QPR cari perhatian
Kamis, 02 Agustus 2012 - 12:08 WIB
QPR cari perhatian
A
A
A
Sindinews.com – Queens Park Rangers (QPR) masih dipandang sebelah mata, tidak hanya di Inggris, tapi pula di kota tempat mereka berada. Melalui perombakan besar-besaran yang terus dilakukan, klub London Barat ingin diakui eksistensinya.
Tidak memiliki tradisi dan terlibat beberapa skandal finansial di masa lalu,mudah rasanya melupakan kehadiran QPR.Mereka hanya sekali merebut gelar berupa Piala Liga 1967. Sementara pada kampanye-kampanye lain QPR cenderung naik turun kasta di sistem kompetisi sepak bola Inggris. Namun semuanya sudah berubah.Kedatangan pemilik baru memberi keoptimisan pada masa depan mereka.
Kesuksesan menghindari degradasi 2011/2012 turut berperan penting.Sebab,program QPR menjadi klub terbaik di London atau bahkan Inggris tidak tertunda penurunan reputasi akibat tergusur ke Championship. Pembelian Park Ji-sung merupakan salah satu implementasi rencana ambisius QPR.Dengan merekrut pemain terpopuler Asia,The Hoops––julukan QPR––terangterangan menunjukkan niat mereka memposisikan diri di salah satu pasar menjanjikan Liga Primer.
Pernyataan Park setelah resmi mendarat Loftus Road menjelaskan semuanya.Gelandang yang meninggalkan Manchester United tersebut menyatakan nama QPR kini lebih dikenal dan diperhitungkan di Benua Kuning berkat keberadaannya. Selain memperkuat marketing,status Park juga membuktikan semangat QPR membenahi diri.Seusai nyaris meninggalkan Liga Primer,musim depan mereka bertekad setidaknya naik ke papan tengah.
Transfer Park disertai Robert Green,Junior Hoilett,dan Andrew Johnson dipercaya bakal membantu QPR mewujudkan target itu. Jika kurang,pemilik klub Tony Fernandes masih menyediakan dana bagi Pelatih Mark Hughes untuk belanja.Rumor terakhir menyatakan QPR menginginkan mantan rekan Park di Old Trafford,Dimitar Berbatov.“ Misi utama adalah bertahan di Liga Primer.Namun,saya yakin kami akan tumbuh menjadi salah satu klub terbaik di Inggris. Tidak secara instan tentunya.
Paling tidak pada 5-10 tahun ke depan,”ungkap Hughes,dilansir Independent. Menggantikan Neil Warnock pada pertengahan musim lalu,sentuhan Hughes diharapkan bisa mulai menunjukkan dampaknya. Tantangan terberatnya terletak pada sektor pertahanan.The Hoopsmerupakan salah satu tim dengan lini belakang paling rawan di 2011/2012.Mereka kemasukkan 66 kali. Kondisi psikologis Anton Ferdinand dkk turut perlu dibenahi.
QPR sangat buruk jika tampil di kandang musuh.Total hanya memetik 11 angka di pertandingan tandang, mereka sedang membukukan grafik tujuh kekalahan secara beruntun. Merujuk reputasi Hughes,QPR dapat optimis performa mereka bakal lebih solid. Nakhoda asal Wales tersebut dikenal lewat permainan disiplin,yang terpapar pada penampilan Blackburn Rovers (2004–2008) dan Fulham (2010–2011).
Berkat sentuhannya kedua klub itu jadi sulit ditaklukkan. “Kehadiran Hughes membantu saya mengambil keputusan bergabung di QPR. Dia memiliki trek rekor terpuji di Liga Primer.Saya tidak sabar segera bekerja sama dengannya demi membawa klub ini ke level selanjutnya,”tegas Park.
Tidak memiliki tradisi dan terlibat beberapa skandal finansial di masa lalu,mudah rasanya melupakan kehadiran QPR.Mereka hanya sekali merebut gelar berupa Piala Liga 1967. Sementara pada kampanye-kampanye lain QPR cenderung naik turun kasta di sistem kompetisi sepak bola Inggris. Namun semuanya sudah berubah.Kedatangan pemilik baru memberi keoptimisan pada masa depan mereka.
Kesuksesan menghindari degradasi 2011/2012 turut berperan penting.Sebab,program QPR menjadi klub terbaik di London atau bahkan Inggris tidak tertunda penurunan reputasi akibat tergusur ke Championship. Pembelian Park Ji-sung merupakan salah satu implementasi rencana ambisius QPR.Dengan merekrut pemain terpopuler Asia,The Hoops––julukan QPR––terangterangan menunjukkan niat mereka memposisikan diri di salah satu pasar menjanjikan Liga Primer.
Pernyataan Park setelah resmi mendarat Loftus Road menjelaskan semuanya.Gelandang yang meninggalkan Manchester United tersebut menyatakan nama QPR kini lebih dikenal dan diperhitungkan di Benua Kuning berkat keberadaannya. Selain memperkuat marketing,status Park juga membuktikan semangat QPR membenahi diri.Seusai nyaris meninggalkan Liga Primer,musim depan mereka bertekad setidaknya naik ke papan tengah.
Transfer Park disertai Robert Green,Junior Hoilett,dan Andrew Johnson dipercaya bakal membantu QPR mewujudkan target itu. Jika kurang,pemilik klub Tony Fernandes masih menyediakan dana bagi Pelatih Mark Hughes untuk belanja.Rumor terakhir menyatakan QPR menginginkan mantan rekan Park di Old Trafford,Dimitar Berbatov.“ Misi utama adalah bertahan di Liga Primer.Namun,saya yakin kami akan tumbuh menjadi salah satu klub terbaik di Inggris. Tidak secara instan tentunya.
Paling tidak pada 5-10 tahun ke depan,”ungkap Hughes,dilansir Independent. Menggantikan Neil Warnock pada pertengahan musim lalu,sentuhan Hughes diharapkan bisa mulai menunjukkan dampaknya. Tantangan terberatnya terletak pada sektor pertahanan.The Hoopsmerupakan salah satu tim dengan lini belakang paling rawan di 2011/2012.Mereka kemasukkan 66 kali. Kondisi psikologis Anton Ferdinand dkk turut perlu dibenahi.
QPR sangat buruk jika tampil di kandang musuh.Total hanya memetik 11 angka di pertandingan tandang, mereka sedang membukukan grafik tujuh kekalahan secara beruntun. Merujuk reputasi Hughes,QPR dapat optimis performa mereka bakal lebih solid. Nakhoda asal Wales tersebut dikenal lewat permainan disiplin,yang terpapar pada penampilan Blackburn Rovers (2004–2008) dan Fulham (2010–2011).
Berkat sentuhannya kedua klub itu jadi sulit ditaklukkan. “Kehadiran Hughes membantu saya mengambil keputusan bergabung di QPR. Dia memiliki trek rekor terpuji di Liga Primer.Saya tidak sabar segera bekerja sama dengannya demi membawa klub ini ke level selanjutnya,”tegas Park.
(wbs)