Koreksi kesalahan, Budiawan mampu bersaing
Sabtu, 21 Juli 2012 - 15:44 WIB
Koreksi kesalahan, Budiawan mampu bersaing
A
A
A
Sindonews.com – Menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di musim pertamanya dirasakan betul sebagai ujian yang sesungguhnya bagi gelandang muda Persib Bandung, Budiawan. Memiliki otot-otot yang membuatnya lincah tak hanya mendongkrak performa pemain yang akrab disapa Made ini. Tapi, juga dia merasakan pelajaran dari kekurangannya sebagai debutan.
Pemain bernomor punggung 20 ini memang tampil impresif di musim pertamanya di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Made tercatat tampil sebanyak 19 kali sepanjang musim ini dengan lima di antaranya menjadi starter. Tentu modal yang baik yang dicapai pemain yang dicap rookie terbaik pada musim pertamanya di tim senior.
Made mangatakan, sumbangan saran yang diberikan pelatih kepadanya lah yang membuatnya mampu menarik pelajaran dari setiap kekurangan dirinya. “Saya berharap untuk terus menambah jam terbang lagi. Setiap bermain, pelatih selalu memberikan koreksi pada saya terutama kekurangan. Apa kekurangannya saya bisa mengoreksi diri,” ujar Budiawan, Sabtu (21/7).
Akan tetapi, jebolan SSB UNI ini langsung berkontribusi dengan mencetak satu gol. Sumbangan gol tersebut sangat berarti bagi Pangeran Biru sehingga selisih gol tidak minus di akhir musim ini.
Atas pencapaian di musim pertamanya tersebut, Made berusaha untuk tidak besar kepala. Baginya, masih banyak waktu untuk menimba pengalaman bermain di lapangan yang sangat dibutuhkan seorang pemain muda.
“Suatu waktu saya bermain bagus namun di lain waktu bermain jelek. Agar konsisten dalam bermain, kuncinya jam terbang. Saya yakin pasti bisa bermain bagus di masa mendatang,” jelasnya.
Selama berkarir di Persib U-21, Made mengakui jika persoalan penampilan memang mengalami naik-turun. Tapi, di kompetisi yang levelnya jauh berbeda dibandingkan dengan saat dirinya masih memperkuat Maung Ngora jelas menjadi sebuah tantangan untuk terus memperbaiki performa di lapangan.
Pemain bernomor punggung 20 ini memang tampil impresif di musim pertamanya di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Made tercatat tampil sebanyak 19 kali sepanjang musim ini dengan lima di antaranya menjadi starter. Tentu modal yang baik yang dicapai pemain yang dicap rookie terbaik pada musim pertamanya di tim senior.
Made mangatakan, sumbangan saran yang diberikan pelatih kepadanya lah yang membuatnya mampu menarik pelajaran dari setiap kekurangan dirinya. “Saya berharap untuk terus menambah jam terbang lagi. Setiap bermain, pelatih selalu memberikan koreksi pada saya terutama kekurangan. Apa kekurangannya saya bisa mengoreksi diri,” ujar Budiawan, Sabtu (21/7).
Akan tetapi, jebolan SSB UNI ini langsung berkontribusi dengan mencetak satu gol. Sumbangan gol tersebut sangat berarti bagi Pangeran Biru sehingga selisih gol tidak minus di akhir musim ini.
Atas pencapaian di musim pertamanya tersebut, Made berusaha untuk tidak besar kepala. Baginya, masih banyak waktu untuk menimba pengalaman bermain di lapangan yang sangat dibutuhkan seorang pemain muda.
“Suatu waktu saya bermain bagus namun di lain waktu bermain jelek. Agar konsisten dalam bermain, kuncinya jam terbang. Saya yakin pasti bisa bermain bagus di masa mendatang,” jelasnya.
Selama berkarir di Persib U-21, Made mengakui jika persoalan penampilan memang mengalami naik-turun. Tapi, di kompetisi yang levelnya jauh berbeda dibandingkan dengan saat dirinya masih memperkuat Maung Ngora jelas menjadi sebuah tantangan untuk terus memperbaiki performa di lapangan.
(wbs)