Rekor baru los Blancos di Liga Champions

Rekor baru los Blancos di Liga Champions
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan Real Madrid ke markas APOEL Nicosia, GSP, berakhir manis. Selain hampir pasti masuk semifinal Liga Champions 2011/2012 melalui kemenangan 3-0, anak buah Jose Mourinho juga menciptakan sejumlah rekor.
Salah satu sejarah itu adalah hasil positif Los Blancos––julukan Madrid––ke-200 di Piala/Liga Champions. Madrid mencapainya sejak menundukkan Servette 2-0 pada 8 September 1955, saat debut di Piala Champions dan melakoni 344 pertandingan.
Mereka semakin kukuh di puncak dan menjauhi pesaing terdekat Bayern Muenchen, yang 140 menumbangkan lawan di 255 partai.
Klub kuat Eropa lain juga makin tertinggal. Juara bertahan Barcelona baru meraih 133 kemenangan di 229 laga. Sementara Manchester United mengandaskan musuh 132 dari 235 kesempatan.
Madrid patut bergembira dan bersemangat bisa membukukan kesuksesan ini. Sebab, prestasi berjaya di GSP juga membuka peluang mereka merebut gelar juara bertambah terbuka.
Artinya, Madrid tetap berpotensi merebut kemenangan ke-10, terbanyak sepanjang sejarah. Bukan hanya Madrid yang senang selepas kemenangan atas APOEL.Mourinho juga bisa tertawa .Pasalnya, laga tadi berbuah kemenangan ke-50 di Liga Champions.
Nakhoda berkebangsaan Portugal ini mencapainya setelah melewati 92 pertandingan bersama empat klub berbeda, yakni FC Porto,Chelsea, Inter Milan, dan Madrid. Hebatnya, Mourinho belum pernah kalah di Liga Champions musim ini.
Di sembilan pertandingan, nakhoda asal Portugal itu mencatat 8 kemenangan dan 1 kali imbang. Tak kalah penting,The Special One––julukan Mourinho––juga berpeluang menjadi pelatih pertama yang menjuarai Liga Champions bersama tiga tim berbeda.
''Perlu waktu lama bagi kami untuk bisa menciptakan gol. Namun,itu karena lawan bermain sangat baik,”ujar Mourinho, dikutip Reuters.“APOEL memang tidak punya pemain dengan bakat individu luar biasa seperti tim lain di Liga Champions. Tapi soal organisasi dan karakter, mereka luar biasa,”ujarnya.
Mourinho bukanlah satu-satunya individu yang tersenyum.Striker Karim Benzema turut bergembira.Striker asal Prancis itu sekarang tercatat sebagai top skor Madrid di Liga Champions. Dia menciptakan tujuh gol dan menggeser Cristiano Ronaldo (6). Namun, Benzema masih tertinggal dari Lionel Messi (12 gol/Barcelona) dan Mario Gomez (10 gol/Bayern Muenchen).
Bersama Madrid, Benzema kini menyumbang 14 gol dari 22 pertandingan di Liga Champions.Bila dihitung saat masih berseragam Olympique Lyon,dia membukukan 26 gol. Semua rekor ini dicapai berkat kesuksesan memetik hasil positif di GPS.
Meski mencatat kemenangan telak, Los Blancos sebenarnya sempat kesulitan di pertandingan ini. Mereka mesti menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk meraih keunggulan. Benzema membuka dan menutup supremasi Madrid,diselingi kontribusi Kaka.
Gol-gol ini ditorehkan pada 16 menit terakhir pertandingan.Selisih tiga gol tersebut jelas menjadi bekal berharga leg kedua di Santiago Bernabeu,Rabu (4/4). Kemampuan Madrid memorak-porandakan pertahanan tuan rumah jelang selesainya pun disesalkan Pelatih APOEL Ivan Jovanovic. Kekalahan itu tidak pelak berpotensi menutup kisah indah yang dicatat Ailton dkk pada partisipasi Liga Champions musim ini.
APOEL mencatat sejarah dengan menjadi klub Siprus pertama yang melenggang hingga 8 besar. ''Harus kami akui, Madrid hampir dipastikan lolos ke semifinal. Saya bahkan percaya mereka akan ke final dan merebut gelar. Kami sangat bersyukur bisa menghadapi tim sekelas Madrid,” tutur Jovanovic. ''Walau berusaha menahan, kami tidak bisa menghentikan mereka,” sambung arsitek Serbia tersebut.
