Arsene Wenger bawa kutukan dari Jepang?
Senin, 23 Juli 2012 - 10:56 WIB
Arsene Wenger bawa kutukan dari Jepang?
A
A
A
Sindonews.com - Setiap klub memiliki mitos yang mengiringi keberadaan mereka. Menyangkut Arsenal,keyakinan tersebut adalah kutukan bagi pemakai nomor punggung 9. Angka itu menjadi nomor yang sangat menakutkan di Arsenal.
Bukti menunjukkan setiap pemain yang mengenakan seragam tersebut,gagal memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Nasib buruk tersebut diawali ketika Arsene Wenger tiba pada 1996. Paul Merson yang sebelumnya mengenakan nomor 10 harus terima seragam itu diberikan ke Dennis Bergkamp yang bergabung dari Inter Milan.Namun,apa yang terjadi dengan Merson? Gelandang yang semula menjadi jenderal lapangan tengah itu kehilangan sihirnya.
Parahnya,Merson juga tidak memberikan contoh baik di luar lapangan.Dia terjerumus dengan alkohol,narkoba,dan kecanduan judi.Tidak heran Wenger kemudian melepas Merson ke Middlesbrough. Kutukan nomor 9 lalu hinggap ke Nicolas Anelka.
Bakatnya tidak perlu diragukan.Namun,Anelka juga bengal. Sadar akan kemungkinan Anelka merusak harmonisasi skuad,Wenger melegonya ke Real Madrid. Daftar korban nestapa seragam 9 kemudian berlanjut.Davor Suker merupakan striker tajam di Sevilla,Madrid,dan tim nasional (timnas) Kroasia.
Tapi dia hanya menciptakan delapan gol dari 22 penampilan bersama Arsenal. Nama Francis Jeffers mencuat sebagai penyerang muda menjanjikan asal Everton.Tapi dia gagal melanjutkan perkembangannya di Higbury.Begitu pula Jose Antonio Reyes yang berstatus talenta berbakat dari Sevilla.Dia tidak mampu beradaptasi dengan kultur Liga Primer dan dipulangkan ke Negeri Matador.
Kasus serupa juga terjadi bagi Julio Baptista.Gelandang asal Brasil tersebut sama sekali tidak memberi sumbangsih positif semasa menghabiskan waktu ketika dipinjamkan dari Madrid. Di antara nama-nama pemakai nomor 9,barangkali sosok Eduardo da Silva yang paling tragis. Karier striker Dynamo Zagreb tersebut sempat terancam berakhir di Arsenal.Dia mengalami cedera patah kaki dan harus absen lama.Setelah pulih, penampilannya tidak setajam sebelumnya. Wenger akhirnya melepasnya ke Shakhtar Donetsk.
Kini jersey 9 dipegang Park Chu-young. Bisa ditebak,kontribusinya juga minim. Padahal,Park dikenal akan ketajamannya semasa memperkuat AS Monaco dan timnas Korea Selatan. Merujuk buruknya sejarah ini,tidak heran jika Pelatih Arsene Wenger mengambil langkah pencegahan.Dia membiarkan seragam 9 dipakai Park,meski Arsenal baru membeli dua striker kelas wahid.
Sebagai gantinya,Oliver Giroud ditetapkan mengenakan jersey 12 dengan Lukas Podolski masih menunggu. Tidak ada penjelasan rasional mengapa nomor 9 Arsenal begitu buruk.Beberapa pihak pun mengaitkannya dengan kedatangan Wenger dari klub Jepang,Nagoya Grampus Eight.Di Negeri Matahari Terbit,sembilan adalah angka sial.Maka setiap pemain yang memakai nomor itu, atau kelipatannya,selalu tidak beruntung.
Terbukti,bukan pemakai nomor 9 saja yang terpuruk.Pengguna seragam 18 (Giles Grimandi,Pascal Cygan,Mikael Silvestre, Sebastien Squillaci) serta 27 (Paul Shaw,Kaba Diawara, Stathis Tavlaridis, Emmanuel Eboue,Gervinho) tidak ada yang bersinar.
Bukti menunjukkan setiap pemain yang mengenakan seragam tersebut,gagal memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Nasib buruk tersebut diawali ketika Arsene Wenger tiba pada 1996. Paul Merson yang sebelumnya mengenakan nomor 10 harus terima seragam itu diberikan ke Dennis Bergkamp yang bergabung dari Inter Milan.Namun,apa yang terjadi dengan Merson? Gelandang yang semula menjadi jenderal lapangan tengah itu kehilangan sihirnya.
Parahnya,Merson juga tidak memberikan contoh baik di luar lapangan.Dia terjerumus dengan alkohol,narkoba,dan kecanduan judi.Tidak heran Wenger kemudian melepas Merson ke Middlesbrough. Kutukan nomor 9 lalu hinggap ke Nicolas Anelka.
Bakatnya tidak perlu diragukan.Namun,Anelka juga bengal. Sadar akan kemungkinan Anelka merusak harmonisasi skuad,Wenger melegonya ke Real Madrid. Daftar korban nestapa seragam 9 kemudian berlanjut.Davor Suker merupakan striker tajam di Sevilla,Madrid,dan tim nasional (timnas) Kroasia.
Tapi dia hanya menciptakan delapan gol dari 22 penampilan bersama Arsenal. Nama Francis Jeffers mencuat sebagai penyerang muda menjanjikan asal Everton.Tapi dia gagal melanjutkan perkembangannya di Higbury.Begitu pula Jose Antonio Reyes yang berstatus talenta berbakat dari Sevilla.Dia tidak mampu beradaptasi dengan kultur Liga Primer dan dipulangkan ke Negeri Matador.
Kasus serupa juga terjadi bagi Julio Baptista.Gelandang asal Brasil tersebut sama sekali tidak memberi sumbangsih positif semasa menghabiskan waktu ketika dipinjamkan dari Madrid. Di antara nama-nama pemakai nomor 9,barangkali sosok Eduardo da Silva yang paling tragis. Karier striker Dynamo Zagreb tersebut sempat terancam berakhir di Arsenal.Dia mengalami cedera patah kaki dan harus absen lama.Setelah pulih, penampilannya tidak setajam sebelumnya. Wenger akhirnya melepasnya ke Shakhtar Donetsk.
Kini jersey 9 dipegang Park Chu-young. Bisa ditebak,kontribusinya juga minim. Padahal,Park dikenal akan ketajamannya semasa memperkuat AS Monaco dan timnas Korea Selatan. Merujuk buruknya sejarah ini,tidak heran jika Pelatih Arsene Wenger mengambil langkah pencegahan.Dia membiarkan seragam 9 dipakai Park,meski Arsenal baru membeli dua striker kelas wahid.
Sebagai gantinya,Oliver Giroud ditetapkan mengenakan jersey 12 dengan Lukas Podolski masih menunggu. Tidak ada penjelasan rasional mengapa nomor 9 Arsenal begitu buruk.Beberapa pihak pun mengaitkannya dengan kedatangan Wenger dari klub Jepang,Nagoya Grampus Eight.Di Negeri Matahari Terbit,sembilan adalah angka sial.Maka setiap pemain yang memakai nomor itu, atau kelipatannya,selalu tidak beruntung.
Terbukti,bukan pemakai nomor 9 saja yang terpuruk.Pengguna seragam 18 (Giles Grimandi,Pascal Cygan,Mikael Silvestre, Sebastien Squillaci) serta 27 (Paul Shaw,Kaba Diawara, Stathis Tavlaridis, Emmanuel Eboue,Gervinho) tidak ada yang bersinar.
(wbs)