Kalah terus, pemain Persebaya malah diguyur bonus
Kamis, 26 April 2012 - 04:15 WIB
Kalah terus, pemain Persebaya malah diguyur bonus
A
A
A
Sindonews.com - Enak benar menjadi pemain Persebaya. Lihat saja, dua kali kekalahan beruntun di awal putaran kedua Indonesian Premier League (IPL), tidak membuat manajemen murka. Justru sebaliknya, Andik Vermansyah dkk. malah mendapat kucuran bonus jelang laga melawan tuan rumah PSM Makasar, Sabtu (28/4) lusa.
Kuncuran bonus senilai sekitar Rp 25 juta itu diberikan setelah Persebaya menelan kekalahan dari tuan rumah Persema Malang, 1-2, Minggu (22/4). Sebelumnya, Persebaya juga tidak mendapatkan poin ketika menghadapi Semen Padang di Stadion Agus Salim, (14/4). Akibat dua kekalahan ini, Persebaya harus terlempar dari lima besar dalam klasemen sementara IPL.
CEO PT Pengelola Persebaya I Gede Widiade mengakui jika mengucurkan bonus kepada para pemain, meski dua kali gagal mendapatkan poin. Namun, bonus itu diberikan kepada pemain tidak gratis. Imbalannya, Andik Vermansyah dkk diharapkan bisa pulang membawa poin saat mengahadapi PSM Makasar. ''Dengan bonus itu, kami memunyai harapan agar Persebaya mampu meraih poin di pertandingan lawan PSM nanti,” ujarnya.
Ditambahkan Gede, meski kalah dari Persema, namun penampilan para pemain dianggap cukup baik. Bahkan tetap patang menyerang meski harus bermain dengan sembilan pemain setelah Mat Halil dan Erol Iba terkena kartu merah. ''Kami wajib memberikan apresiasi tersendiri kepada perjuangan pemain, meski hasil akhir tidak maksimal, " ujarnya.
Bukan hanya menguyur bonus, manajemen Persebaya juga mengampuni dosa Pelatih Divaldo Alves sebagai penanggungjawab utama menurunnya performa Persebaya di awal putaran kedua ini. Posisi pria asal Portugal itu sementara dipastikan tetap aman karena sama sekali tidak ada niat melakukan pergantian pelatih. "Kami sudah lakukan evaluasi, tidak ada pembicaraan soal pergantian pelatih, " tandasnya.
Di mata manajemen, dua kekalahan beruntun Persebaya tidak sepenuhnya kesalahan Divaldo sebagai pelatih. Sebab, yang menjadi biang keladi kekalahan Persebaya akibat buruknya kepemimpinan wasit. ''Kami banyak mendapatkan masukan, bukan hanya dari dalam menajemen dan luar manajemen. Kesimpulannya memang faktor wasit yang membuat kita tidak bisa maksimal, ” katanya.
Selain faktor wasit, kendala non teknis lainya juga menjadi penyebab kekalahan Persebaya. salah satu kegagalan panitia pelaksana (Panpel) Persebaya menggelar laga melawan PSMS Medan, Minggu (8/4) silam. Seperti diketahui, saat itu laga mendadak dibatalkan karena Panpel tidak mengantongi ijin keamanan dari kepolisan. Padahal kedua tim sudah siap bertanding beberapa jam sebelum jadwal kick off dimulai.
Akibat kegagalan menggelar pertandingan lawan PSMS, menurut Gede mempengaruhi mental tanding pemain di pertandingan berikutnya, “ Kegagalan tanding lawan PSMS mempengarui mental pemain. Andaikan Persebaya kemarin jadi menjamu PSMS dan menang, tentu situasinya lain. Sebab, pemain dalam kondisi senang dan lebih percaya diri mengahadapi Semen Padang,” ujarnya.
Meski saat terlempar dari lima besar, tepatnya berada di posisi enam dengan medulang 19 poin dari 13 pertandingan. Terpaut satu poin dari Persema Malang yang berada di peringkat kelima. Namun Persema baru menjalani 12 laga. Padahal pada paruh musim, Persebaya masih berada di posisi runner up membayangi pimpinan kelasmen saat itu, Persibo Bojenegoro. "Kami masih yakin bisa kembali berada di papan atas. Janji Divaldo pada putaran pertama bisa berada di posisi kedua dan itu sudah ditepati, " ujarnya.
Sayangnya, jelang keberangkatan tim ke Makasar, Kami (26/4) hari ini, Persebaya kembali ditempa masalah. Dalam latihan kemarin, Divaldo Alves dan gelandang Taufiq tidak tampak di lapangan. "Divaldo dan Taufiq sakit, tidak terlalu berat hanya butuh istirahat, " ujar Asisten Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan yang memimpin latihan mengantikan posisi Divaldo.
