Bulu tangkis tuan rumah bertumbangan
Senin, 30 Juli 2012 - 14:28 WIB
Bulu tangkis tuan rumah bertumbangan
A
A
A
Sindonews.com – Pasangan ganda campuran bulu tangkis tuan rumah, Chris Adcock/Imogen Bankier, gagal di laga pertama babak penyisihan grup A bulu tangkis. Runner-up Kejuaraan Dunia 2011 ini di luar dugaan harus terima kekalahan setelah dipermalukan pasangan Rusia Alexander Nikolaenko/Valeri Sorokina.
Memang, Inggris Raya masih punya satu wakil lagi di nomor tungga putra, yakni Ouseph Rajiv. Tapi peluang pebulutangkis keturunan India itu terbilang tipis untuk setidaknya memijak semifinal.
Adcock/Bankier-lah yang menjadi harapan tuan rumah untuk setidaknya, menggapai final dan meraih medali perak. Sempat unggul 21-14 di gim pertama, Adcock/Bankier justru tampil menurun di gim kedua. Mereka kalah mudah 9-21.
Pada gim ketiga, mereka berupaya kembali bangkit. Namun pasangan Rusia itu sudah sangat percaya diri untuk menang 21-18.
Dengan kekalahan ini, peluang mereka ke perempat final akan berat karena di laga berikutnya mereka akan menghadapi unggulan utama dari China Zhang Nan/Zhao Yunlei dan pasangan Jerman Michael Fuch/Michels Birgit. Hanya dua pasangan terbaik yang lolos ke perempat final.
Padahal di laga pertama, mereka juga dibungkam dengan lawan yang semestinya mereka kalahkan, yaitu pasangan Rusia, Alexandr Nikolaenko/Valeria Sorokina. Betul jika peluang Adcock/Bankier belum habis. Mereka masih harus menunggu hasil laga Fuchs/Michles vs Nikolaenko/Sorokina.
Tapi tak hanya itu, mereka juga mesti menang telak atau setidaknya melalui straight set dari pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yun Lei. Alhasil, Adcock/Bankier tak ingin berharap banyak pada keajaiban untuk meloloskan mereka ke perempatfinal. Mereka hanya ingin tampil baik untuk terakhir kalinya di depan publik sendiri.
“Kami sempat melakukan awal yang bagus tapi kami mengacaukannya – sangat mengecewakan. Kami sudah berusaha semampunya tapi itulah Olimpiade. Kadang hasilnya sulit diterima,” papar Adcock kepada The Galloway Gazette, Senin (30/7/2012).
“Frustrasi sudah pasti. Kami kalah di pertandingan yang seharusnya kami menangkan. Kami sudah bekerja keras untuk tampil di Olimpiade. Tapi kami masih ada satu pertandingan lagi dan kami ingin membalas dukungan semua orang yang mendukung kami dengan kemenangan,” pungkasnya.
Imogen Bankier pun tak kalah kecewanya: “Kami datang ke turnamen ini dengan antusiasme tinggi tapi kami menghadapi dua lawan sulit. Setiap atlet ingin berbuat yang terbaik. Start kami sudah bagus tapi kami gagal mempertahankan momentum. Sayangnya, kami tak bisa bangkit lagi.
Memang, Inggris Raya masih punya satu wakil lagi di nomor tungga putra, yakni Ouseph Rajiv. Tapi peluang pebulutangkis keturunan India itu terbilang tipis untuk setidaknya memijak semifinal.
Adcock/Bankier-lah yang menjadi harapan tuan rumah untuk setidaknya, menggapai final dan meraih medali perak. Sempat unggul 21-14 di gim pertama, Adcock/Bankier justru tampil menurun di gim kedua. Mereka kalah mudah 9-21.
Pada gim ketiga, mereka berupaya kembali bangkit. Namun pasangan Rusia itu sudah sangat percaya diri untuk menang 21-18.
Dengan kekalahan ini, peluang mereka ke perempat final akan berat karena di laga berikutnya mereka akan menghadapi unggulan utama dari China Zhang Nan/Zhao Yunlei dan pasangan Jerman Michael Fuch/Michels Birgit. Hanya dua pasangan terbaik yang lolos ke perempat final.
Padahal di laga pertama, mereka juga dibungkam dengan lawan yang semestinya mereka kalahkan, yaitu pasangan Rusia, Alexandr Nikolaenko/Valeria Sorokina. Betul jika peluang Adcock/Bankier belum habis. Mereka masih harus menunggu hasil laga Fuchs/Michles vs Nikolaenko/Sorokina.
Tapi tak hanya itu, mereka juga mesti menang telak atau setidaknya melalui straight set dari pasangan China, Zhang Nan/Zhao Yun Lei. Alhasil, Adcock/Bankier tak ingin berharap banyak pada keajaiban untuk meloloskan mereka ke perempatfinal. Mereka hanya ingin tampil baik untuk terakhir kalinya di depan publik sendiri.
“Kami sempat melakukan awal yang bagus tapi kami mengacaukannya – sangat mengecewakan. Kami sudah berusaha semampunya tapi itulah Olimpiade. Kadang hasilnya sulit diterima,” papar Adcock kepada The Galloway Gazette, Senin (30/7/2012).
“Frustrasi sudah pasti. Kami kalah di pertandingan yang seharusnya kami menangkan. Kami sudah bekerja keras untuk tampil di Olimpiade. Tapi kami masih ada satu pertandingan lagi dan kami ingin membalas dukungan semua orang yang mendukung kami dengan kemenangan,” pungkasnya.
Imogen Bankier pun tak kalah kecewanya: “Kami datang ke turnamen ini dengan antusiasme tinggi tapi kami menghadapi dua lawan sulit. Setiap atlet ingin berbuat yang terbaik. Start kami sudah bagus tapi kami gagal mempertahankan momentum. Sayangnya, kami tak bisa bangkit lagi.
(wbs)