QPR, Klub Nomaden Inggris
Kamis, 02 Agustus 2012 - 11:54 WIB
QPR, Klub Nomaden Inggris
A
A
A
Sindonews.com - Queens Park Rangers (QPR) berencana meninggalkan Loftus Road karena merasa stadion tersebut tidak lagi merepresentasikan ambisi mereka.Dengan kapasitas 18.360 tempat duduk,Loftus Road merupakan stadion paling kecil di Liga Primer.
Tidak ada yang salah dari manuver QPR. Hanya saja,kebijakan mereka mencari kediaman baru dipastikan bakal mempertegas status unik The Hoops––julukan QPR,yakni klub yang paling banyak memiliki rumah. Sejak tahun 1886,QPR terhitung sudah melakoni laga kandang di 16 lokasi berbeda. Daftar itu bisa saja bertambah.Namun,tempat tinggal QPR pada tahun berdirinya klub (1882) hingga 1886 tidak tercatat sejarah.
Rumah pertama QPR adalah Welford’s Fields.Di sana mereka beraksi selama dua tahun.Setelah itu,QPR meminjam stadion klub rugbi London Scottish.Tapi,kepentingan pemilik yang juga ikut kompetisi memaksa mereka berpindah-pindah.Alhasil QPR juga memakai Brondesbury,Home Farm, Kensal Green,Gun Club,Wormwood Scrubs, dan Kilburn Cricket Ground pada periode (1888–1889).
Selepas kurun waktu tersebut,The Hoops terus meloncat dari Kensal Rise Athletic Ground (1899–1901), Latimer Road/St Quintin Avenue (1901–1902),Kensal Rise Athletic Ground (1902–1904),Royal Agricultural Society (1904–1907),Park Royal Ground (1907–1917),Loftus Road (1917–1931), White City Stadium (1931–1933),Loftus Road (1933–1962),dan kembali ke White City Stadium (1962–1963).
Setelah berganti-ganti,QPR akhirnya menetap juga.Pada 1963,manajemen klub memutuskan tinggal di Loftus Road.Di sanalah QPR kemudian menjamu lawannya, meski kadang kala harus membagi jatah lapangan bersama klub rugbi London Wasps (1996–2002) dan Fulham ketika sedang membenahi Craven Cottage (2002–2004). Ke depannya QPR bakal segera mengubah kandangnya lagi.Fernandes dikabarkan mempertimbangkan dua situs potensial,yaitu North Acton dan Wood Lane.
Keduanya memiliki ruang untuk pembangunan stadion baru. Namun,Wood Lane baru tersedia pada 2013 setelah BBCmemindahkan markasnya dari sana.Rencananya QPR akan mengonstruksi stadion yang bisa menampung 45.000 penonton. “Stadion baru penting untuk masa depan klub.Saya senang selama satu tahun berkuasa QPR terus menunjukkan perkembangan,”kata Direktur Utama QPR Tony Fernandes dilansir Guardian.
Tidak ada yang salah dari manuver QPR. Hanya saja,kebijakan mereka mencari kediaman baru dipastikan bakal mempertegas status unik The Hoops––julukan QPR,yakni klub yang paling banyak memiliki rumah. Sejak tahun 1886,QPR terhitung sudah melakoni laga kandang di 16 lokasi berbeda. Daftar itu bisa saja bertambah.Namun,tempat tinggal QPR pada tahun berdirinya klub (1882) hingga 1886 tidak tercatat sejarah.
Rumah pertama QPR adalah Welford’s Fields.Di sana mereka beraksi selama dua tahun.Setelah itu,QPR meminjam stadion klub rugbi London Scottish.Tapi,kepentingan pemilik yang juga ikut kompetisi memaksa mereka berpindah-pindah.Alhasil QPR juga memakai Brondesbury,Home Farm, Kensal Green,Gun Club,Wormwood Scrubs, dan Kilburn Cricket Ground pada periode (1888–1889).
Selepas kurun waktu tersebut,The Hoops terus meloncat dari Kensal Rise Athletic Ground (1899–1901), Latimer Road/St Quintin Avenue (1901–1902),Kensal Rise Athletic Ground (1902–1904),Royal Agricultural Society (1904–1907),Park Royal Ground (1907–1917),Loftus Road (1917–1931), White City Stadium (1931–1933),Loftus Road (1933–1962),dan kembali ke White City Stadium (1962–1963).
Setelah berganti-ganti,QPR akhirnya menetap juga.Pada 1963,manajemen klub memutuskan tinggal di Loftus Road.Di sanalah QPR kemudian menjamu lawannya, meski kadang kala harus membagi jatah lapangan bersama klub rugbi London Wasps (1996–2002) dan Fulham ketika sedang membenahi Craven Cottage (2002–2004). Ke depannya QPR bakal segera mengubah kandangnya lagi.Fernandes dikabarkan mempertimbangkan dua situs potensial,yaitu North Acton dan Wood Lane.
Keduanya memiliki ruang untuk pembangunan stadion baru. Namun,Wood Lane baru tersedia pada 2013 setelah BBCmemindahkan markasnya dari sana.Rencananya QPR akan mengonstruksi stadion yang bisa menampung 45.000 penonton. “Stadion baru penting untuk masa depan klub.Saya senang selama satu tahun berkuasa QPR terus menunjukkan perkembangan,”kata Direktur Utama QPR Tony Fernandes dilansir Guardian.
(wbs)