FIFA siap luncurkan teknologi garis gawang
Jum'at, 06 Juli 2012 - 11:54 WIB
FIFA siap luncurkan teknologi garis gawang
A
A
A
Sindonews.com - Sekjen Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Jerome Valcke mengatakan teknologi garis gawang telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).
Setelah sembilan bulan pengujian di Inggris, Jerman, Hungaria, dan Italia, IFAB memutuskan untuk memperkenalkan teknologi garis gawang tersebut di Zurich, Swiss dalam pertemuan khusus pada 5 Juli.
Teknologi garis gawang (Goal-line) untuk pertama kalinya digunakan di ajang Piala antar Klub Desember nanti yang akan dilaksanakan di Jepang. Jika sistem telah diinstal di dalam stadion maka Goal-line akan memakan biaya sekitar 120 ribu euro atau 200 ribu euro untuk menjalani pemerikasaan fungsionalitas dan hasil tes instalasi akhir harus diterima oleh klub penyelenggara kompetisi atau operator stadion sebelum sistem dapat dioperasikan.
Seperti dilansir Goal.com, Jumat (6/7/2012), IFAB telah menyatakan teknologi garis gawang hanya dapat digunakan untuk menentukan apakah bola yang ditendang oleh pemain masuk ke dalam gawang atau tidak.
Diakuinya, Jika bola telah melewati batas garis gawang, maka secara otomatis mengirimkan informasi ke wasit pertandingan dalam beberapa detik. Nantinya pesan yang diterima akan ditampilkan pada jam tangan yang dimilki setiap wasitnya. Namun, jika wasit yakin jam tangan yang dipakainya tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka dia dapat mengabaikan informasi yang diberikan oleh teknologi tersebut selama pertandingan.
Setelah sembilan bulan pengujian di Inggris, Jerman, Hungaria, dan Italia, IFAB memutuskan untuk memperkenalkan teknologi garis gawang tersebut di Zurich, Swiss dalam pertemuan khusus pada 5 Juli.
Teknologi garis gawang (Goal-line) untuk pertama kalinya digunakan di ajang Piala antar Klub Desember nanti yang akan dilaksanakan di Jepang. Jika sistem telah diinstal di dalam stadion maka Goal-line akan memakan biaya sekitar 120 ribu euro atau 200 ribu euro untuk menjalani pemerikasaan fungsionalitas dan hasil tes instalasi akhir harus diterima oleh klub penyelenggara kompetisi atau operator stadion sebelum sistem dapat dioperasikan.
Seperti dilansir Goal.com, Jumat (6/7/2012), IFAB telah menyatakan teknologi garis gawang hanya dapat digunakan untuk menentukan apakah bola yang ditendang oleh pemain masuk ke dalam gawang atau tidak.
Diakuinya, Jika bola telah melewati batas garis gawang, maka secara otomatis mengirimkan informasi ke wasit pertandingan dalam beberapa detik. Nantinya pesan yang diterima akan ditampilkan pada jam tangan yang dimilki setiap wasitnya. Namun, jika wasit yakin jam tangan yang dipakainya tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka dia dapat mengabaikan informasi yang diberikan oleh teknologi tersebut selama pertandingan.
(wbs)