Tim Join Committee tak pernah sepakat
Sabtu, 28 Juli 2012 - 13:34 WIB
Tim Join Committee tak pernah sepakat
A
A
A
Sindonews.com - Tim Join Committee (JC) yang dijadwalkan akan menggelar rapat kedua pada Senin, 30 Juli 2012 mendatang dipastikan tidak dapat terlaksana. Pemicunya adalah kemungkinan akibat masih adanya salah paham antaranggota JC.
JC yang beranggotakan delapan orang, yakni 4 dari pihak PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin dan 4 lagi dari PSSI yang diketuai La Nyalla M Mattalitti. Pembentukan tim itu semula bertujuan mencari solusi terbaik atas kisruh yang ada dipersepakbolaan Indonesia. Akan tetapi, hal itu sepertinya tidak akan terlaksana dengan mulus.
Todung Mulya Lubis, Saleh Ismail Mukadar, Catus Agus Saptono, dan Widjajanto yang mewakili PSSI yang dipimpin Djohar kerap berbeda pandangan dengan Djamal Aziz, Togar Manahan Nero, Joko Driyono, dan Hinca Pandjaitan yang jadi perwakilan PSSI yang diketuai La Nyalla.
Perbedaan yang terjadi tidak hanya dalam pembahasan masalah, tapi juga dalam penentuan jadwal. Salah satu perbedaan yang sudah terjadi dalam menerapkan pembahasan utama JC. Jika PSSI Djohar ingin masalah kompetisi dikedepankan, dari PSSI yang dipimpin La Nyalla ingin memprioritaskan masalah organisasi terlebih dahulu.
Menurut Djamal, batalnya pertemuan kedua yang awalnya sudah disepakati kedua pihak lantaran tidak kompletnya perwakilan dari PSSI Djohar. Mereka meminta pertemuan kedua digelar pada 2 Agustus nanti. Namun, giliran anggota JC dari pihak La Nyalla yang sepertinya tidak menyanggupi permintaan tersebut.
“Pada 30 Juli tidak ada pertemuan kedua JC karena ada anggota dari pihak Djohar yang tidak bisa hadir. Mereka mau menggelar rapat kedua pada 2 Agustus nanti. Tapi, dari pihak kami menyatakan tidak bisa semudah itu karena kami sudah sama-sama komitmen menggelar rapat pada 30 Juli,” ungkap Djamal,kemarin.
“Kami juga mempunyai urusan lain yang harus juga diselesaikan. Tidak mungkin bisa semudah membalikkan telapak tangan saat mengumpulkan delapan anggota JC, yang juga memiliki agenda-agenda kesibukan lain di luar JC,” papar pria yang juga anggota Komisi X DPR tersebut.
Sayang, Djamal enggan membeberkan rencana yang akan dibicarakan dalam pertemuan kedua nanti. Pokok pembahasan masih dalam diskusi para anggota JC kedua pihak. Djamal menyampaikan, sebaiknya menunggu hasil dari rapat kedua nanti.
“Kami masih membicarakan semua yang akan dibicarakan dalam pertemuan kedua nanti secara internal. Namun, kami tetap mengedepankan masalah organisasi yang harus diselesaikan terlebih dulu. Sebab, masalah organisasi yang harus secepat mungkin diperbaiki,” papar Djamal.
Sementara itu, Saleh menegaskan pertemuan kedua JC akan tetap dilaksanakan pada 2 Agustus nanti. Ketentuan itu berdasarkan keputusan semua pihak, seperti dari dua perwakilan JC dan anggota AFC yang menjadi tim pemantau tim JC. “Pertemuannya sudah ditetapkan akan digelar pada 2 Agustus. Ini sudah disepakati semua pihak. Jadi, tidak ada alasan jika pertemuan pada 2 Agustus harus ditunda kembali pelaksanaannya,” papar Saleh.
“Sementara penundaan dari 24 Juli terjadi karena ada surat dari Joko Driyono yang menyatakan dua anggota mereka tidak bisa menjalankan pertemuan kedua JC pada momen tersebut,” ujar mantan manajer Persebaya Surabaya tersebut.
JC yang beranggotakan delapan orang, yakni 4 dari pihak PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin dan 4 lagi dari PSSI yang diketuai La Nyalla M Mattalitti. Pembentukan tim itu semula bertujuan mencari solusi terbaik atas kisruh yang ada dipersepakbolaan Indonesia. Akan tetapi, hal itu sepertinya tidak akan terlaksana dengan mulus.
Todung Mulya Lubis, Saleh Ismail Mukadar, Catus Agus Saptono, dan Widjajanto yang mewakili PSSI yang dipimpin Djohar kerap berbeda pandangan dengan Djamal Aziz, Togar Manahan Nero, Joko Driyono, dan Hinca Pandjaitan yang jadi perwakilan PSSI yang diketuai La Nyalla.
Perbedaan yang terjadi tidak hanya dalam pembahasan masalah, tapi juga dalam penentuan jadwal. Salah satu perbedaan yang sudah terjadi dalam menerapkan pembahasan utama JC. Jika PSSI Djohar ingin masalah kompetisi dikedepankan, dari PSSI yang dipimpin La Nyalla ingin memprioritaskan masalah organisasi terlebih dahulu.
Menurut Djamal, batalnya pertemuan kedua yang awalnya sudah disepakati kedua pihak lantaran tidak kompletnya perwakilan dari PSSI Djohar. Mereka meminta pertemuan kedua digelar pada 2 Agustus nanti. Namun, giliran anggota JC dari pihak La Nyalla yang sepertinya tidak menyanggupi permintaan tersebut.
“Pada 30 Juli tidak ada pertemuan kedua JC karena ada anggota dari pihak Djohar yang tidak bisa hadir. Mereka mau menggelar rapat kedua pada 2 Agustus nanti. Tapi, dari pihak kami menyatakan tidak bisa semudah itu karena kami sudah sama-sama komitmen menggelar rapat pada 30 Juli,” ungkap Djamal,kemarin.
“Kami juga mempunyai urusan lain yang harus juga diselesaikan. Tidak mungkin bisa semudah membalikkan telapak tangan saat mengumpulkan delapan anggota JC, yang juga memiliki agenda-agenda kesibukan lain di luar JC,” papar pria yang juga anggota Komisi X DPR tersebut.
Sayang, Djamal enggan membeberkan rencana yang akan dibicarakan dalam pertemuan kedua nanti. Pokok pembahasan masih dalam diskusi para anggota JC kedua pihak. Djamal menyampaikan, sebaiknya menunggu hasil dari rapat kedua nanti.
“Kami masih membicarakan semua yang akan dibicarakan dalam pertemuan kedua nanti secara internal. Namun, kami tetap mengedepankan masalah organisasi yang harus diselesaikan terlebih dulu. Sebab, masalah organisasi yang harus secepat mungkin diperbaiki,” papar Djamal.
Sementara itu, Saleh menegaskan pertemuan kedua JC akan tetap dilaksanakan pada 2 Agustus nanti. Ketentuan itu berdasarkan keputusan semua pihak, seperti dari dua perwakilan JC dan anggota AFC yang menjadi tim pemantau tim JC. “Pertemuannya sudah ditetapkan akan digelar pada 2 Agustus. Ini sudah disepakati semua pihak. Jadi, tidak ada alasan jika pertemuan pada 2 Agustus harus ditunda kembali pelaksanaannya,” papar Saleh.
“Sementara penundaan dari 24 Juli terjadi karena ada surat dari Joko Driyono yang menyatakan dua anggota mereka tidak bisa menjalankan pertemuan kedua JC pada momen tersebut,” ujar mantan manajer Persebaya Surabaya tersebut.
(akr)