Sikap tegas Platini mengenai teknologi garis gawang
Minggu, 01 Juli 2012 - 06:24 WIB
Sikap tegas Platini mengenai teknologi garis gawang
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Michel Platini menegaskan tidak diperkenankan teknologi berada dalam dunia sepak bola untuk membuat keputusan dalam setiap pertandingan.
Pernyataan itu muncul ketika banyak yang membicarakan mengenai kinerja wasit saat memimpin pertandingan Inggris melawan Ukraina di penyisihan Grup D dimana Marko Deviv bisa menyamakan kedudukan jika gol tersebut disahkan oleh wasit.
“Ini bukan masalah teknologi garis gawang, tapi saya benar-benar menentang teknologi tersebut untuk membuat suatu keputusan. Sedangkan saat pertandingan Inggris mengahadapi Ukraina itu murni kesalahan wasit karena sebelum Devic menendang bola, dia sudah berada dalam posisi offside. Jadi kenapa kami tidak memiliki teknologi offside juga ?,” jelas Platini seperti dilansir Sky Sports, Minggu (1/7/2012).
Platini menambahkan masalah teknologi itu banyak yang harus dibenahi bukan hanya garis gawang, tapi di seluruh lapangan harus dilengkapi dengan sensor dan itu tidak mudah untuk dilaksanakan.
Diakuinya, meskipun Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) lebih memilih teknologi tersebut, tetapi UEFA bisa untuk tidak menggunakannya dan lebih memilih wasit tambahan dibandingkan menggunakan teknologi.
“Kami akan melihat usulan dari FIFA tersebut apakah disarankan dan diusulkan untuk seluruh federasi atau tidak. Federasi nasional akan memiliki kesempatan untuk memutuskan apakah mereka menginginkan menggunakan teknologi garis gawang atau tidak. Dan antara saya dengan Blatter sama-sama tahu mengenai masalah ini. Teknologi dalam sepak bola akan menjadi perdebatan yang panjang karena tidak seorang pun yang pernah melihat percobaan itu,” terangnya.
Pernyataan itu muncul ketika banyak yang membicarakan mengenai kinerja wasit saat memimpin pertandingan Inggris melawan Ukraina di penyisihan Grup D dimana Marko Deviv bisa menyamakan kedudukan jika gol tersebut disahkan oleh wasit.
“Ini bukan masalah teknologi garis gawang, tapi saya benar-benar menentang teknologi tersebut untuk membuat suatu keputusan. Sedangkan saat pertandingan Inggris mengahadapi Ukraina itu murni kesalahan wasit karena sebelum Devic menendang bola, dia sudah berada dalam posisi offside. Jadi kenapa kami tidak memiliki teknologi offside juga ?,” jelas Platini seperti dilansir Sky Sports, Minggu (1/7/2012).
Platini menambahkan masalah teknologi itu banyak yang harus dibenahi bukan hanya garis gawang, tapi di seluruh lapangan harus dilengkapi dengan sensor dan itu tidak mudah untuk dilaksanakan.
Diakuinya, meskipun Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) lebih memilih teknologi tersebut, tetapi UEFA bisa untuk tidak menggunakannya dan lebih memilih wasit tambahan dibandingkan menggunakan teknologi.
“Kami akan melihat usulan dari FIFA tersebut apakah disarankan dan diusulkan untuk seluruh federasi atau tidak. Federasi nasional akan memiliki kesempatan untuk memutuskan apakah mereka menginginkan menggunakan teknologi garis gawang atau tidak. Dan antara saya dengan Blatter sama-sama tahu mengenai masalah ini. Teknologi dalam sepak bola akan menjadi perdebatan yang panjang karena tidak seorang pun yang pernah melihat percobaan itu,” terangnya.
(akr)