Tarik Udo, Persiba tunggu surat putus kontrak
Selasa, 27 Maret 2012 - 07:44 WIB
Tarik Udo, Persiba tunggu surat putus kontrak
A
A
A
Sindonews.com - Persiba Bantul dipastikan mendatangkan kembali Fortune Udo untuk memperkuat tim di paro kedua kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Namun, Persiba belum mendaftarkan Udo secara resmi karena masih menunggu surat pemutusan kontrak dari timnya saat ini, Binh Duong.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo mengatakan, surat pemutusan kontrak atau surat keluar dibutuhkan untuk melengkapi dokumen sebelum didaftarkan ke LPIS selaku operator kompetisi. Tanpa surat itu, Persiba sulit mendaftarkan sang pemain.
''Kalau dulu ada yang namanya surat keluar. Seperti surat keluar itu, sekarang kita minta surat pemutusan kontrak dari tim lamanya. Nantinya, surat itu akan kami gunakan untuk melengkapi berkas pendaftaran dia ke LPIS,'' kata Wikan.
Sekretaris berkepala plontos itu mengatakan, sejauh ini Udo menjadi opsi pertama untuk didatangkan kembali. Selain bermasalah dengan timnya saat ini, Udo menjadi sosok paking diminati publik Bantul setelah sukses besarnya menjadi top skorer Divisi Utama 2010-11.
Apalagi, Udo kini tak banyak mengajukan tuntutan kepada manajemen seperti yang dilakukan sebelumnya. Hal ini membuat tim menjadikannya sebagai buruan utama di sisa transfer windows. ''Klausul untuk dia sama seperti yang lain. Yang jelas sampai sekarang kita masih menunggu,'' lanjut Wikan.
Dia mejelaskan, santernya kedatangan Udo membuat nasib Ernest Jeremiah terkatung-katung. Bahkan eks Persipura dan Persidafon ini dipastikan tak hadir dalam latihan tim kemarin. Padahal, manajemen dikabarkan sudah mendaftarkan Ernest ke LPIS.
''Ya karena ada Udo, maka Udo yang kami prioritaskan. Sejak awal Ernest memang menjadi alternatif saja. Kita juga belum tahu kondisi terakhir dia seperti apa. Sedangkan Udo sudah tidak asing lagi bagi Persiba,'' sambung dia.
Manajer Persiba Briyanto AS mengatakan, ekspektasi publik Bantul terhadap Udo begitu besar. Dia khawatir, ekspektasi berlebihan itu berujung kekecewaan jika Laskar Sultan Agung gagal kembali mendatangkan sang striker.
Meski begitu Briyanto berharap Udo benar-benar datang. Dia berjanji akan berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan kebutuhan anggaran tim untuk mendatangkan eks Persikab itu. ''Saya hanya mengurusi lobi keuangan dengan konsorsium. Mudah-mudahan klir agar Udo jadi ke Bantul,'' kata dia.
Persiba sendiri butuh sosok striker andal untuk menggantikan Cristori Emmanuel. Striker asal Argentina yang sebelumnya merumput bersama La Paz Bolivia hanya menyarangkan sebiji gol di laga resmi selama berkostum Persiba.
Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo mengatakan, surat pemutusan kontrak atau surat keluar dibutuhkan untuk melengkapi dokumen sebelum didaftarkan ke LPIS selaku operator kompetisi. Tanpa surat itu, Persiba sulit mendaftarkan sang pemain.
''Kalau dulu ada yang namanya surat keluar. Seperti surat keluar itu, sekarang kita minta surat pemutusan kontrak dari tim lamanya. Nantinya, surat itu akan kami gunakan untuk melengkapi berkas pendaftaran dia ke LPIS,'' kata Wikan.
Sekretaris berkepala plontos itu mengatakan, sejauh ini Udo menjadi opsi pertama untuk didatangkan kembali. Selain bermasalah dengan timnya saat ini, Udo menjadi sosok paking diminati publik Bantul setelah sukses besarnya menjadi top skorer Divisi Utama 2010-11.
Apalagi, Udo kini tak banyak mengajukan tuntutan kepada manajemen seperti yang dilakukan sebelumnya. Hal ini membuat tim menjadikannya sebagai buruan utama di sisa transfer windows. ''Klausul untuk dia sama seperti yang lain. Yang jelas sampai sekarang kita masih menunggu,'' lanjut Wikan.
Dia mejelaskan, santernya kedatangan Udo membuat nasib Ernest Jeremiah terkatung-katung. Bahkan eks Persipura dan Persidafon ini dipastikan tak hadir dalam latihan tim kemarin. Padahal, manajemen dikabarkan sudah mendaftarkan Ernest ke LPIS.
''Ya karena ada Udo, maka Udo yang kami prioritaskan. Sejak awal Ernest memang menjadi alternatif saja. Kita juga belum tahu kondisi terakhir dia seperti apa. Sedangkan Udo sudah tidak asing lagi bagi Persiba,'' sambung dia.
Manajer Persiba Briyanto AS mengatakan, ekspektasi publik Bantul terhadap Udo begitu besar. Dia khawatir, ekspektasi berlebihan itu berujung kekecewaan jika Laskar Sultan Agung gagal kembali mendatangkan sang striker.
Meski begitu Briyanto berharap Udo benar-benar datang. Dia berjanji akan berupaya semaksimal mungkin menyelesaikan kebutuhan anggaran tim untuk mendatangkan eks Persikab itu. ''Saya hanya mengurusi lobi keuangan dengan konsorsium. Mudah-mudahan klir agar Udo jadi ke Bantul,'' kata dia.
Persiba sendiri butuh sosok striker andal untuk menggantikan Cristori Emmanuel. Striker asal Argentina yang sebelumnya merumput bersama La Paz Bolivia hanya menyarangkan sebiji gol di laga resmi selama berkostum Persiba.
()