Baru diberitahu kakek meninggal setelah raih emas
Rabu, 01 Agustus 2012 - 23:34 WIB
Baru diberitahu kakek meninggal setelah raih emas
A
A
A
Sindonews.com – Selalu ada kisah yang menyentuh hati di balik cerita kesuksesan atlet China di dunia olahraga. Kali ini, atlet loncat indah China, Wu Minxia, menjadi lakon dari cerita kesuksesannya meraih emas ketiga di Olimpiade.
Ya, Wu Minxia mencatat hat-trick emas Olimpiade di London setelah menjadi yang terbaik di nomor papan 3 meter sinkronisasi, 29 Juli lalu. Namun, kebahagiaan Wu Minxia berbalut cerita sedih ketika dia diberitahu keluarganya jika kakek dan neneknya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Dia juga baru dikabari jika ibunya sedang berjuang melawan kanker payudara.
Ayah Wu Minxia sengaja merahasiakan meninggalnya kakek dan neneknya serta sakit kanker payudara ibunya. Itu dilakukan agar cerita sedih itu tidak mengganggu pikiran Wu selama mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade London. ’’Sangat penting untuk mengungkapkan kebohongan ini,’’kata Wu Yumin, ayah Wu Minxia.
Di China, sudah lazim jika anak-anak yang berbakat di bidang olahraga langsung masuk pemusatan latihan negara. Mereka dipisahkan dari orangtua dan keluarganya sejak usia muda untuk menjalani sekolah dan latihan khusus setiap hari di asrama atlet.
Wu diambil dari orangtuanya untuk dipoles sebagai atlet loncat tinggi sejak usia 6 tahun. Kini, Wu menjelma menjadi atlet sukses di cabang olahraga loncat indah. Ia mengoleksi banyak emas bergengsi dari Asian Games, kejuaraan dunia, hingga Olimpiade. Tercatat, dia mengoleksi tiga medali emas Olimpiade, enam emas kejuaraan dunia, empat keping emas Asian Games.
Namun, ayah Wu mengatakan jika sukses anaknya tersebut harus dibayar mahal dengan hilangnya kehidupan normal Wu.’’Kami menerima untuk beberapa waktu dia bukan sepenuhnya milik kami,’’kata Wu Yuming kepada Shanghai Morning Post. ’’Saya tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagai sebuah keluarga,’’kata Yuming.
Ibunda Wu juga melakukan hal yang sama dengan menyimpan rapat sakit yang dialaminya. Ia juga harus merahasiakan meninggalnya kakek dan nenek Wu setahun yang lalu. Wu baru diberitahu semua yang dialami keluarganya setelah merebut emas ketiga Olimpiade.
Ya, Wu Minxia mencatat hat-trick emas Olimpiade di London setelah menjadi yang terbaik di nomor papan 3 meter sinkronisasi, 29 Juli lalu. Namun, kebahagiaan Wu Minxia berbalut cerita sedih ketika dia diberitahu keluarganya jika kakek dan neneknya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Dia juga baru dikabari jika ibunya sedang berjuang melawan kanker payudara.
Ayah Wu Minxia sengaja merahasiakan meninggalnya kakek dan neneknya serta sakit kanker payudara ibunya. Itu dilakukan agar cerita sedih itu tidak mengganggu pikiran Wu selama mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade London. ’’Sangat penting untuk mengungkapkan kebohongan ini,’’kata Wu Yumin, ayah Wu Minxia.
Di China, sudah lazim jika anak-anak yang berbakat di bidang olahraga langsung masuk pemusatan latihan negara. Mereka dipisahkan dari orangtua dan keluarganya sejak usia muda untuk menjalani sekolah dan latihan khusus setiap hari di asrama atlet.
Wu diambil dari orangtuanya untuk dipoles sebagai atlet loncat tinggi sejak usia 6 tahun. Kini, Wu menjelma menjadi atlet sukses di cabang olahraga loncat indah. Ia mengoleksi banyak emas bergengsi dari Asian Games, kejuaraan dunia, hingga Olimpiade. Tercatat, dia mengoleksi tiga medali emas Olimpiade, enam emas kejuaraan dunia, empat keping emas Asian Games.
Namun, ayah Wu mengatakan jika sukses anaknya tersebut harus dibayar mahal dengan hilangnya kehidupan normal Wu.’’Kami menerima untuk beberapa waktu dia bukan sepenuhnya milik kami,’’kata Wu Yuming kepada Shanghai Morning Post. ’’Saya tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagai sebuah keluarga,’’kata Yuming.
Ibunda Wu juga melakukan hal yang sama dengan menyimpan rapat sakit yang dialaminya. Ia juga harus merahasiakan meninggalnya kakek dan nenek Wu setahun yang lalu. Wu baru diberitahu semua yang dialami keluarganya setelah merebut emas ketiga Olimpiade.
(aww)