Lampard : Chelsea tak punya naluri pembunuh
Rabu, 11 April 2012 - 14:11 WIB
Lampard : Chelsea tak punya naluri pembunuh
A
A
A
Sindonews.com – Anjloknya peringkat Chelsea ke posisi enam klasemen sementara Liga Premier Inggris pasca di tahan imbang 1-1 Fulham pada Selasa(9/4/2012) lalu, membuat kans The Blues untuk finis di urutan zona big four semakin tipis.
Gelandang Chelsea Frank lampard mengungkapkan, timnya saat ini tak memiliki naluri pembunuh seperti yang dimiliki tim papan atas lainnya seperti Arsenal dan Manchester United.
’’Saya menyaksikan permainan Arsenal pada hari Minggu lalu. Mereka menang di menit akhir dan telah melakukan hal serupa pada pertandingan sebelumnya. Manchester United juga telah menang melakukan hal itu secara teratur,” ungkap Lampard seperti dikutip The Sun, Rabu (11/4/2012).
Pemain berusia 33 tahun itu menilai kedua tim itu mampu mengalahkan lawannya dalam kondisi apa pun. Sehingga mereka mampu menunjukkan kapasitas mereka sebagai tim papan atas.
’’Sayangnya kami belum mampu melakukan itu. Ada banyak alasan untuk itu. Fulham menempatkan kami di bawah tekanan mereka. Yang paling membuat frustrasi saya adalah kami mampu memegang kendali di awal babak kedua. Namun, kami membiarkan mereka menguasai kembali jalannya pertandingan,” pungkasnya.
Gelandang Chelsea Frank lampard mengungkapkan, timnya saat ini tak memiliki naluri pembunuh seperti yang dimiliki tim papan atas lainnya seperti Arsenal dan Manchester United.
’’Saya menyaksikan permainan Arsenal pada hari Minggu lalu. Mereka menang di menit akhir dan telah melakukan hal serupa pada pertandingan sebelumnya. Manchester United juga telah menang melakukan hal itu secara teratur,” ungkap Lampard seperti dikutip The Sun, Rabu (11/4/2012).
Pemain berusia 33 tahun itu menilai kedua tim itu mampu mengalahkan lawannya dalam kondisi apa pun. Sehingga mereka mampu menunjukkan kapasitas mereka sebagai tim papan atas.
’’Sayangnya kami belum mampu melakukan itu. Ada banyak alasan untuk itu. Fulham menempatkan kami di bawah tekanan mereka. Yang paling membuat frustrasi saya adalah kami mampu memegang kendali di awal babak kedua. Namun, kami membiarkan mereka menguasai kembali jalannya pertandingan,” pungkasnya.
()