Salah satu sejarah itu adalah hasil positif Los Blancos––julukan Madrid––ke-200 di Piala/Liga Champions. Madrid mencapainya sejak menundukkan Servette 2-0 pada 8 September 1955, saat debut di Piala Champions dan melakoni 344 pertandingan.
Mereka semakin kukuh di puncak dan menjauhi pesaing terdekat Bayern Muenchen, yang 140 menumbangkan lawan di 255 partai.
Klub kuat Eropa lain juga makin tertinggal. Juara bertahan Barcelona baru meraih 133 kemenangan di 229 laga. Sementara Manchester United mengandaskan musuh 132 dari 235 kesempatan.
Madrid patut bergembira dan bersemangat bisa membukukan kesuksesan ini. Sebab, prestasi berjaya di GSP juga membuka peluang mereka merebut gelar juara bertambah terbuka.
Artinya, Madrid tetap berpotensi merebut kemenangan ke-10, terbanyak sepanjang sejarah. Bukan hanya Madrid yang senang selepas kemenangan atas APOEL.Mourinho juga bisa tertawa .Pasalnya, laga tadi berbuah kemenangan ke-50 di Liga Champions.
Nakhoda berkebangsaan Portugal ini mencapainya setelah melewati 92 pertandingan bersama empat klub berbeda, yakni FC Porto,Chelsea, Inter Milan, dan Madrid. Hebatnya, Mourinho belum pernah kalah di Liga Champions musim ini.
Di sembilan pertandingan, nakhoda asal Portugal itu mencatat 8 kemenangan dan 1 kali imbang. Tak kalah penting,The Special One––julukan Mourinho––juga berpeluang menjadi pelatih pertama yang menjuarai Liga Champions bersama tiga tim berbeda.
''Perlu waktu lama bagi kami untuk bisa menciptakan gol. Namun,itu karena lawan bermain sangat baik,”ujar Mourinho, dikutip Reuters.“APOEL memang tidak punya pemain dengan bakat individu luar biasa seperti tim lain di Liga Champions. Tapi soal organisasi dan karakter, mereka luar biasa,”ujarnya.
Mourinho bukanlah satu-satunya individu yang tersenyum.Striker Karim Benzema turut bergembira.Striker asal Prancis itu sekarang tercatat sebagai top skor Madrid di Liga Champions. Dia menciptakan tujuh gol dan menggeser Cristiano Ronaldo (6). Namun, Benzema masih tertinggal dari Lionel Messi (12 gol/Barcelona) dan Mario Gomez (10 gol/Bayern Muenchen).
Bersama Madrid, Benzema kini menyumbang 14 gol dari 22 pertandingan di Liga Champions.Bila dihitung saat masih berseragam Olympique Lyon,dia membukukan 26 gol. Semua rekor ini dicapai berkat kesuksesan memetik hasil positif di GPS.
Meski mencatat kemenangan telak, Los Blancos sebenarnya sempat kesulitan di pertandingan ini. Mereka mesti menunggu hingga pertengahan babak kedua untuk meraih keunggulan. Benzema membuka dan menutup supremasi Madrid,diselingi kontribusi Kaka.
Gol-gol ini ditorehkan pada 16 menit terakhir pertandingan.Selisih tiga gol tersebut jelas menjadi bekal berharga leg kedua di Santiago Bernabeu,Rabu (4/4). Kemampuan Madrid memorak-porandakan pertahanan tuan rumah jelang selesainya pun disesalkan Pelatih APOEL Ivan Jovanovic. Kekalahan itu tidak pelak berpotensi menutup kisah indah yang dicatat Ailton dkk pada partisipasi Liga Champions musim ini.
APOEL mencatat sejarah dengan menjadi klub Siprus pertama yang melenggang hingga 8 besar. ''Harus kami akui, Madrid hampir dipastikan lolos ke semifinal. Saya bahkan percaya mereka akan ke final dan merebut gelar. Kami sangat bersyukur bisa menghadapi tim sekelas Madrid,” tutur Jovanovic. ''Walau berusaha menahan, kami tidak bisa menghentikan mereka,” sambung arsitek Serbia tersebut.
()