Carroll grogi hadapi mantan klub
Jum'at, 30 Maret 2012 - 10:46 WIB
Carroll grogi hadapi mantan klub
A
A
A
Sindonews.com - Untuk pertama sejak meninggalkan Newcastle United, Andy Carroll kembali ke St James’ Park. Bomber jangkung yang dibeli Liverpool senilai 35 juta pounds tersebut pun dihinggapi rasa cemas dan gugup.
Minggu (1/4) The Reds––julukan Liverpool––akan bertandang ke markas Newcastle. Dan, sejak menerima pinangan Liverpool pada Januari 2011,ini adalah pertama kali Carroll menginjakkan kaki ke rumah lamanya.
Sebenarnya, Liverpool sudah dua kali bersua The Magpies––julukan Newcastle––sejak Carroll berkostum The Reds. Namun, kesempatan tersebut dipanggungkan di Anfield.
Pada dua pertarungan itu, Carroll gagal merobek gawang Newcastle.
''Biasanya saya tidak pernah gugup menjelang sebuah pertandingan. Tetapi, ini sesuatu yang berbeda. Seluruh keluarga dan teman-teman saya bakal hadir di sana. Namun, entah siapa yang akan mereka dukung,”ucap Carroll, dilansir The Daily Mail.
Carroll menyadari dirinya tidak akan mendapat sambutan hangat dari suporter The Magpies. Maklum, sebelum bergabung dengan Liverpool,Carroll adalah kesayangan mereka. Dia menyumbang 33 gol dari 91 bagi Newcastle.
Namun, segalanya berubah ketika The Reds datang dan menyodorkan uang 35 juta pounds kepada manajemen The Magpies. Sontak, suporter pun melabeli Carroll tak setia. Ucapan penggawa berusia 23 tahun tersebut bahwa dirinya tetap merupakan pendukung Newcastle tidak meredakan emosi fans.
''Sangat menggembirakan melihat Newcastle bermain sangat baik. Saya terus mendukung mereka. Saya dibesarkan di sana dan sangat beruntung pernah bermain bagi mereka. Klub itu bakal selalu memiliki arti yang besar bagi saya,”ujar Carroll.
Berbeda dengan The Magpies yang makin menunjukkan permainan lebih baik sejak Carroll pergi, sang bomber justru belum dapat memberi sumbangsih besar kepada The Reds.
Sejak Januari 2011, dia hanya delapan kali merobek jala lawan. Terakhir kali Carroll mencetak gol pada laga Piala FA kontra Brighton,19 Februari lalu. Sementara itu, Nakhoda Liverpool Kenny Dalglish mendukung Carroll agar bisa bersinar di St James’ Park. Maklum, The Reds sangat membutuhkan poin sempurna agar tidak tenggelam ke papan bawah klasemen sementara Liga Primer.
Hingga pekan ke-30, Steven Gerrard dkk masih terpaku di tangga 7 dengan koleksi 40 angka. Kemenangan akan membuka kans Liverpool untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan. Selain itu, Dalglish juga terancam akan dipecat menyusul serangkaian hasil negatif. Padahal, manajemen sudah menggelontorkan 120 juta pounds untuk mendatangkan pemain berkualitas ke Anfield.
Dalglish memang berhasil merebut Piala Liga (Carling) dan membawa The Reds menyentuh semifinal Piala FA.Namun,hal itu tidak cukup karena di Liga Primer performa The Reds jauh dari kata memuaskan. ''Kami tahu apa yang harus kami lakukan.Kami berjuang keras agar mendapat hasil terbaik di Liga Primer. Kami berada di belakang pelatih,” pungkas Carroll.
Minggu (1/4) The Reds––julukan Liverpool––akan bertandang ke markas Newcastle. Dan, sejak menerima pinangan Liverpool pada Januari 2011,ini adalah pertama kali Carroll menginjakkan kaki ke rumah lamanya.
Sebenarnya, Liverpool sudah dua kali bersua The Magpies––julukan Newcastle––sejak Carroll berkostum The Reds. Namun, kesempatan tersebut dipanggungkan di Anfield.
Pada dua pertarungan itu, Carroll gagal merobek gawang Newcastle.
''Biasanya saya tidak pernah gugup menjelang sebuah pertandingan. Tetapi, ini sesuatu yang berbeda. Seluruh keluarga dan teman-teman saya bakal hadir di sana. Namun, entah siapa yang akan mereka dukung,”ucap Carroll, dilansir The Daily Mail.
Carroll menyadari dirinya tidak akan mendapat sambutan hangat dari suporter The Magpies. Maklum, sebelum bergabung dengan Liverpool,Carroll adalah kesayangan mereka. Dia menyumbang 33 gol dari 91 bagi Newcastle.
Namun, segalanya berubah ketika The Reds datang dan menyodorkan uang 35 juta pounds kepada manajemen The Magpies. Sontak, suporter pun melabeli Carroll tak setia. Ucapan penggawa berusia 23 tahun tersebut bahwa dirinya tetap merupakan pendukung Newcastle tidak meredakan emosi fans.
''Sangat menggembirakan melihat Newcastle bermain sangat baik. Saya terus mendukung mereka. Saya dibesarkan di sana dan sangat beruntung pernah bermain bagi mereka. Klub itu bakal selalu memiliki arti yang besar bagi saya,”ujar Carroll.
Berbeda dengan The Magpies yang makin menunjukkan permainan lebih baik sejak Carroll pergi, sang bomber justru belum dapat memberi sumbangsih besar kepada The Reds.
Sejak Januari 2011, dia hanya delapan kali merobek jala lawan. Terakhir kali Carroll mencetak gol pada laga Piala FA kontra Brighton,19 Februari lalu. Sementara itu, Nakhoda Liverpool Kenny Dalglish mendukung Carroll agar bisa bersinar di St James’ Park. Maklum, The Reds sangat membutuhkan poin sempurna agar tidak tenggelam ke papan bawah klasemen sementara Liga Primer.
Hingga pekan ke-30, Steven Gerrard dkk masih terpaku di tangga 7 dengan koleksi 40 angka. Kemenangan akan membuka kans Liverpool untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan. Selain itu, Dalglish juga terancam akan dipecat menyusul serangkaian hasil negatif. Padahal, manajemen sudah menggelontorkan 120 juta pounds untuk mendatangkan pemain berkualitas ke Anfield.
Dalglish memang berhasil merebut Piala Liga (Carling) dan membawa The Reds menyentuh semifinal Piala FA.Namun,hal itu tidak cukup karena di Liga Primer performa The Reds jauh dari kata memuaskan. ''Kami tahu apa yang harus kami lakukan.Kami berjuang keras agar mendapat hasil terbaik di Liga Primer. Kami berada di belakang pelatih,” pungkas Carroll.
()