Dalam laga melawan PSM nanti, Persebaya sudah dipastikan kehilangan dua pemain Mat Halil dan Erol Iba. Namun menurut kabar yang didengar Ibnu, terbuka peluang kartu merah Halil dibatalkan. Ini setelah Persebaya melakukan protes karena Halil dianggap tidak layak mendapat kartu merah dalam laga lawan Persema. "Informasinya, PSSI sedang menyelidiki kasus Halil, mudah-mudahan kartu merah itu bisa dianulir, " harapnya.
Kuncuran bonus senilai sekitar Rp 25 juta itu diberikan setelah Persebaya menelan kekalahan dari tuan rumah Persema Malang, 1-2, Minggu (22/4). Sebelumnya, Persebaya juga tidak mendapatkan poin ketika menghadapi Semen Padang di Stadion Agus Salim, (14/4). Akibat dua kekalahan ini, Persebaya harus terlempar dari lima besar dalam klasemen sementara IPL.
CEO PT Pengelola Persebaya I Gede Widiade mengakui jika mengucurkan bonus kepada para pemain, meski dua kali gagal mendapatkan poin. Namun, bonus itu diberikan kepada pemain tidak gratis. Imbalannya, Andik Vermansyah dkk diharapkan bisa pulang membawa poin saat mengahadapi PSM Makasar. ''Dengan bonus itu, kami memunyai harapan agar Persebaya mampu meraih poin di pertandingan lawan PSM nanti,” ujarnya.
Ditambahkan Gede, meski kalah dari Persema, namun penampilan para pemain dianggap cukup baik. Bahkan tetap patang menyerang meski harus bermain dengan sembilan pemain setelah Mat Halil dan Erol Iba terkena kartu merah. ''Kami wajib memberikan apresiasi tersendiri kepada perjuangan pemain, meski hasil akhir tidak maksimal, " ujarnya.
Bukan hanya menguyur bonus, manajemen Persebaya juga mengampuni dosa Pelatih Divaldo Alves sebagai penanggungjawab utama menurunnya performa Persebaya di awal putaran kedua ini. Posisi pria asal Portugal itu sementara dipastikan tetap aman karena sama sekali tidak ada niat melakukan pergantian pelatih. "Kami sudah lakukan evaluasi, tidak ada pembicaraan soal pergantian pelatih, " tandasnya.
Di mata manajemen, dua kekalahan beruntun Persebaya tidak sepenuhnya kesalahan Divaldo sebagai pelatih. Sebab, yang menjadi biang keladi kekalahan Persebaya akibat buruknya kepemimpinan wasit. ''Kami banyak mendapatkan masukan, bukan hanya dari dalam menajemen dan luar manajemen. Kesimpulannya memang faktor wasit yang membuat kita tidak bisa maksimal, ” katanya.
Selain faktor wasit, kendala non teknis lainya juga menjadi penyebab kekalahan Persebaya. salah satu kegagalan panitia pelaksana (Panpel) Persebaya menggelar laga melawan PSMS Medan, Minggu (8/4) silam. Seperti diketahui, saat itu laga mendadak dibatalkan karena Panpel tidak mengantongi ijin keamanan dari kepolisan. Padahal kedua tim sudah siap bertanding beberapa jam sebelum jadwal kick off dimulai.
Akibat kegagalan menggelar pertandingan lawan PSMS, menurut Gede mempengaruhi mental tanding pemain di pertandingan berikutnya, “ Kegagalan tanding lawan PSMS mempengarui mental pemain. Andaikan Persebaya kemarin jadi menjamu PSMS dan menang, tentu situasinya lain. Sebab, pemain dalam kondisi senang dan lebih percaya diri mengahadapi Semen Padang,” ujarnya.
Meski saat terlempar dari lima besar, tepatnya berada di posisi enam dengan medulang 19 poin dari 13 pertandingan. Terpaut satu poin dari Persema Malang yang berada di peringkat kelima. Namun Persema baru menjalani 12 laga. Padahal pada paruh musim, Persebaya masih berada di posisi runner up membayangi pimpinan kelasmen saat itu, Persibo Bojenegoro. "Kami masih yakin bisa kembali berada di papan atas. Janji Divaldo pada putaran pertama bisa berada di posisi kedua dan itu sudah ditepati, " ujarnya.
Sayangnya, jelang keberangkatan tim ke Makasar, Kami (26/4) hari ini, Persebaya kembali ditempa masalah. Dalam latihan kemarin, Divaldo Alves dan gelandang Taufiq tidak tampak di lapangan. "Divaldo dan Taufiq sakit, tidak terlalu berat hanya butuh istirahat, " ujar Asisten Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan yang memimpin latihan mengantikan posisi Divaldo.
Dalam laga melawan PSM nanti, Persebaya sudah dipastikan kehilangan dua pemain Mat Halil dan Erol Iba. Namun menurut kabar yang didengar Ibnu, terbuka peluang kartu merah Halil dibatalkan. Ini setelah Persebaya melakukan protes karena Halil dianggap tidak layak mendapat kartu merah dalam laga lawan Persema. "Informasinya, PSSI sedang menyelidiki kasus Halil, mudah-mudahan kartu merah itu bisa dianulir, " harapnya.
()