Target finis papan atas, PSCS yakin bekuk Persis
Kamis, 24 Mei 2012 - 07:45 WIB
Target finis papan atas, PSCS yakin bekuk Persis
A
A
A
Sindonews.com - PSCS optimistis bisa bersaing sampai akhir kompetisi dengan menduduki posisi papan atas. Kuncinya adalah bisa mengalahkan Persis Solo di Stadion Wijayakusuma Cilacap, Minggu (27/5) mendatang. Saat ini PSCS bertengger di posisi 5 klasemen sementara Divisi Utama Grup II dengan 24 poin.
Pelatih PSCS Gatot Barnowo mengatakan, untuk tetap bisa bersaing di papan atas sampai akhir kompetisi, tim besutannya wajib mengalahkan Persis Solo. "Tergantung hasil pertandingan pada Minggui (27/5) versus Persis Solo nanti. Kalau PSCS menang berarti kita masih bersaing di papan atas," katanya, kemarin.
Secara matematis, kemenangan atas Persis Solo menjadi modal besar bagi Skuad Wijakusuma -julukan PSCS. Saat ini PSCS memang tertinggal 6 poin dari pemuncak klasemen Persepar Palangkaraya. Raihan poin PSCS sama yang ditorehkan PSIR Rembang. Namun, dua rival yang ada di atasnya, posisi 2 dan 3 klasemen, yakni PSIS Semarang dan Persipasi Bekasi yang sama-sama mengoleksi 26 poin akan saling berhadapan.
"Tentunya Minggu besok menjadi hari yang penting bagi PSCS. Apa pun hasil pertandingan PSIS dan Persipasi berpengaruh bagi kami. Jika kami menang melawan Persis, sementara PSIS dan Persipasi bermain seri, maka kami bertiga (PSCS, PSIS dan Persipasi) bernilai sam,''papar Gatot.
''Namun jika salah satu dari PSIS atau Persipasi kalah, kami akan menyalip tim yang kalah tersebut. Makanya, kami wajib menang melawan Persis, apalagi ini main di kandang."
Namun, dia mengakui meski bermain di depan publik sendiri, mengalahkan Persis Solo bukan pekerjaan mudah. Terlebih dua pemain inti PSCS tidak bisa dimainkan kontra tim kebanggaan warga Kota Solo tersebut.
Dua pilar yang absen adalah Julian yang menjalani larangan bermain karena akumulasi kartu serta Taryono yang masih belum sembuh total dari retak jari kaki. "Saya masih menyiapkan pemain penggantinya," imbuhnya.
Persis Solo memang sudah menyerah dari perburuan posisi papan atas klasemen. Belum lagi persoalan internal berupa gaji yang yang belum dibayarkan. Apakah hal itu menguntungkan PSCS? Dengan tegas, Gatot membantahnya.
"Saya kira pemain Persis Solo tetap profesional dan akan bermain dengan sungguh-sungguh serta tidak terganggu masalah internal. Jadi kami tidak akan terpengaruh hal itu. Persis tetap lawan tangguh. Untuk mengalahkan diperlukan tampil habis-habisan," jelas Gatot.
Pelatih Persis Solo Junaidi mengakui, Persis sudah tertutup peluangnya untuk bersaing di papan atas. Namun, dua laga sisa masing-masing melawat ke Cilacap dan menjamu PSIS tetap bakal dijalaninya dengan sungguh-sungguh. Pemain yang ditampilkan di liga tetap dengan skuad terbaik. "Apakah kita konsentrasinya bergeser ke Piala Indonesia? Sama sekali tidak, kami tetap akan tampil all out di Cilacap maupun di Solo melawan PSIS,"
Pelatih PSCS Gatot Barnowo mengatakan, untuk tetap bisa bersaing di papan atas sampai akhir kompetisi, tim besutannya wajib mengalahkan Persis Solo. "Tergantung hasil pertandingan pada Minggui (27/5) versus Persis Solo nanti. Kalau PSCS menang berarti kita masih bersaing di papan atas," katanya, kemarin.
Secara matematis, kemenangan atas Persis Solo menjadi modal besar bagi Skuad Wijakusuma -julukan PSCS. Saat ini PSCS memang tertinggal 6 poin dari pemuncak klasemen Persepar Palangkaraya. Raihan poin PSCS sama yang ditorehkan PSIR Rembang. Namun, dua rival yang ada di atasnya, posisi 2 dan 3 klasemen, yakni PSIS Semarang dan Persipasi Bekasi yang sama-sama mengoleksi 26 poin akan saling berhadapan.
"Tentunya Minggu besok menjadi hari yang penting bagi PSCS. Apa pun hasil pertandingan PSIS dan Persipasi berpengaruh bagi kami. Jika kami menang melawan Persis, sementara PSIS dan Persipasi bermain seri, maka kami bertiga (PSCS, PSIS dan Persipasi) bernilai sam,''papar Gatot.
''Namun jika salah satu dari PSIS atau Persipasi kalah, kami akan menyalip tim yang kalah tersebut. Makanya, kami wajib menang melawan Persis, apalagi ini main di kandang."
Namun, dia mengakui meski bermain di depan publik sendiri, mengalahkan Persis Solo bukan pekerjaan mudah. Terlebih dua pemain inti PSCS tidak bisa dimainkan kontra tim kebanggaan warga Kota Solo tersebut.
Dua pilar yang absen adalah Julian yang menjalani larangan bermain karena akumulasi kartu serta Taryono yang masih belum sembuh total dari retak jari kaki. "Saya masih menyiapkan pemain penggantinya," imbuhnya.
Persis Solo memang sudah menyerah dari perburuan posisi papan atas klasemen. Belum lagi persoalan internal berupa gaji yang yang belum dibayarkan. Apakah hal itu menguntungkan PSCS? Dengan tegas, Gatot membantahnya.
"Saya kira pemain Persis Solo tetap profesional dan akan bermain dengan sungguh-sungguh serta tidak terganggu masalah internal. Jadi kami tidak akan terpengaruh hal itu. Persis tetap lawan tangguh. Untuk mengalahkan diperlukan tampil habis-habisan," jelas Gatot.
Pelatih Persis Solo Junaidi mengakui, Persis sudah tertutup peluangnya untuk bersaing di papan atas. Namun, dua laga sisa masing-masing melawat ke Cilacap dan menjamu PSIS tetap bakal dijalaninya dengan sungguh-sungguh. Pemain yang ditampilkan di liga tetap dengan skuad terbaik. "Apakah kita konsentrasinya bergeser ke Piala Indonesia? Sama sekali tidak, kami tetap akan tampil all out di Cilacap maupun di Solo melawan PSIS,"
()