Dutra absen, pelatih Persebaya ragukan pemain muda
Kamis, 05 April 2012 - 03:46 WIB
Dutra absen, pelatih Persebaya ragukan pemain muda
A
A
A
Sindonews.com - Absennya Otavio Dutra dalam laga melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (8/4) mendatang, membuka asa bagi Nurmufid Fastabiqul Khoirot. Ia akan menjalani debut perdana bersama Persebaya di ajang Indonesian Premier League (IPL). Sayangnya, Pelatih Divaldo Alves tampak masih meragukan kemampuan amunisi muda lainnya.
Lini belakang Persebaya memang dipastikan keropos dalam laga perdana putaran kedua melawan PSMS Medan setelah dua pemain belakang, Otavio Dutra dan Erol Iba terkena akumulasi kartu.
Yang menjadi masalah, calon pengganti Dutra memang masih misteri. Sebab, di posisi Dutra ada beberapa nama seperti Khomad Suharto, Jefri Prasetyo dan Nurmufid Fastabiqul Khoirot.
Nama Fasta, panggilan Nurmufid Fastabiqul Khoirot, digadang-gadang layak menjadi pengganti Dutra. Meski belum pernah tampil bersama Persebaya, namun Fasta sudah membuktikan kemampuan ketika membela Timnas U-21 di ajang Sultan Hassanal Bolkiah Trophy beberapa waktu lalu.
Bukan hanya tangguh menggalang pertahanan, namun pemain yang dijuluki titisan Bejo Sugiantoro itu juga punya kemampuan melepaskan tendangan gledek. Satu gol dicetak Fasta diajang yang digelar di Brunai Darrusalam itu.
Namun penampilan cemerlang Fatsa, belum membuat Pelatih Persebaya Divaldo Alves mantap. Buktinya, belum ada garansi Fasta akan dimainkan dalam laga melawan PSMS Medan, "Ada beberapa nama alternatif penggati Dutra, selain Fasta juga ada masih ada Khomad Suharto dan Jefri Prasetyo, " ujar pelatih berkebangsaan Portugal ini.
Tak mudah memang bagi Divaldo untuk bisa mencari pengganti Dutra. Sebab, pemain asal Brasil ini posisinya nyaris tak tergantikan di Persebaya sejak musim lalu. Ketika masih berlaga di Liga Primer Indonesia, Dutra merupakan palang pintu tangguh. Musim ini, meski mendapat duet baru bersama Rivelino Ardiles, namun penampilan Dutra juga tetap konsisten.
Peluang Fasta tampil sepenuh berada di tangan Divaldo. Jika melihat perjalanan selama putaran pertama lalu, Dutra sebenarnya juga pernah tidak tampil terutama di awal musim karena masalah ITC.
Namun, saat itu, Divaldo lebih memilih memainkan pemain yang sudah punya pengalaman seperti Khomad Suharto atau Jefri Prasetyo. Saat ini, kondisi Jefri sendiri sudah pulih dari bekapan cedera.
Tapi, jika melihat penampilan Fasta di Timnas U 21 sepantas pemain muda resmi produk binaan Persebaya itu diberikan kesempatan tampil. Apalagi Pelatih Timnas U 21, Widodo C Putra sempat mengkritik klub-klub yang tidak memberikan kesempatan pemain muda tampil di kompetisi.
"Delapan puluh persen pemain Timnas U-21 yang tampil di Brunei tidak pernah tampil di kompetisi, klub juga harus memperhatikan ini agar pemain muda punya pengalaman bertanding, " keluh Widodo.
Sementara untuk pengganti Erol Iba sudah tidak ada masalah. Kemungkinan besar akan digantikan Mat Halil. Sedangkan posisi Halil di bek kanan akan ditempati Yusuf Hamzah yang dalam beberapa pertandingan terakhir penampilannya cukup menjanjikan.
"Absennya Dutra memang merugikan tim apalagi dia tidak layak mendapat kartu kuning ketika menghadapi Bontang FC, " keluh Manajer Persebaya, Saleh Hanifah.
Disinggung soal peluang Fasta tampil mengantikan Dutra, Saleh mengatakan jika itu sepenuhnya menjadi wewenang pelatih. "Itu kewenangan pelatih, bisa jadi Fasta tidak tampil penuh dulu, mengingat dia belum pernah main. Tapi keputusan ada di pelatih, " elaknya.
Lini belakang Persebaya memang dipastikan keropos dalam laga perdana putaran kedua melawan PSMS Medan setelah dua pemain belakang, Otavio Dutra dan Erol Iba terkena akumulasi kartu.
Yang menjadi masalah, calon pengganti Dutra memang masih misteri. Sebab, di posisi Dutra ada beberapa nama seperti Khomad Suharto, Jefri Prasetyo dan Nurmufid Fastabiqul Khoirot.
Nama Fasta, panggilan Nurmufid Fastabiqul Khoirot, digadang-gadang layak menjadi pengganti Dutra. Meski belum pernah tampil bersama Persebaya, namun Fasta sudah membuktikan kemampuan ketika membela Timnas U-21 di ajang Sultan Hassanal Bolkiah Trophy beberapa waktu lalu.
Bukan hanya tangguh menggalang pertahanan, namun pemain yang dijuluki titisan Bejo Sugiantoro itu juga punya kemampuan melepaskan tendangan gledek. Satu gol dicetak Fasta diajang yang digelar di Brunai Darrusalam itu.
Namun penampilan cemerlang Fatsa, belum membuat Pelatih Persebaya Divaldo Alves mantap. Buktinya, belum ada garansi Fasta akan dimainkan dalam laga melawan PSMS Medan, "Ada beberapa nama alternatif penggati Dutra, selain Fasta juga ada masih ada Khomad Suharto dan Jefri Prasetyo, " ujar pelatih berkebangsaan Portugal ini.
Tak mudah memang bagi Divaldo untuk bisa mencari pengganti Dutra. Sebab, pemain asal Brasil ini posisinya nyaris tak tergantikan di Persebaya sejak musim lalu. Ketika masih berlaga di Liga Primer Indonesia, Dutra merupakan palang pintu tangguh. Musim ini, meski mendapat duet baru bersama Rivelino Ardiles, namun penampilan Dutra juga tetap konsisten.
Peluang Fasta tampil sepenuh berada di tangan Divaldo. Jika melihat perjalanan selama putaran pertama lalu, Dutra sebenarnya juga pernah tidak tampil terutama di awal musim karena masalah ITC.
Namun, saat itu, Divaldo lebih memilih memainkan pemain yang sudah punya pengalaman seperti Khomad Suharto atau Jefri Prasetyo. Saat ini, kondisi Jefri sendiri sudah pulih dari bekapan cedera.
Tapi, jika melihat penampilan Fasta di Timnas U 21 sepantas pemain muda resmi produk binaan Persebaya itu diberikan kesempatan tampil. Apalagi Pelatih Timnas U 21, Widodo C Putra sempat mengkritik klub-klub yang tidak memberikan kesempatan pemain muda tampil di kompetisi.
"Delapan puluh persen pemain Timnas U-21 yang tampil di Brunei tidak pernah tampil di kompetisi, klub juga harus memperhatikan ini agar pemain muda punya pengalaman bertanding, " keluh Widodo.
Sementara untuk pengganti Erol Iba sudah tidak ada masalah. Kemungkinan besar akan digantikan Mat Halil. Sedangkan posisi Halil di bek kanan akan ditempati Yusuf Hamzah yang dalam beberapa pertandingan terakhir penampilannya cukup menjanjikan.
"Absennya Dutra memang merugikan tim apalagi dia tidak layak mendapat kartu kuning ketika menghadapi Bontang FC, " keluh Manajer Persebaya, Saleh Hanifah.
Disinggung soal peluang Fasta tampil mengantikan Dutra, Saleh mengatakan jika itu sepenuhnya menjadi wewenang pelatih. "Itu kewenangan pelatih, bisa jadi Fasta tidak tampil penuh dulu, mengingat dia belum pernah main. Tapi keputusan ada di pelatih, " elaknya.
()