Intelijen endus teror di Olimpiade London
Jum'at, 13 Juli 2012 - 18:45 WIB
Intelijen endus teror di Olimpiade London
A
A
A
Sindonews.com - Dinas intelijen Inggris (ISC) telah mengendus potensi ancaman selama Olimpiade. mulai Al-Qaidah dan afiliasinya yang merencanakan serangan terhadap peserta, terutama warga negara Amerika Serikat atau Israel. Bahkan Kelompok Tentara Republik Irlandia (IRA) juga menjadi ancaman serius bagi tuan rumah.
IRA atau kelompok yang menentang proses perdamaian Irlandia Utara itu dianggap menimbulkan ancaman paling signifikan dalam pesta olahraga tersebut.
Kelompok teroris berbasis di Irlandia Utara, dinilai bisa mengacau baik melalui serangan atau tipuan yang menimbulkan gangguan kecil hingga korban massal.
Ketua Komite Malcolm Rifkind mengatakan, kemungkinan lainnya adalah bentrokan antara kelompok yang bersaing atau etnis yang mungkin ada di London selama Olimpiade Untuk mencegah gangguan tersebut, Komite Keamanan Olimpiade telah menyiapkan personel keamanan yang cukup banyak. Inggris akan mengerahkan 3.500 tentara tambahan dalam menyediakan penjagaan yang cukup untuk Olimpiade yang dimulai pada 27 Juli mendatang.
" Layanan keamanan bertugas untuk melawan potensi ancaman dari kelompok tersebut atau gangguan lainnya menjelang atau selama Olimpiade." Seperti yang dikutip Media The Sun Jumat (13/7/2012).
Dirinya mengakui upaya pengamanan ini merupakan langkah luar biasa yang telah diminta dari staf dinas intelijen pada periode satu tahun sebelum Olimpiade. Bahkan dinas keamanan telah merencanakan keamanan berdasarkan sebuah "ancaman teroris yang meningkat" selama Olimpiade.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ISC juga mulai mengamankan Olimpiade yang dimulai dari para relawan pesta olahraga akbar sejagat tersebut. Proses ini mengharuskan semua 540 ribu aplikasi yang bekerja untuk Olimpiade akan diperiksa secara keseluruhan melalui database. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan ancaman terhadap keamanan nasional.
IRA atau kelompok yang menentang proses perdamaian Irlandia Utara itu dianggap menimbulkan ancaman paling signifikan dalam pesta olahraga tersebut.
Kelompok teroris berbasis di Irlandia Utara, dinilai bisa mengacau baik melalui serangan atau tipuan yang menimbulkan gangguan kecil hingga korban massal.
Ketua Komite Malcolm Rifkind mengatakan, kemungkinan lainnya adalah bentrokan antara kelompok yang bersaing atau etnis yang mungkin ada di London selama Olimpiade Untuk mencegah gangguan tersebut, Komite Keamanan Olimpiade telah menyiapkan personel keamanan yang cukup banyak. Inggris akan mengerahkan 3.500 tentara tambahan dalam menyediakan penjagaan yang cukup untuk Olimpiade yang dimulai pada 27 Juli mendatang.
" Layanan keamanan bertugas untuk melawan potensi ancaman dari kelompok tersebut atau gangguan lainnya menjelang atau selama Olimpiade." Seperti yang dikutip Media The Sun Jumat (13/7/2012).
Dirinya mengakui upaya pengamanan ini merupakan langkah luar biasa yang telah diminta dari staf dinas intelijen pada periode satu tahun sebelum Olimpiade. Bahkan dinas keamanan telah merencanakan keamanan berdasarkan sebuah "ancaman teroris yang meningkat" selama Olimpiade.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ISC juga mulai mengamankan Olimpiade yang dimulai dari para relawan pesta olahraga akbar sejagat tersebut. Proses ini mengharuskan semua 540 ribu aplikasi yang bekerja untuk Olimpiade akan diperiksa secara keseluruhan melalui database. Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan ancaman terhadap keamanan nasional.
(wbs)