Souza seorang mualaf yang rajin berlatih & berpuasa
Selasa, 24 Juli 2012 - 15:47 WIB
Souza seorang mualaf yang rajin berlatih & berpuasa
A
A
A
Sindonews.com – Saran pelatih fisik Persib Bandung Dino Sefrianto agar para pemain untuk tidak istirahat total diikuti betul oleh striker Marcio Souza. Pemain yang musim lalu menorehkan total 14 gol ini mengaku tetap menjalankan ibadah puasa sambil berlatih.
Tapi, latihan yang diikuti Souza bukanlah latihan berat seperti saat menjalani kompetisi penuh. Latihan ringan yang disarankan Dino seperti jogging atau latihan fitnes ringan dilakukan pemain asal Brasil yang beristrikan orang minang ini.
“Tetap menjaga kondisi fisik meski tetap menjalankan puasa. Latiahan ringan ini sama saya lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Latihan dipilih pada pagi dan sore hari,” ujar Souza kepada wartawan, Selasa (24/7).
Baginya, latihan low intensity saat off season seperti ini adalah penting mengingat jantung dan otot perlu beristirahat dan melakukan pemulihan setelah bermain sepanjang kompetisi.
Mantan pemain Arema Indonesia juga merasakan apa yang dilakukannya untuk tetap menjaga kondisi fisik lebih siap saat nanti tim melakukan persiapan kompetisi selanjutnya. “Yang penting kita latihan yang tidak melakukan latihan sampai menguras tenaga. Kalau latihan jogging itu wajar dalam bulan puasa,” terangnya.
Praktis, ini menjadi tahun ketiga sosok berusia 32 tahun itu menjalankan ibadah puasa setelah resmi memeluk agama Islam pada Maret 2010. Souza menjadi mualaf setelah di hadapan pengurus dan jamaah Masjid Nurul Iman Padang membacakan dua kalimat syahadat yang merupakan syarat sesorang memeluk agama Islam.
Kala itu Souza masih membela Semen Padang yang bisa dibilang menjadi anugerah tersendiri baginya. Karena selain menjadi mualaf, dia meminang istri bernama Rahmi Hafidania yang dinikahinya 23 Juni 2010 silam.
Sejak memeluk Islam pula, Souza memahami shalat lima waktu yang berusaha tidak dia jalani setiap hari. Setelah memeluk Agama Islam, Souza mengganti namanya menjadi Ahmad Marcio. Pria yang yang sebelumnya memeluk agama Kristen Protestan menjelaskan keinginannya itu muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam. “Tapi kalau menurut saya semua sama, yaitu dari hati. Saya merasakan kenyamanan memeluk Islam,” tandas Souza belum lama ini.
Tapi, latihan yang diikuti Souza bukanlah latihan berat seperti saat menjalani kompetisi penuh. Latihan ringan yang disarankan Dino seperti jogging atau latihan fitnes ringan dilakukan pemain asal Brasil yang beristrikan orang minang ini.
“Tetap menjaga kondisi fisik meski tetap menjalankan puasa. Latiahan ringan ini sama saya lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Latihan dipilih pada pagi dan sore hari,” ujar Souza kepada wartawan, Selasa (24/7).
Baginya, latihan low intensity saat off season seperti ini adalah penting mengingat jantung dan otot perlu beristirahat dan melakukan pemulihan setelah bermain sepanjang kompetisi.
Mantan pemain Arema Indonesia juga merasakan apa yang dilakukannya untuk tetap menjaga kondisi fisik lebih siap saat nanti tim melakukan persiapan kompetisi selanjutnya. “Yang penting kita latihan yang tidak melakukan latihan sampai menguras tenaga. Kalau latihan jogging itu wajar dalam bulan puasa,” terangnya.
Praktis, ini menjadi tahun ketiga sosok berusia 32 tahun itu menjalankan ibadah puasa setelah resmi memeluk agama Islam pada Maret 2010. Souza menjadi mualaf setelah di hadapan pengurus dan jamaah Masjid Nurul Iman Padang membacakan dua kalimat syahadat yang merupakan syarat sesorang memeluk agama Islam.
Kala itu Souza masih membela Semen Padang yang bisa dibilang menjadi anugerah tersendiri baginya. Karena selain menjadi mualaf, dia meminang istri bernama Rahmi Hafidania yang dinikahinya 23 Juni 2010 silam.
Sejak memeluk Islam pula, Souza memahami shalat lima waktu yang berusaha tidak dia jalani setiap hari. Setelah memeluk Agama Islam, Souza mengganti namanya menjadi Ahmad Marcio. Pria yang yang sebelumnya memeluk agama Kristen Protestan menjelaskan keinginannya itu muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam. “Tapi kalau menurut saya semua sama, yaitu dari hati. Saya merasakan kenyamanan memeluk Islam,” tandas Souza belum lama ini.
(wbs)