Mental tanding lemah, lini belakang goyah
Rabu, 25 April 2012 - 10:15 WIB
Mental tanding lemah, lini belakang goyah
A
A
A
Sindonews.com - Persija Jakarta kembali terperosok. Rencana bangkit di putaran kedua Kompetisi Indonesian Premier League (IPL) belum berjalan sempurna.
Sempat mengawali dengan manis saat menaklukkan Persiraja Banda Aceh 3-1,namun setelah itu klub berjuluk Macan Kemayorantersebut kembali menuai hasil buruk.Persija dipaksa menyerah 2-3 dari Persibo Bojonegoro di StadionWilis, Madiun, Senin (23/4).
Sejumlah faktor menjadi penyebab inkonsistensi permainan Persija. Menurut Asisten Pelatih Toyo Haryono, selain mental bertanding yang belum bagus, Macan Kemayoran pun masih kurang maksimal di lini pertahanan.
''Para pemain masih cepat down saat kecolongan di awal-awal pertandingan. Selain itu, lini pertahanan kami pun masih rapuh dan kerap kali gol-gol tim lawan dihasilkan dari adanya kesalahan-kesalahan pemain belakang,”ungkap Toyo.
Lini pertahanan memang kerap kali dikeluhkan Toyo.Delapan pemain lini belakang Macan Kemayoranseperti Hamdi Ramdan, Tito Purnomo, Liswanto, Ahmad Basid, Saiful Indra Cahya, Hendra Bayauw, Sadek Sanaki, dan Ferdi Mose belum memenuhi harapan dari tim kepelatihan Persija.
''Mereka kerap masih lengah dalam menjaga pos.Akibatnya,pemain lawan sering mendapat keuntungan.Kami akan mencoba terus memperbaiki semuanya dan tidak ingin terpuruk di klasemen akhir,”kata Toyo, yang menggantikan Jaya Hartono.
Sementara itu, bomber Persija Emanuel de Porras menyatakan tidak konsistennya permainan Macan Kemayoranlebih pada faktorfaktor nonteknis. Tidak bisa menggelar laga kandang di Jakarta dan panasnya cuaca di Kota Madiun jadi salah satu alasan yang disampaikan penyerang berkewarganegaraan Argentina tersebut.
''Kami sampai sejauh ini masih bermain jauh dariJakarta.Tentu saja itu jadi satu kendala tersendiri. Saat ini kami bermain di Madiun yang kondisi cuacanya cukup panas,itu juga memberikan pengaruh kepada tim kami,”tandas DePorras.
Sempat mengawali dengan manis saat menaklukkan Persiraja Banda Aceh 3-1,namun setelah itu klub berjuluk Macan Kemayorantersebut kembali menuai hasil buruk.Persija dipaksa menyerah 2-3 dari Persibo Bojonegoro di StadionWilis, Madiun, Senin (23/4).
Sejumlah faktor menjadi penyebab inkonsistensi permainan Persija. Menurut Asisten Pelatih Toyo Haryono, selain mental bertanding yang belum bagus, Macan Kemayoran pun masih kurang maksimal di lini pertahanan.
''Para pemain masih cepat down saat kecolongan di awal-awal pertandingan. Selain itu, lini pertahanan kami pun masih rapuh dan kerap kali gol-gol tim lawan dihasilkan dari adanya kesalahan-kesalahan pemain belakang,”ungkap Toyo.
Lini pertahanan memang kerap kali dikeluhkan Toyo.Delapan pemain lini belakang Macan Kemayoranseperti Hamdi Ramdan, Tito Purnomo, Liswanto, Ahmad Basid, Saiful Indra Cahya, Hendra Bayauw, Sadek Sanaki, dan Ferdi Mose belum memenuhi harapan dari tim kepelatihan Persija.
''Mereka kerap masih lengah dalam menjaga pos.Akibatnya,pemain lawan sering mendapat keuntungan.Kami akan mencoba terus memperbaiki semuanya dan tidak ingin terpuruk di klasemen akhir,”kata Toyo, yang menggantikan Jaya Hartono.
Sementara itu, bomber Persija Emanuel de Porras menyatakan tidak konsistennya permainan Macan Kemayoranlebih pada faktorfaktor nonteknis. Tidak bisa menggelar laga kandang di Jakarta dan panasnya cuaca di Kota Madiun jadi salah satu alasan yang disampaikan penyerang berkewarganegaraan Argentina tersebut.
''Kami sampai sejauh ini masih bermain jauh dariJakarta.Tentu saja itu jadi satu kendala tersendiri. Saat ini kami bermain di Madiun yang kondisi cuacanya cukup panas,itu juga memberikan pengaruh kepada tim kami,”tandas DePorras.
()