UEFA selidiki kerja sama Chelsea
Kamis, 19 Juli 2012 - 09:59 WIB
UEFA selidiki kerja sama Chelsea
A
A
A
Sindonews.com - Chelsea mengumumkan baru saja mencapai kerja sama dengan Gazprom hingga tiga tahun ke depan. Perusahaan energi Rusia itu akan membayar seluruh tagihan listrik serta gas The Blues.
Tujuannya agar pengeluaran Chelsea tak membengkak dan bisa mengikuti aturan Financial Fair Play yang diterapkan UEFA. Penilaian Financial Fair Play dilakukan pada 2010,2011,serta 2012.Sialnya,pada musim 2010/2011,Chelsea masih dilaporkan merugi 72,4 juta pounds.Jumlah tersebut lantaran pembelian pemain dan gaji para punggawa The Blues. Ini artinya klub milik taipan Rusia Roman Abramovich tersebut wajib menyehatkan keuangannya pada 2013.
Pada akhir musim 2012/2013,jumlah kerugian klub minimal hanya 3,5 juta pounds. Jika gagal,The Blues tidak dapat berpartisipasi dalam Liga Champions.Tak ada pilihan lain,Chelsea harus segera menggemukkan pundi-pundi uang klub.Salah satu caranya menjual pemain. Agenda pun disusun,beberapa pemain dilego.Punggawa yang bergaji besar seperti Didier Drogba dilepas.Klub juga menerima 47 juta pounds berkat partisipasi dan juara Liga Champions 2011/2012.Musim sebelumnya, klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu mendapat 12,1 juta pounds dalam kompetisi yang sama.
Upaya terakhir manajemen Chelsea untuk menggemukkan kas adalah dengan meneken kerja sama dengan Gazprom.Tidak dipaparkan berapa jumlah deal tersebut.Hanya,dengan dijalinnya hubungan ini,The Blues tidak perlu membayar tagihan listrik dan gas hingga tiga tahun ke depan.Dengan begitu,otomatis Chelsea bisa berkonsentrasi menekan pengeluaran. Namun,ada yang mencurigakan dalam kesepakatan Chelsea dan Gazprom ini.Dalam aturan sponsor UEFA ditulis secara tegas tidak boleh sebuah klub melakukan kerja sama di mana ada kepentingan besar di dalamnya.
Pemilik Chelsea Roman Abramovich menjual saham mayoritasnya di Sibneft agar bisa menguasai Gazprom senilai 8,4 miliar pounds pada 2005.Dalam istilah UEFA,deal perusahaan dengan klub yang seperti ini disebut ‘pengaruh signifikan’. Dikutip Telegraph,Komisi Pengendalian Finansial UEFA berencana menyelidiki kerja sama tersebut.
“Pengaruh signifikan adalah kekuatan untuk berpartisipasi secara finansial dan terlibat dalam penentuan kebijakan keputusan, tapi bukan mengontrol kebijakankebijakan tersebut.Hal seperti itu bisa didapat melalui kepemilikan,statuta,atau kesepakatan,”demikian bunyi aturan UEFA terkait sponsor.
Tujuannya agar pengeluaran Chelsea tak membengkak dan bisa mengikuti aturan Financial Fair Play yang diterapkan UEFA. Penilaian Financial Fair Play dilakukan pada 2010,2011,serta 2012.Sialnya,pada musim 2010/2011,Chelsea masih dilaporkan merugi 72,4 juta pounds.Jumlah tersebut lantaran pembelian pemain dan gaji para punggawa The Blues. Ini artinya klub milik taipan Rusia Roman Abramovich tersebut wajib menyehatkan keuangannya pada 2013.
Pada akhir musim 2012/2013,jumlah kerugian klub minimal hanya 3,5 juta pounds. Jika gagal,The Blues tidak dapat berpartisipasi dalam Liga Champions.Tak ada pilihan lain,Chelsea harus segera menggemukkan pundi-pundi uang klub.Salah satu caranya menjual pemain. Agenda pun disusun,beberapa pemain dilego.Punggawa yang bergaji besar seperti Didier Drogba dilepas.Klub juga menerima 47 juta pounds berkat partisipasi dan juara Liga Champions 2011/2012.Musim sebelumnya, klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu mendapat 12,1 juta pounds dalam kompetisi yang sama.
Upaya terakhir manajemen Chelsea untuk menggemukkan kas adalah dengan meneken kerja sama dengan Gazprom.Tidak dipaparkan berapa jumlah deal tersebut.Hanya,dengan dijalinnya hubungan ini,The Blues tidak perlu membayar tagihan listrik dan gas hingga tiga tahun ke depan.Dengan begitu,otomatis Chelsea bisa berkonsentrasi menekan pengeluaran. Namun,ada yang mencurigakan dalam kesepakatan Chelsea dan Gazprom ini.Dalam aturan sponsor UEFA ditulis secara tegas tidak boleh sebuah klub melakukan kerja sama di mana ada kepentingan besar di dalamnya.
Pemilik Chelsea Roman Abramovich menjual saham mayoritasnya di Sibneft agar bisa menguasai Gazprom senilai 8,4 miliar pounds pada 2005.Dalam istilah UEFA,deal perusahaan dengan klub yang seperti ini disebut ‘pengaruh signifikan’. Dikutip Telegraph,Komisi Pengendalian Finansial UEFA berencana menyelidiki kerja sama tersebut.
“Pengaruh signifikan adalah kekuatan untuk berpartisipasi secara finansial dan terlibat dalam penentuan kebijakan keputusan, tapi bukan mengontrol kebijakankebijakan tersebut.Hal seperti itu bisa didapat melalui kepemilikan,statuta,atau kesepakatan,”demikian bunyi aturan UEFA terkait sponsor.
(wbs)