Polisi Ukraina brutal amankan suporter

Selasa, 08 Mei 2012 - 10:13 WIB
Polisi Ukraina brutal...
Polisi Ukraina brutal amankan suporter
A A A
Sindonews.com - Kritik terus menghujani Ukraina. Kali ini datang dari organisasi penggiat HAM Amnesty International (AI). Dalam laporannya terkait kesiapan Ukraina menyelenggara kan Euro 2012, AI memperingatkan suporter sepak bola agar berhati-hati terhadap polisi Ukraina.

AI menilai polisi Ukraina sangat brutal dalam menangani kerusuhan dan cenderung mengedepankan kekerasan fisik. AI mengaku mempunyai bukti yang menunjukkan petugas keamanan di Ukraina terlibat dalam sejumlah kasus penyiksaan dan pemerasan di kota-kota yang akan menjadi tempat pertandingan. Menurut laporan tersebut, telah terjadi kasus penyiksaan di Lviv.

Dua orang dipukuli,dirampok,dan dimasukkan ke penjara oleh enam perwira polisi setelah terjadi perselisihan di bar. Lviv akan menjadi tempat pertandingan Jerman, Portugal, dan Denmark.

John Dalhuisen, direktur AI untuk wilayah Eropa dan Asia Tengah,mengatakan Ukraina harus bertindak tegas untuk mengatasi kriminalitas yang terjadi jika ingin sukses menjadi tuan rumah Euro 2012.

”Pemerintah harus mengambil tindakan untuk menghentikan kriminalitas yang semakin luas. Jika gagal, keamanan suporter menjadi taruhan. Mereka terancam oleh bahaya yang datang dari kekuatan yang berada di luar kendali,”kata Dalhuisen kepada CNN. Bukti lain yang ditunjukkan AI terkait kurang amannya Ukraina adalah kasus ledakan bom di Dnipropetrovsk, beberapa waktu lalu.

Lebih dari 20 orang terluka akibat insiden tersebut.Pihak berwenang menuduh kelompok kriminal yang mendalangi aksi tersebut sebagai protes atas perlakuan buruk Pemerintah Ukraina terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Yulia Tymoshenko. Namun, pihak Tymoshenko menilai tuduhan tersebut bermotif politik. Selain tindak kriminal dan kekerasan polisi, Ukraina juga masih dihadapkan dengan masalah transportasi.

Masalah harga hotel yang masih mahal juga belum menemui titik terang.Keinginan dan desakan Presiden UEFA Michel Platini agar Ukraina menurunkan harga-harga kamar ternyata belum mampu direalisasikan. Hingga satu bulan sebelum kick-off, harga-harga kamar hotel justru semakin tinggi dan tidak masuk akal.

”Ini sangat menjengkelkan. Sebab, banyak pihak yang tidak bertanggung jawab ingin mengeruk keuntungan pribadi. Keadaan semakin buruk dengan adanya para bandit dan penjahat yang ingin menghasilkan banyak uang selama Euro 2012 berlangsung,”kata Platini, beberapa waktu lalu.
()
Berita Terkini
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
10 jam yang lalu
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
11 jam yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
11 jam yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
11 jam yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
12 jam yang lalu
Jurnalis Argentina Dituding...
Jurnalis Argentina Dituding Jadi Pelakor, Istri Messi: Abaikan Omong Kosong Itu!
13 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved