Djohar klaim kondisi JC solid
Rabu, 11 Juli 2012 - 10:57 WIB
Djohar klaim kondisi JC solid
A
A
A
Sindonews.com - Kabar adanya pergantian anggota Joint Committee (JC) dalam tubuh PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin makin mengemuka. Namun, hal itu langsung dibantah Djohar. Dalam beberapa hari belakangan ini ada kabar beredar soal pergantian anggota JC, dari empat nama yang ada seperti Todung Mulya Lubis, Saleh Ismail Mukadar, Widjayanto, dan Catur Agus Saptono, kabarnya dua di antara mereka akan diganti atau memilih mundur.
Catur menjadi nama pertama yang diisukan mundur dari keanggotaan JC perwakilan PSSI Djohar. Pria yang juga Wakil Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut konon sudah merasa jengah dengan berbagai masalah yang ada. Karena itu, dia ingin mundur dari semua jabatannya di persatuan sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut.
Isu yang kedua adanya pergantian anggota JC di PSSI Djohar datang dari Saleh. Mantan manajer Persebaya Surabaya itu kabarnya akan digantikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Tri Goestoro. Pergantian terjadi karena Saleh dinilai tidak terlalu cakap ditempatkan sebagai wakil JC dari PSSI Djohar. Namun, semua kabar yang beredar di luar langsung dibantah Djohar.
Mantan staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut menyatakan tim JC yang akan mewakili PSSI pimpinannya tetap solid. Dia menegaskan jika kabar yang beredar tidak benar sama sekali. “Tidak benar kabar-kabar tersebut. Kami di sini tetap solid dengan anggota-anggota yang sudah ditetapkan secara matang sejak awal. Jadi,sudah tidak ada perubahanperubahan lagi,” ungkap Djohar, saat dihubungi, kemarin.
Kedelapan anggota JC dari kubu PSSI Djohar dan PSSI pimpinan La Nyalla M Mattalitti yang diwakili Joko Driyono, Djamal Aziz, Togar Manahan Nero, dan Hinca Pandjaitan direncanakan akan menggelar rapat perdana tim JC dan Task Force (TF) di Hotel Grand Melia, Jakarta, besok.
Walau belum mengetahui apa isi pertemuan perdana setelah dibentuk dalam jalinan kesepakatan di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu, Djohar tetap yakin masalah kompetisi akan jadi fokus pembahasan yang akan dilakukan dalam pertemuan perdana perwakilan antara dua kubu yang saat ini berseteru tersebut.
Djohar menilai FIFA dan AFC sangat tidak menyukai adanya dua kompetisi di suatu negara. Karena, menurut dia, dengan adanya dua kompetisi akan membuat pemain, pelatih dan seluruh perangkat pertandingan merasa dirugikan. Terjadinya dua kompetisi pun akan banyak memberikan imbas negatif kepada kelangsungan timnas. Karena itu, JC diminta melebur dua kompetisi yang saat ini ada di Indonesia menjadi satu. Untuk musim depan tidak akan ada lagi Kompetisi Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL).
“FIFA dan AFC sangat tidak menyukai dualisme kompetisi di Indonesia.Adanya dualisme sangat mengganggu elemenelemen penting dalam sepak bola Indonesia itu sendiri.Saya rasa hal itu yang harus diselesaikan lebih awal,” papar Djohar.
“Mengapa tidak organisasi lebih dulu? Saya merasa masalah organisasi bisa diselesaikan secara internal.Kami bisa duduk bersama sambil melihat apa-apa saja hal-hal yang bisa diperbaiki bersama,” tandasnya.
Catur menjadi nama pertama yang diisukan mundur dari keanggotaan JC perwakilan PSSI Djohar. Pria yang juga Wakil Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI tersebut konon sudah merasa jengah dengan berbagai masalah yang ada. Karena itu, dia ingin mundur dari semua jabatannya di persatuan sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut.
Isu yang kedua adanya pergantian anggota JC di PSSI Djohar datang dari Saleh. Mantan manajer Persebaya Surabaya itu kabarnya akan digantikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Tri Goestoro. Pergantian terjadi karena Saleh dinilai tidak terlalu cakap ditempatkan sebagai wakil JC dari PSSI Djohar. Namun, semua kabar yang beredar di luar langsung dibantah Djohar.
Mantan staf ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut menyatakan tim JC yang akan mewakili PSSI pimpinannya tetap solid. Dia menegaskan jika kabar yang beredar tidak benar sama sekali. “Tidak benar kabar-kabar tersebut. Kami di sini tetap solid dengan anggota-anggota yang sudah ditetapkan secara matang sejak awal. Jadi,sudah tidak ada perubahanperubahan lagi,” ungkap Djohar, saat dihubungi, kemarin.
Kedelapan anggota JC dari kubu PSSI Djohar dan PSSI pimpinan La Nyalla M Mattalitti yang diwakili Joko Driyono, Djamal Aziz, Togar Manahan Nero, dan Hinca Pandjaitan direncanakan akan menggelar rapat perdana tim JC dan Task Force (TF) di Hotel Grand Melia, Jakarta, besok.
Walau belum mengetahui apa isi pertemuan perdana setelah dibentuk dalam jalinan kesepakatan di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa waktu lalu, Djohar tetap yakin masalah kompetisi akan jadi fokus pembahasan yang akan dilakukan dalam pertemuan perdana perwakilan antara dua kubu yang saat ini berseteru tersebut.
Djohar menilai FIFA dan AFC sangat tidak menyukai adanya dua kompetisi di suatu negara. Karena, menurut dia, dengan adanya dua kompetisi akan membuat pemain, pelatih dan seluruh perangkat pertandingan merasa dirugikan. Terjadinya dua kompetisi pun akan banyak memberikan imbas negatif kepada kelangsungan timnas. Karena itu, JC diminta melebur dua kompetisi yang saat ini ada di Indonesia menjadi satu. Untuk musim depan tidak akan ada lagi Kompetisi Indonesian Super League (ISL) dan Indonesian Premier League (IPL).
“FIFA dan AFC sangat tidak menyukai dualisme kompetisi di Indonesia.Adanya dualisme sangat mengganggu elemenelemen penting dalam sepak bola Indonesia itu sendiri.Saya rasa hal itu yang harus diselesaikan lebih awal,” papar Djohar.
“Mengapa tidak organisasi lebih dulu? Saya merasa masalah organisasi bisa diselesaikan secara internal.Kami bisa duduk bersama sambil melihat apa-apa saja hal-hal yang bisa diperbaiki bersama,” tandasnya.
(akr)