Terlibat rasisme, Terry diputuskan tak bersalah
Sabtu, 14 Juli 2012 - 16:14 WIB
Terlibat rasisme, Terry diputuskan tak bersalah
A
A
A
Sindonews.com - Kapten Chelsea John Terry yang sebelumnya terlibat kasus rasial dengan pemain bertahan Queens Park Rangers (QPR) Anton Ferdinand dinyatakan tak bersalah setelah melewati masa persidangan di Westminster Magistrates' Court selama lima hari.
Hakim kepala pengadilan Westminster, Howard Riddle menyatakan Terry tak bersalah atas dugaan rasisme terhadap Anton Ferdinand yang terjadi pada Oktober tahun lalu setelah tidak ditemukannya bukti yang kuat apa yang dikatakan Terry kepada Ferdinand.
“Pokok persoalan pengadilan ini bukan memutuskan apakah Tuan Terry seorang rasis, tetapi saya tak menerima sedikitpun bukti yang menyatakan sebaliknya. Masalahnya adalah apakah Tuan Terry mengucapkan kata-kata yang bermaksud menghina,” papar Riddle, seperti dilansir Soccerway, Sabtu (14/7/2012).
“Bahkan dengan dengar pendapat yang saya terima, mustahil memastikan apa sebenarnya kata-kata yang diucapkan John Terry pada waktu itu. Fakta ketiadaan bukti ini krusial untuk membuktikan dia bertindak rasis atau tidak,” tambahnya.
"Itu adalah sebuah fakta penting apabila tak seorang pun telah memberikan bukti tentang apa yang dikatakan Mr Terry atau bagaimana dia mengatakan itu," terang Riddle.
Sebelumnya kasus ini sempat menggemparkan publik Inggris karena perkara rasis ini menjadi kasus besar pertama yang dimeja hijaukan. Sebelumnya, tak pernah ada pemain yang sampai harus menghadap pengadilan. Biasanya paling maksimal, pemain bakal dikenai sanksi atau denda dari FA.
Hakim kepala pengadilan Westminster, Howard Riddle menyatakan Terry tak bersalah atas dugaan rasisme terhadap Anton Ferdinand yang terjadi pada Oktober tahun lalu setelah tidak ditemukannya bukti yang kuat apa yang dikatakan Terry kepada Ferdinand.
“Pokok persoalan pengadilan ini bukan memutuskan apakah Tuan Terry seorang rasis, tetapi saya tak menerima sedikitpun bukti yang menyatakan sebaliknya. Masalahnya adalah apakah Tuan Terry mengucapkan kata-kata yang bermaksud menghina,” papar Riddle, seperti dilansir Soccerway, Sabtu (14/7/2012).
“Bahkan dengan dengar pendapat yang saya terima, mustahil memastikan apa sebenarnya kata-kata yang diucapkan John Terry pada waktu itu. Fakta ketiadaan bukti ini krusial untuk membuktikan dia bertindak rasis atau tidak,” tambahnya.
"Itu adalah sebuah fakta penting apabila tak seorang pun telah memberikan bukti tentang apa yang dikatakan Mr Terry atau bagaimana dia mengatakan itu," terang Riddle.
Sebelumnya kasus ini sempat menggemparkan publik Inggris karena perkara rasis ini menjadi kasus besar pertama yang dimeja hijaukan. Sebelumnya, tak pernah ada pemain yang sampai harus menghadap pengadilan. Biasanya paling maksimal, pemain bakal dikenai sanksi atau denda dari FA.
(akr)