Sulsel Ad’din, Senin (6/2).

Dari empat atlet di nomor estafet yang lolos sebelumnya, Bernard, Subair, Afringgo dan Yusri, PASI akan mencoret dua orang. Sedangkan dua orang lainnya tetap diberangkatkan karena turun di nomor perorangan.

’’Afringgo dan Yusri tetap berangkat karena memang dia juga turun di nomor perorangan. Yusri turun di 800 meter dan 1.500 meter, sedangkan Afringgo (400 meter dan 800 meter). Sehingga dari kuota atlet sebelumnya yang sembilan orang menjadi hanya tujuh orang dan nomor estafet tak lagi kita ikuti,” katanya.

Ad’din mengatakan kuota cabor atletik ke PON yang ditetapkan oleh panitia PON hanya 300 atlet dari semua daerah, sedangkan dari hasil Pra-PON PB meloloskan 378 atlet. Sisa atlet 78 inilah yang akan dikurangi dengan perhitungan tertentu di tiap daerah.

’’Jadi untuk adilnya pihak PB memberikan rumusan tertentu untuk pengurangan atlet, daerah yang meloloskan atlet lebih banyak akan mencoret lebih banyak juga atletnya untuk penyesuaian kuota. Namun, untuk daerah yang meloloskan jumlah atlet hanya lima ke bawah tidak dilakukan pengurangan,” jelasnya.

Terjadinya pengurangan di belakang hari ini, dinilai Ad’din sebagai kesalahan dari mekanisme pelolosan atlet di Pra-PON mendatang. Menurutnya, pihak PB PASI terlalu melonggarkan lolosnya atlet di nomor estafet. Padahal jumlah atlet di nomor ini empat orang.

’’Jadi, kalau 10 saja daerah lolos di estafet, kuota atlet sudah mencapai 40 orang. Mestinya saat Pra-PON lalu dirangking saja sehingga mudah untuk menyeleksi,” jelasnya.
()
Berita Terkini
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
1 jam yang lalu
Fakta Menarik Piala...
Fakta Menarik Piala Dunia 2026: Italia Gagal ke Piala Dunia, tapi Serie A Penyumbang Pemain Terbanyak
4 jam yang lalu
Gelandang Meksiko Gilberto...
Gelandang Meksiko Gilberto Mora Jadi Pemain Termuda di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jafar/Felisha Menang, Fajar/Fikri Tumbang
15 jam yang lalu
Adaptasi Cepat Jadi...
Adaptasi Cepat Jadi Modal Timnas Futsal U-17 Indonesia Menuju Spanyol
19 jam yang lalu
TC Timnas Futsal Indonesia...
TC Timnas Futsal Indonesia U-17 Digeber Jelang Beraksi di Spanyol
19 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved