Angsa berkedok kenari, kambing pemabuk, hingga veteran perang
Senin, 30 Juli 2012 - 11:02 WIB
Angsa berkedok kenari, kambing pemabuk, hingga veteran perang
A
A
A
Sindonews.com - Tugas utamanya adalah merepresentasikan identitas klub. Dia juga diharapkan dapat membawa keberuntungan. Perkenalkan maskot Manchester United (MU),Fred the Red.
Boneka yang merepresentasikan julukan klub tersebut selalu hadir sebelum dan sesudah pertandingan kandang.Di sana,dia menghibur penonton lewat aksinya bernyanyi dan menari. Popularitas Fred the Red sungguh luar biasa.Metro melaporkan,antusiasme fans saat mendampingi Rio Ferdinand dkk pada tur pramusim ke China sangat tinggi.Saking besarnya animo penonton,Fred the Red sampai harus dikawal petugas keamanan dari serbuan penonton pada laga melawan Shanghai Shenhua,Rabu (25/7).
Bertugas sejak 1994,Fred the Red merupakan bagian dari tradisi panjang klub.The Red Devils—julukan MU— memang sudah memiliki maskot tidak lama setelah berdiri menggunakan nama Newton Heath pada 1878.Maskot pertama adalah Michael si burung kenari,yang diperkenalkan kepada fans pada 1890-an. Pada selebarannya,klub mengajak penonton menikmati merdunya nyanyian Michael sembari menarik pungutan.
Pendapatan dari pos ini diharapkan dapat membantu situasi keuangan klub.Namun, manajemen ternyata melakukan penipuan.Sebab,Michael ternyata seekor angsa.Suporter pun tidak puas karena hanya mendengar suara unggas yang tidak merdu tersebut.Hingga akhirnya pada satu malam Natal,Michael menghilang.Dia ditengarai menjadi santapan makan malam suporter klub yang kecewa. Maskot kedua klub adalah Major, seekor anjing St Bernard milik kapten tim Harry Stafford.Dia menjadi bagian penting pada sejarah klub.
Bertugas pada 1902–1906,Major menyaksikan klub berganti nama menjadi MU dan perubahan warna kebesaran (hijau-emas ke merah putih). Figur keberuntungan klub selanjutnya Billy si kambing.Uniknya,mamalia ini dilaporkan suka menenggak alkohol. Kebiasaan ini membuatnya menemui ajal. Billy mati pada 1909 akibat keracunan yang disebabkan terlalu banyak minum sampanye. Maskot MU berikutnya William Thorne, mantan tentara Inggris di Perang Dunia I. Dia kemudian digantikan Jack Irons,yang pensiun pada 1963 karena dikhawatirkan menjadi korban pendukung lawan.
Boneka yang merepresentasikan julukan klub tersebut selalu hadir sebelum dan sesudah pertandingan kandang.Di sana,dia menghibur penonton lewat aksinya bernyanyi dan menari. Popularitas Fred the Red sungguh luar biasa.Metro melaporkan,antusiasme fans saat mendampingi Rio Ferdinand dkk pada tur pramusim ke China sangat tinggi.Saking besarnya animo penonton,Fred the Red sampai harus dikawal petugas keamanan dari serbuan penonton pada laga melawan Shanghai Shenhua,Rabu (25/7).
Bertugas sejak 1994,Fred the Red merupakan bagian dari tradisi panjang klub.The Red Devils—julukan MU— memang sudah memiliki maskot tidak lama setelah berdiri menggunakan nama Newton Heath pada 1878.Maskot pertama adalah Michael si burung kenari,yang diperkenalkan kepada fans pada 1890-an. Pada selebarannya,klub mengajak penonton menikmati merdunya nyanyian Michael sembari menarik pungutan.
Pendapatan dari pos ini diharapkan dapat membantu situasi keuangan klub.Namun, manajemen ternyata melakukan penipuan.Sebab,Michael ternyata seekor angsa.Suporter pun tidak puas karena hanya mendengar suara unggas yang tidak merdu tersebut.Hingga akhirnya pada satu malam Natal,Michael menghilang.Dia ditengarai menjadi santapan makan malam suporter klub yang kecewa. Maskot kedua klub adalah Major, seekor anjing St Bernard milik kapten tim Harry Stafford.Dia menjadi bagian penting pada sejarah klub.
Bertugas pada 1902–1906,Major menyaksikan klub berganti nama menjadi MU dan perubahan warna kebesaran (hijau-emas ke merah putih). Figur keberuntungan klub selanjutnya Billy si kambing.Uniknya,mamalia ini dilaporkan suka menenggak alkohol. Kebiasaan ini membuatnya menemui ajal. Billy mati pada 1909 akibat keracunan yang disebabkan terlalu banyak minum sampanye. Maskot MU berikutnya William Thorne, mantan tentara Inggris di Perang Dunia I. Dia kemudian digantikan Jack Irons,yang pensiun pada 1963 karena dikhawatirkan menjadi korban pendukung lawan.
(wbs)