Mari berdoa PSSI bersatu di ultah ke-82
Jum'at, 20 April 2012 - 09:40 WIB
Mari berdoa PSSI bersatu di ultah ke-82
A
A
A
Sindonews.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) genap 82 tahun pada 19 April lalu. Di usia yang bisa dibilang uzur, hasrat agar persepakbolaan Indonesia berkembang masih jauh dari harapan.
Sejak dibentuk sebagai alat perjuangan pada 1930 oleh Ir Soeratin Sosrosoegondo, belum ada prestasi membanggakan yang diraih PSSI. Sebaliknya, PSSI saat ini masuk kondisi superkritis.
Dualisme kepemimpinan hingga dualisme kompetisi seperti Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL) justru terjadi.Kondisi itu membuat kepemimpinan Djohar Arifin Husin terus diguncang masalah sejak terpilih pada 9 Juli 2011.
Saat ini,perpecahan dalam persepakbolaan Indonesia dibilang sudah mengakar ke berbagai komponen sepak bola Tanah Air. Berbagai dualisme mewarnai persepakbolaan Indonesia, mulai dari dualisme klub, dualisme kompetisi, sampai dualisme organisasi. La Nyalla M Mattalitti bahkan ditunjuk sebagai ketua umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI),18 Maret 2012.
Berbagai harapan agar PSSI bisa merangkak naik di usia ke- 82 tahun disampaikan berbagai lapisan olahraga si kulit bundar tersebut.Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng berharap dengan semangat ulang tahun PSSI, semua pihak yang berseteru bisa kembali bersatu untuk mengembangkan sepak bola Tanah Air.
''Mudah-mudahan dengan semangat ulang tahun, semua pihak stakeholderdan pencinta bola Indonesia kembali memikirkan jika PSSI dibentuk untuk kepentingan nasional. Seharusnya,dengan sepak bola kita bisa membangkitkan semangat dan kebangkitan Indonesia,” ungkap Andi di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta.
Harapan agar ke depan sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi,juga disampaikan mantan punggawa tim nasional (timnas) Indonesia era 1990 Widodo C Putro.Pria yang saat ini menjabat asisten pelatih timnas U-22 itu meminta semua pihak mementingkan rasa persatuan dan kesatuan demi kemajuan bersama.
Sementara bek Semen Padang Abdul Rahman meminta semua pihak membangun sepak bola Indonesia ke depan. ''Harapannya semoga sepak bola kita lebih baik lagi serta tidak ada lagi perbedaan dalam pengurus. Semua mau bersatu membangun sepak bola,”tandas Abdul Rahman.
Sejak dibentuk sebagai alat perjuangan pada 1930 oleh Ir Soeratin Sosrosoegondo, belum ada prestasi membanggakan yang diraih PSSI. Sebaliknya, PSSI saat ini masuk kondisi superkritis.
Dualisme kepemimpinan hingga dualisme kompetisi seperti Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL) justru terjadi.Kondisi itu membuat kepemimpinan Djohar Arifin Husin terus diguncang masalah sejak terpilih pada 9 Juli 2011.
Saat ini,perpecahan dalam persepakbolaan Indonesia dibilang sudah mengakar ke berbagai komponen sepak bola Tanah Air. Berbagai dualisme mewarnai persepakbolaan Indonesia, mulai dari dualisme klub, dualisme kompetisi, sampai dualisme organisasi. La Nyalla M Mattalitti bahkan ditunjuk sebagai ketua umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI),18 Maret 2012.
Berbagai harapan agar PSSI bisa merangkak naik di usia ke- 82 tahun disampaikan berbagai lapisan olahraga si kulit bundar tersebut.Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng berharap dengan semangat ulang tahun PSSI, semua pihak yang berseteru bisa kembali bersatu untuk mengembangkan sepak bola Tanah Air.
''Mudah-mudahan dengan semangat ulang tahun, semua pihak stakeholderdan pencinta bola Indonesia kembali memikirkan jika PSSI dibentuk untuk kepentingan nasional. Seharusnya,dengan sepak bola kita bisa membangkitkan semangat dan kebangkitan Indonesia,” ungkap Andi di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta.
Harapan agar ke depan sepak bola Indonesia bisa lebih baik lagi,juga disampaikan mantan punggawa tim nasional (timnas) Indonesia era 1990 Widodo C Putro.Pria yang saat ini menjabat asisten pelatih timnas U-22 itu meminta semua pihak mementingkan rasa persatuan dan kesatuan demi kemajuan bersama.
Sementara bek Semen Padang Abdul Rahman meminta semua pihak membangun sepak bola Indonesia ke depan. ''Harapannya semoga sepak bola kita lebih baik lagi serta tidak ada lagi perbedaan dalam pengurus. Semua mau bersatu membangun sepak bola,”tandas Abdul Rahman.
()