Mantan Presiden FIFA dituduh terima suap
Kamis, 12 Juli 2012 - 18:30 WIB
Mantan Presiden FIFA dituduh terima suap
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Presiden FIFA, Joao Havelange mendapat tuduhan menerima sejumlah uang suap oleh perusahaan pemasaran ISL yang saat ini telah runtuh, dalam dokumen pengadilan terungkap Havelange menerima setidaknya 1,5 juta franc Swiss (sekitar Rp 22,5 miliar).
Dia tak sendiri, masih ada rekan senegaranya yang dulunya menjabat komite eksekutif, Ricardo Teixeira. Nama terakhir itu dilaporkan menerima suap 12,74 juta franc Swiss (sekitar Rp 126 miliar).
Dalam laporan jaksa penuntut umum Swiss, yang disiarkan FIFA, diungkapkan keduanya menerima total 21,9 juta franc Swiss (sekitar Rp 216 miliar) semasa menjabat. Hanya dua nama itu yang tercantum dalam laporan FIFA, seperti diberitakan BBC, (11/7).
Mahkamah Agung Swiss memerintahkan untuk merilis dokumen yang menyebutkan petinggi senior yang menerima jutaan dolar dari ISL, perusahaan pemasaran rekanan FIFA yang bangkrut pada Mei 2010 dan berbasis di Swiss.
Pada November 2010, program acara BBC Panorama sudah menduga tiga pejabat senior FIFA, termasuk Teixeira, menerima suap dari ISL pada tahun '90-an. Saat itu, suap komersial bukan merupakan tindak kriminal di negara itu.
Dalam dokumen itu yang menyebut nama Havelange, para petinggi FIFA yang terlibat membayarkan kembali 5,5 franc Swiss (sekitar Rp 54 miliar) untuk mengakhiri investigasi dan membuat nama mereka tak diungkap.
Havelange adalah Presiden FIFA selama 24 tahun. Pria yang lahir pada 1916 di Rio De Janeiro itu digantikan Sepp Blatter pada 1998.
Sementara itu, Presiden FIFA saat ini Sepp Blatter mengatakan pada bulan Oktober 2011 bahwa ia ingin melepaskan berkas ISL, meskipun organisasinya berusaha untuk menolak akses isinya pada saat yang sama. "FIFA senang bahwa urutan non-penuntutan ISL sekarang dapat dibuat publik," katanya
Havelange adalah Presiden FIFA selama 24 tahun sebelum digantikan oleh Blatter pada tahun 1998. 96 tahun Brasil, yang tetap presiden kehormatan FIFA, telah diperlakukan secara ekstensif di Rio de Janeiro rumah sakit tahun ini untuk arthritis septik.
Hingga sekarang, pria berusia 96 tahun itu tetap menjadi Presiden Kehormatan badan sepak bola tertinggi dunia itu. Sementara Teixeira adalah mantan menantu Havelange. Tahun ini ia baru saja lengser dari jabatan ketua Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan juga mundur dari jabatan organising committee Piala Dunia 2014. Urusan pribadi dan kesehatan adalah alasan Teixeira mengundurkan diri dari dua jabatan itu.
Dia tak sendiri, masih ada rekan senegaranya yang dulunya menjabat komite eksekutif, Ricardo Teixeira. Nama terakhir itu dilaporkan menerima suap 12,74 juta franc Swiss (sekitar Rp 126 miliar).
Dalam laporan jaksa penuntut umum Swiss, yang disiarkan FIFA, diungkapkan keduanya menerima total 21,9 juta franc Swiss (sekitar Rp 216 miliar) semasa menjabat. Hanya dua nama itu yang tercantum dalam laporan FIFA, seperti diberitakan BBC, (11/7).
Mahkamah Agung Swiss memerintahkan untuk merilis dokumen yang menyebutkan petinggi senior yang menerima jutaan dolar dari ISL, perusahaan pemasaran rekanan FIFA yang bangkrut pada Mei 2010 dan berbasis di Swiss.
Pada November 2010, program acara BBC Panorama sudah menduga tiga pejabat senior FIFA, termasuk Teixeira, menerima suap dari ISL pada tahun '90-an. Saat itu, suap komersial bukan merupakan tindak kriminal di negara itu.
Dalam dokumen itu yang menyebut nama Havelange, para petinggi FIFA yang terlibat membayarkan kembali 5,5 franc Swiss (sekitar Rp 54 miliar) untuk mengakhiri investigasi dan membuat nama mereka tak diungkap.
Havelange adalah Presiden FIFA selama 24 tahun. Pria yang lahir pada 1916 di Rio De Janeiro itu digantikan Sepp Blatter pada 1998.
Sementara itu, Presiden FIFA saat ini Sepp Blatter mengatakan pada bulan Oktober 2011 bahwa ia ingin melepaskan berkas ISL, meskipun organisasinya berusaha untuk menolak akses isinya pada saat yang sama. "FIFA senang bahwa urutan non-penuntutan ISL sekarang dapat dibuat publik," katanya
Havelange adalah Presiden FIFA selama 24 tahun sebelum digantikan oleh Blatter pada tahun 1998. 96 tahun Brasil, yang tetap presiden kehormatan FIFA, telah diperlakukan secara ekstensif di Rio de Janeiro rumah sakit tahun ini untuk arthritis septik.
Hingga sekarang, pria berusia 96 tahun itu tetap menjadi Presiden Kehormatan badan sepak bola tertinggi dunia itu. Sementara Teixeira adalah mantan menantu Havelange. Tahun ini ia baru saja lengser dari jabatan ketua Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan juga mundur dari jabatan organising committee Piala Dunia 2014. Urusan pribadi dan kesehatan adalah alasan Teixeira mengundurkan diri dari dua jabatan itu.
(wbs)