Beban juara di Swiss Open

Selasa, 13 Maret 2012 - 10:51 WIB
Beban juara di Swiss...
Beban juara di Swiss Open
A A A
Sindonews.com - Pebulu tangkis Indonesia kembali mendapat tantangan.Mereka harus bisa lebih baik lagi mencetak prestasi saat mengikuti Turnamen Swiss Open Grand Prix Gold di St Jacob Park, Basel, Swiss,13-18 Maret mendatang.

Mereka memang wajib memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan prestasi terbaik ketika diberikan kepercayaan dari PB PBSI saat mengikuti turnamen tersebut. Kemenangan mutlak didapat karena Indonesia sudah terlalu lama gagal membawa gelar juara ke Tanah Air.

Gelar terakhir yang bisa diselamatkan Indonesia adalah gelar ganda putra melalui pasangan Candra Wijaya/Sigit Budiarto pada 2005. Artinya,masyarakat Indonesia telah menunggu waktu selama tujuh tahun hingga momentum emas itu kembali datang tahun ini.

Selain itu,kemenangan bisa kembali membakar animo pencinta bulu tangkis Indonesia.Sebelumnya atmosfer bulu tangkis Tanah Air menggeliat setelah pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir menjuarai nomor campuran All England, Minggu (11/3).

Pencapaian mereka sangat fantastis karena memecahkan penantian panjang selama 33 tahun meraih gelar ganda campuran. Sekretaris Jenderal PB PBSI Yacob Rusdianto memang mengharapkan turnamen di Swiss bisa menjadi kebangkitan kembali.

Apalagi,kemenangan Tontowi/Lilyana bisa meningkatkan motivasi pebulu tangkis lainnya agar mengikuti jejak mereka. ''Kami jelas sangat mengharapkan itu, yakni ada pebulu tangkis Indonesia yang kembali meraih gelar juara. Kendati tidak mudah merealisasikannya, saya optimistis anak-anak tentunya akan melakukan yang terbaik,”sebut Yacob.

Pebulu tangkis Indonesia memang tak akan mudah mendapatkan gelar juara Swiss Open tahun ini. Di nomor tunggal putra, misalnya. Dua pebulu tangkis Indonesia Dionysius Hayom Rumbaka dan Sony Dwi Kuncoro bakal mendapatkan rintangan terjal pada babak pertama.

Dio—sapaan Dionysius—akan berjibaku dengan pentolan Thailand Boonsak Ponsana, sedangkan Sony akan menghadapi keuletan wakil Korea Selatan (Korsel) Lee Hyun-il. Begitu juga dengan Simon Santoso.

Meski di atas kertas bisa mengatasi wakil Jepang Takuma Ueda di babak pertama, Simon kemungkinan akan mengalami batu sandungan ketika lolos ke babak ketiga jika bertemu unggulan kedua asal China Chen Long.

Sementara Taufik Hidayat memiliki peluang besar ketimbang wakil Indonesia lainnya.Di babak pertama, Taufik akan menghadapi Wong Zi Liang Derek (Singapura). Jika lolos,Taufik tak akan menemui lawan sepadan hingga babak ketiga.

Dia kemungkinan akan menemui hambatan ketika lolos ke babak perempat final. Sebab, ada kemungkinan suami Ami Gumelar ini bakal berjumpa unggulan pertama asal Malaysia Lee Chong Wei.

''Banyak potensi bisa terjadi di turnamen itu. Bahkan,prediksi itu kemungkinan bisa berubah jika tak mampu menampilkan permainan terbaik. Kami hanya ingin pemain mengerahkan segenap kemampuannya demi Indonesia,”tutur Yacob.
()
Berita Terkini
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
53 menit yang lalu
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
2 jam yang lalu
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
5 jam yang lalu
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
5 jam yang lalu
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
6 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved