Persib siapkan amunisi penting lawan Sriwijaya FC
Kamis, 05 Juli 2012 - 14:05 WIB
Persib siapkan amunisi penting lawan Sriwijaya FC
A
A
A
Sindonews.com - Arsitek Maung Bandung - julukan Persib - Robby Darwis menyimpan sejumlah amunisi setelah menjalani tur Papua. Mereka yang disimpan untuk menghadapi laga terakhir melawan Sriwijaya FC pekan depan selain kerap menjadi pilihan utama, juga mengantongi kartu kuning.
Demi menjauhkan dari hukuman dari akumulasi kartu kuning sehingga akan mengurangi kekuatan tim, pelatih yang juga mantan pemain Persib ini memilih pilihan yang sulit tersebut. Sebanyak enam pemain yang mengantongi kartu kuning yang bisa menjadi akumulasi diantaranya Jendry Pitoy, Wildansyah, Budiawan, M. Agung Pribadi, Tony Sucipto dan M. Ilham.
Mereka terancam harus absen jika kembali mendapatkan kartu kuning di laga menghadapi Persiram di Stadion Wombik, Sorong, kemarin. Dari keenam pemain, tiga pemain diantaranya merupakan pilihan pertama Robby.
“Tapi hal ini dilakukan bukan berarti karena kita lebih fokus ke pertandingan melawan Sriwijaya FC. Selain untuk kondisi mereka tetap terjaga, juga untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang kemarin tidak mendapatkan kesempatan,” ungkap Robby Kamis (5/7/2012).
Pada sesi latihan terakhir sebelum menghadapi Persiram, dikabarkan, para penggawa Maung Bandung masih belum fit 100 persen. Kelelahan fisik dan mental akibat pendundaan jadwal padat dan perjalanan jauh masih dialami Maman Abdurrahman dan kawan-kawan. “Pada latihan terakhir, para pemain masih terlihat kelelahan. Mudah-mudahan menghadapi pertandingan kondisi pemain sudah benar-benar fit lagi,” kata Robby.
Sedangkan kapten tim Maman Abdurrahman menanggapi laga terakhir nanti, para pemain akan lebih enjoy. “Yang terberat jelas lawan Persiram. Karena di sana banyak masalah non teknisnya dan masalah kelelahan juga salah satunya. Pertandingan itu sulit karena banyak kelelahan. Tapi kita tetap optimis, kita akan usaha,” terang Maman.
Jelang laga melawan Sriwijaya FC dinilai tidak akan seberat pertandingan melawan Persiram. Sebab, para pemain Persib memiliki jeda waktu yang lebih panjang dengan waktu istirahat 6 hari. Laga yang bakal menjadi pesta juara Laskar Wong Kito tersebut akan digelar pada 11 Juli mendatang.
“Kalau lawan Sriwijaya, kita ada waktu untuk recovery-nya dan kita ada kemungkinan ke Bandung dulu untuk istirahat, lalu kemudian main ke sana (Palembang). Jadi saya rasa kalau lawan Sriwijaya kita bisa maksimal,” jelasnya.
Menurut Maman, dia dan rekan-rekannya harus mengoptimalkan pemulihan kondisi tubuh agar bisa mencapai kondisi fisik prima. Maman mengharapkan laga pamungkas Persib di musim ini bisa berakhir dengan hasil manis. “Harus happy ending,” pungkasnya.
Demi menjauhkan dari hukuman dari akumulasi kartu kuning sehingga akan mengurangi kekuatan tim, pelatih yang juga mantan pemain Persib ini memilih pilihan yang sulit tersebut. Sebanyak enam pemain yang mengantongi kartu kuning yang bisa menjadi akumulasi diantaranya Jendry Pitoy, Wildansyah, Budiawan, M. Agung Pribadi, Tony Sucipto dan M. Ilham.
Mereka terancam harus absen jika kembali mendapatkan kartu kuning di laga menghadapi Persiram di Stadion Wombik, Sorong, kemarin. Dari keenam pemain, tiga pemain diantaranya merupakan pilihan pertama Robby.
“Tapi hal ini dilakukan bukan berarti karena kita lebih fokus ke pertandingan melawan Sriwijaya FC. Selain untuk kondisi mereka tetap terjaga, juga untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang kemarin tidak mendapatkan kesempatan,” ungkap Robby Kamis (5/7/2012).
Pada sesi latihan terakhir sebelum menghadapi Persiram, dikabarkan, para penggawa Maung Bandung masih belum fit 100 persen. Kelelahan fisik dan mental akibat pendundaan jadwal padat dan perjalanan jauh masih dialami Maman Abdurrahman dan kawan-kawan. “Pada latihan terakhir, para pemain masih terlihat kelelahan. Mudah-mudahan menghadapi pertandingan kondisi pemain sudah benar-benar fit lagi,” kata Robby.
Sedangkan kapten tim Maman Abdurrahman menanggapi laga terakhir nanti, para pemain akan lebih enjoy. “Yang terberat jelas lawan Persiram. Karena di sana banyak masalah non teknisnya dan masalah kelelahan juga salah satunya. Pertandingan itu sulit karena banyak kelelahan. Tapi kita tetap optimis, kita akan usaha,” terang Maman.
Jelang laga melawan Sriwijaya FC dinilai tidak akan seberat pertandingan melawan Persiram. Sebab, para pemain Persib memiliki jeda waktu yang lebih panjang dengan waktu istirahat 6 hari. Laga yang bakal menjadi pesta juara Laskar Wong Kito tersebut akan digelar pada 11 Juli mendatang.
“Kalau lawan Sriwijaya, kita ada waktu untuk recovery-nya dan kita ada kemungkinan ke Bandung dulu untuk istirahat, lalu kemudian main ke sana (Palembang). Jadi saya rasa kalau lawan Sriwijaya kita bisa maksimal,” jelasnya.
Menurut Maman, dia dan rekan-rekannya harus mengoptimalkan pemulihan kondisi tubuh agar bisa mencapai kondisi fisik prima. Maman mengharapkan laga pamungkas Persib di musim ini bisa berakhir dengan hasil manis. “Harus happy ending,” pungkasnya.
(wbs)