Uluran tangan fans untuk The Hoops
Kamis, 02 Agustus 2012 - 12:02 WIB
Uluran tangan fans untuk The Hoops
A
A
A
Sindonews.com – Tidak selamanya Queens Park Rangers (QPR) berdulang harta.Sekitar satu dekade sebelum Tony Fernandes menyuntikkan dana segar, klub London Barat tersebut terjerat kesulitan besar.
QPR masuk administrasi dan divonis ke kasta ketiga (Divisi II) sistem kompetisi sepak bola Inggris akibat hutang yang menumpuk.Mereka juga tidak mampu memperpanjang kontrak 18 pemain.Pelatih Ian Holloway sampai harus memantau klubklub kecil di dalam dan luar negeri hanya untuk membentuk satu tim. Pada keadaan sulit ini,hadir keluarga Winton.
Berdasar kecintaannya terhadap klub, mereka tidak sungkan merogoh kocek supaya The Hoops ––julukan QPR––dapat membeli pemain. Sang kepala keluarga Harold Winton membayar transfer Marc Bircham. Sementara kedua anak Alex dan Matt memfasilitasi kedatangan Aziana Mbombo dan Dan Shittu.“Kami merasa beruntung bisa membantu klub tercinta. Inilah impian kebanyakan fans,” kata Alex, dilansir Telegraph.
Jasa keluarga Winton sangat besar.Kehadiran pemain baru mempermudah perjalanan QPR merangkak naik,hingga akhirnya menembus Liga Primer 2011/2012.Atas dedikasi ini,tidak heran jika Harold kemudian dianugerahi posisi presiden kehormatan klub. Selepas masa sulit,masa depan QPR terlihat cerah.Biliuner Flavio Briatore,Bernie Ecclestone,dan Lakshmi Mittal membantu The Hoops memantapkan diri.
Sayang para investor tersebut hanya setengah-setengah saat berkuasa.Mereka baru mau menyediakan dana belanja pemain kala QPR memetik keuntungan.Periode kepemilikan trio ini bahkan diwarnai kontroversi akibat skandal Briatore dan Ecclestone. Kini QPR didukung Fernandes,pengusaha Malaysia yang meraih kekayaan melalui maskapai AirAsia.Sejak berkuasa tahun lalu, Fernandes mempermudah usaha QPR mendatangkan bintang.
QPR masuk administrasi dan divonis ke kasta ketiga (Divisi II) sistem kompetisi sepak bola Inggris akibat hutang yang menumpuk.Mereka juga tidak mampu memperpanjang kontrak 18 pemain.Pelatih Ian Holloway sampai harus memantau klubklub kecil di dalam dan luar negeri hanya untuk membentuk satu tim. Pada keadaan sulit ini,hadir keluarga Winton.
Berdasar kecintaannya terhadap klub, mereka tidak sungkan merogoh kocek supaya The Hoops ––julukan QPR––dapat membeli pemain. Sang kepala keluarga Harold Winton membayar transfer Marc Bircham. Sementara kedua anak Alex dan Matt memfasilitasi kedatangan Aziana Mbombo dan Dan Shittu.“Kami merasa beruntung bisa membantu klub tercinta. Inilah impian kebanyakan fans,” kata Alex, dilansir Telegraph.
Jasa keluarga Winton sangat besar.Kehadiran pemain baru mempermudah perjalanan QPR merangkak naik,hingga akhirnya menembus Liga Primer 2011/2012.Atas dedikasi ini,tidak heran jika Harold kemudian dianugerahi posisi presiden kehormatan klub. Selepas masa sulit,masa depan QPR terlihat cerah.Biliuner Flavio Briatore,Bernie Ecclestone,dan Lakshmi Mittal membantu The Hoops memantapkan diri.
Sayang para investor tersebut hanya setengah-setengah saat berkuasa.Mereka baru mau menyediakan dana belanja pemain kala QPR memetik keuntungan.Periode kepemilikan trio ini bahkan diwarnai kontroversi akibat skandal Briatore dan Ecclestone. Kini QPR didukung Fernandes,pengusaha Malaysia yang meraih kekayaan melalui maskapai AirAsia.Sejak berkuasa tahun lalu, Fernandes mempermudah usaha QPR mendatangkan bintang.
(wbs)