Para anggota JC masih berselisih paham

Jum'at, 20 Juli 2012 - 10:08 WIB
Para anggota JC masih...
Para anggota JC masih berselisih paham
A A A
Sindonews.com – Jadwal pertemuan kedua tim Joint Committee (JC) diundur.Jika sebelumnya akan digelar pada Selasa (24/7), pertemuan nanti berubah menjadi 30 Juli. Yang membingungkan,kedua pihak berlainan alasan dalam menanggapi pengunduran jadwal pertemuan tersebut.

Setelah menjalani pertemuan perdana di Jakarta,Kamis (12/7),tim JC yang beranggotakan delapan perwakilan dari PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin dan PSSI yang diketuai La Nyalla M Mattalitti berencana kembali menggelar pertemuan lanjutan Selasa (24/7). Ternyata,pertemuan kedua mengalami pemunduran jadwal.Fakta itu jelas membingungkan,apalagi para anggota JC memiliki alasan berlainan menanggapi hal tersebut.

Ketua JC Todung Mulya Lubis menuturkan,pembatalan itu karena dua anggota dari pihak PSSI La Nyalla tidak bisa hadir. “Pemunduran jadwal tersebut atas permintaan dari pihak KPSI (PSSI yang dipimpin La Nyalla).Mereka minta ditunda karena ada dua anggota mereka yang tidak bisa hadir dalam pertemuan tersebut.Siapa saja dua anggota tersebut,tanyakan saja langsung kepada mereka,”ungkap Todung saat dihubungi wartawan, kemarin. Pernyataan Todung mendapat bantahan dari Djamal Aziz selaku Wakil Ketua JC.

Djamal yang mewakili PSSI yang dipimpin La Nyalla itu menyatakan,pemunduran jadwal karena permintaan langsung dari AFC terkait adanya investigasi FIFA atas kasus yang menimpa mantan presiden AFC Mohammad bin Hamamm.Itu yang membuat anggota AFC dilarang bepergian selama investigasi berjalan mulai 22 hingga 29 Juli ini. Kondisi mendesak itulah yang membuat rapat lanjutan JC diundur,dan bukan karena permintaan dari para anggota JC yang dipimpin PSSI La Nyalla.

“Benar, kelihatannya akan ada pengunduran jadwal.AFC meminta kepada kami agar pertemuan tersebut diundur karena akan ada investigasi dari FIFA kepada AFC soal Hamamm.Investigasi yang akan dilakukan FIFA meminta kepada seluruh anggota AFC untuk tidak bepergian dulu,”papar Djamal. “Kabar jika pihak KPSI meminta mundur rapat itu sama sekali tidak benar. Mana mungkin kami melanggar komitmen yang sudah disepakati bersama.Pelintiran seperti itu yang sebenarnya kami tidak suka,”tutur Djamal.

Sementara itu,Todung melanjutkan jika masalah penentuan format kompetisi baru musim mendatang tetap jadi hal utama.Bagi dia,setelah masalah kompetisi selesai, penyelesaian masalah seperti persamaan persepsi soal statuta PSSI akan dibicarakan selanjutnya. “Intinya,semua progres dalam taraf komunikasi dengan AFC.Yang kami kedepankan,bagaimana musim depan kompetisi bisa berjalan baik.Setelah masalah kompetisi selesai,baru masalahmasalah lain akan dibicarakan selanjutnya,”ujar Todung.

Lagi-lagi,perbedaan persepsi antara kedua belah pihak kembali terlihat.Jika anggota JC dari pihak PSSI Djohar meminta masalah kompetisi dikedepankan,anggota JC dari pihak PSSI La Nyalla berkeinginan masalah organisasi lebih dulu diselesaikan. Menurut Djamal,masalah kompetisi dengan sendirinya akan terselesaikan jika masalah organisasi selesai. “Awalnya,kami coba mengikuti irama mereka soal masalah kompetisi.

Tapi kami melihat,sepertinya mereka mau cari aman dengan mencoba bergabung dengan kompetisi yang kami jalankan.Bisa dilihat jika kompetisi ISL (Indonesian Super League) sebenarnya sudah mempunyai tahapantahapan yang jelas mulai dari usia dini sampai senior.Di mana kompetisi ISL U-21 juga rutin digelar,”papar Djamal.

“Kami melihat sebenarnya induk organisasi terlebih dahulu yang diperbaiki. Kalau induk organisasi sudah berjalan dengan semestinya,kompetisi pun bisa dipastikan akan berjalan bagus dan kondusif,”ujarnya.
(wbs)
Berita Terkait
Indocement dan Mondi...
Indocement dan Mondi Dirikan Usaha Patungan di Bidang Kantong Kemasan
Bamsoet Kembali Jadi...
Bamsoet Kembali Jadi Ketua Steering Committee Formula E Jakarta 2023
Indonesia-Jerman Tandatangani...
Indonesia-Jerman Tandatangani Joint Declaration of Intent
Hary Tanoe Tunjuk Atta...
Hary Tanoe Tunjuk Atta Halilintar Jadi Anggota Executive Committee FFI
Menantu Presiden Jokowi...
Menantu Presiden Jokowi Jadi Steering Committee Formula E Jakarta 2023
BBPLK Medan Gelar Joint...
BBPLK Medan Gelar Joint Practice Kejuruan Pariwisata
Berita Terkini
Goal Aksis U-15 dan...
Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026
1 jam yang lalu
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Alex Kecelakaan di Tikungan 13
2 jam yang lalu
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Resmi Ditutup, Airlangga Hartarto: Ini Bagian Silaturahmi Lingkungan Pasar Modal
3 jam yang lalu
5 Momen Paling Bersejarah...
5 Momen Paling Bersejarah Rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia, Ada Gol 'Tangan Tuhan'
7 jam yang lalu
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Berlangsung Menarik, Peserta Unjuk Kualitas
8 jam yang lalu
Desak Made dan Veddriq...
Desak Made dan Veddriq Leonardo Kawinkan Emas Indonesia di World Climbing Chamonix 2026
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved