Anggap semua laga final
Jum'at, 27 Juli 2012 - 10:13 WIB
Anggap semua laga final
A
A
A
Sindonews.com – Kontingen bulu tangkis Indonesia menyisakan satu hari jelang tampil di babak pertama Olimpiade 2012, Sabtu (28/7). Kesempatan itu lantas dimaksimalkan pebulu tangkis Merah Putih dengan pemantapan demi mendapatkan hasil terbaik.
Ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir,misalnya.Pasangan peringkat 3 BWF itu tak ingin membuang waktu melakukan pemantapan.Apalagi,lawan yang akan mereka hadapi pada babak pertama bukan lawan sembarangan. Pada babak pertama nanti,mereka akan meladeni ketangguhan pasangan India Diju V/Jwala Gutta.Di atas kertas,pasangan Indonesia memiliki keunggulan bisa memenangkan laga tersebut.Namun, Tontowi tak ingin prediksi itu membuatnya lengah saat mengawali laga nanti.
Dia menilai, laga perdana memiliki tingkat tekanan yang cukup berat karena semua peserta akan saling meraba, kendati telah mengenal kekuatan masingmasing. Selain itu, tekanan faktor nonteknis seperti penonton hingga euforia berlaga di Olimpiade bisa menjadi batu sandungan.“Tak dimungkiri tingkat emosional peserta akan terpengaruh saat menjalani laga pertama nanti.Tapi, kami memiliki trik untuk mengantisipasinya,”ujar Tontowi kepada HATTRICK,kemarin.
Trik yang dimaksud Tontowi adalah berusaha menjadikan setiap babak layaknya final. Artinya,dia tak akan menganggap remeh setiap babak yang dijalani atau siapa lawan yang akan dihadapi.Dengan begitu,dia bisa rileks,tapi tetap fokus menjalani pertandingan. “Kami tak ingin menganggap remeh siapa pun.Sebab,bahaya jika kami terlalu percaya diri bisa mengatasi mereka (India). Dengan bersikap santai tapi tetap fokus, kami tentu memiliki peluang meraih kemenangan,”tandasnya.
Instruksi itu pula yang diberikan tim pelatih Indonesia selama menjalani pemantapan sejak tiba di London,Inggris, Selasa (24/7).Mereka meminta para duta Merah Putih fokus dan bersabar dalam menjalani setiap pertandingan. Lilyana mengaku langkah itu paling tepat bagi pebulu tangkis Indonesia saat tampil di multieventempat tahunan tersebut.Menurut dia,menghormati setiap lawan lebih baik ketimbang membahas keunggulan sendiri.
Strategi itu akan membuat dia selalu sigap mengantisipasi pergerakan lawan, terlebih dia mengenal dengan baik pasangan asal India tersebut.“Mereka jelas bukan pasangan yang mudah dikalahkan. Apalagi,mereka tentunya juga ingin mendapatkan kemenangan di laga tersebut,”tandasnya. Ganda putri Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii juga berpikiran sama.
Mereka tak ingin main-main saat berhadapan dengan Michelle Claire Edwards/Annari Viljoen pada babak pertama.Mereka takut pasangan nonunggulan asal Afrika Selatan itu akan menjadi batu sandungan terbesar demi memuluskan ambisi meraih performa terbaik.
Ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir,misalnya.Pasangan peringkat 3 BWF itu tak ingin membuang waktu melakukan pemantapan.Apalagi,lawan yang akan mereka hadapi pada babak pertama bukan lawan sembarangan. Pada babak pertama nanti,mereka akan meladeni ketangguhan pasangan India Diju V/Jwala Gutta.Di atas kertas,pasangan Indonesia memiliki keunggulan bisa memenangkan laga tersebut.Namun, Tontowi tak ingin prediksi itu membuatnya lengah saat mengawali laga nanti.
Dia menilai, laga perdana memiliki tingkat tekanan yang cukup berat karena semua peserta akan saling meraba, kendati telah mengenal kekuatan masingmasing. Selain itu, tekanan faktor nonteknis seperti penonton hingga euforia berlaga di Olimpiade bisa menjadi batu sandungan.“Tak dimungkiri tingkat emosional peserta akan terpengaruh saat menjalani laga pertama nanti.Tapi, kami memiliki trik untuk mengantisipasinya,”ujar Tontowi kepada HATTRICK,kemarin.
Trik yang dimaksud Tontowi adalah berusaha menjadikan setiap babak layaknya final. Artinya,dia tak akan menganggap remeh setiap babak yang dijalani atau siapa lawan yang akan dihadapi.Dengan begitu,dia bisa rileks,tapi tetap fokus menjalani pertandingan. “Kami tak ingin menganggap remeh siapa pun.Sebab,bahaya jika kami terlalu percaya diri bisa mengatasi mereka (India). Dengan bersikap santai tapi tetap fokus, kami tentu memiliki peluang meraih kemenangan,”tandasnya.
Instruksi itu pula yang diberikan tim pelatih Indonesia selama menjalani pemantapan sejak tiba di London,Inggris, Selasa (24/7).Mereka meminta para duta Merah Putih fokus dan bersabar dalam menjalani setiap pertandingan. Lilyana mengaku langkah itu paling tepat bagi pebulu tangkis Indonesia saat tampil di multieventempat tahunan tersebut.Menurut dia,menghormati setiap lawan lebih baik ketimbang membahas keunggulan sendiri.
Strategi itu akan membuat dia selalu sigap mengantisipasi pergerakan lawan, terlebih dia mengenal dengan baik pasangan asal India tersebut.“Mereka jelas bukan pasangan yang mudah dikalahkan. Apalagi,mereka tentunya juga ingin mendapatkan kemenangan di laga tersebut,”tandasnya. Ganda putri Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii juga berpikiran sama.
Mereka tak ingin main-main saat berhadapan dengan Michelle Claire Edwards/Annari Viljoen pada babak pertama.Mereka takut pasangan nonunggulan asal Afrika Selatan itu akan menjadi batu sandungan terbesar demi memuluskan ambisi meraih performa terbaik.
(wbs)