Singapura belum sepakat perpanjang kontrak F1
Kamis, 12 Juli 2012 - 13:18 WIB
Singapura belum sepakat perpanjang kontrak F1
A
A
A
Sindonews.com - Pengelola Singapura Gran Prix Formula One (F1) telah membantah laporan mereka telah melakukan kesepakatan perpanjangan kontrak selama lima tahun dengan CEO F1 Bernie Ecclestone.
Sebelumnya salah satu Koran Singapura Today melaporkan kontrak baru telah disepakati antara penyelenggara dan Ecclestone untuk melanjutkan hosting perlombaan untuk jangka lima tahun ke depan.
Bahkan hal itu diungkapkan petinggi F1 tersebut, dengan mengutarakan, ”Segala sesuatu berjalan sesuai yang diharapkan di Singapura Grand Prix dengan perpanjangan selama lima tahun. Saya senang ini telah tercapai karena Singapura telah baik menyelenggarakan F1 dan dengan balap malam yang juga sama-sama baik untuk Singapura,” ujarnya dikutip Skysport, Kamis (12/7/2012).
Namun, belakangan pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh penyelenggara lomba, yang menyatakan negosiasi masih berlangsung hingga kini, dan bersikeras kedua belah pihak belum menemui titik temu yang saling menguntungkan semua pihak.
“Apa saat ini yang ditawarkan dari Formula One Administration tidak cukup bagi kami untuk berkomitmen perpanjangan lima tahun penuh. Kami tetap berharap untuk mencapai hasil yang saling menguntungkan semua pihak,” kata pihak pengelola Singapura Gran Prix (SGP).
Diketahui sirkuit GP Singapura memulai debutnya di kalender Formula 1 pada tahun 2008 dan telah menjadi peristiwa membanggakan untuk dunia olahraga khususnya bagi negara Singapura.
Sebuah studi kelayakan dilakukan pada tahun 2010 dan menilai perlombaan jet darat tersebut memberikan keuntungan USD331,3 juta di sektor pariwisata selama tiga tahun pertama, arena balap F1 dihelat di Singapura.
Sebelumnya salah satu Koran Singapura Today melaporkan kontrak baru telah disepakati antara penyelenggara dan Ecclestone untuk melanjutkan hosting perlombaan untuk jangka lima tahun ke depan.
Bahkan hal itu diungkapkan petinggi F1 tersebut, dengan mengutarakan, ”Segala sesuatu berjalan sesuai yang diharapkan di Singapura Grand Prix dengan perpanjangan selama lima tahun. Saya senang ini telah tercapai karena Singapura telah baik menyelenggarakan F1 dan dengan balap malam yang juga sama-sama baik untuk Singapura,” ujarnya dikutip Skysport, Kamis (12/7/2012).
Namun, belakangan pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh penyelenggara lomba, yang menyatakan negosiasi masih berlangsung hingga kini, dan bersikeras kedua belah pihak belum menemui titik temu yang saling menguntungkan semua pihak.
“Apa saat ini yang ditawarkan dari Formula One Administration tidak cukup bagi kami untuk berkomitmen perpanjangan lima tahun penuh. Kami tetap berharap untuk mencapai hasil yang saling menguntungkan semua pihak,” kata pihak pengelola Singapura Gran Prix (SGP).
Diketahui sirkuit GP Singapura memulai debutnya di kalender Formula 1 pada tahun 2008 dan telah menjadi peristiwa membanggakan untuk dunia olahraga khususnya bagi negara Singapura.
Sebuah studi kelayakan dilakukan pada tahun 2010 dan menilai perlombaan jet darat tersebut memberikan keuntungan USD331,3 juta di sektor pariwisata selama tiga tahun pertama, arena balap F1 dihelat di Singapura.
(akr)