Prancis tuding tuan rumah curang
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 11:54 WIB
Prancis tuding tuan rumah curang
A
A
A
Sindonews.com - Setelah para atlet Inggris tampil dominan di sejumlah cabang, terutama dayung dan bersepeda. Hampir seluruh media di Prancis menuduh Inggris curang sehingga bisa panen medali emas di Olimpiade London.
Bahkan begitu panasnya tudingan itu hingga membuat Perdana Menteri Inggris, David Cameron, ikut berkomentar. "Tentu saja kami tidak curang," kata PM Cameron kepada stasiun televisi Prancis, France 2, seperti yang dilansir bbcsport, Jumat (10/8/2012).
"Prosedur doping yang diterapkan adalah salah satu tes doping yang paling ketat dalam sejarah Olimpiade," kata Cameron.
Namun Cameron mengatakan pihaknya bisa memahami bila Prancis terpukul dengan kesuksesan atlet-atlet Inggris, apalagi prestasi ini diraih setelah Bradley Wiggins menjuarai balap sepeda paling bergengsi di dunia, Tour de France, beberapa pekan lalu.
"Ini semua membuat Prancis sangat kecewa. Mungkin mereka masih belum menerima kenyataan bendera Union Jacks berkibar di Champs-Elysees," kata Cameron.
Sorotan terhadap Inggris mulai mengemuka ketika pejabat di organisasi bersepeda Prancis, Isabelle Gautheron, mengatakan bahwa ia curiga Inggris memakai roda khusus di cabang bersepeda. "Mereka menyembunyikan roda. Roda yang dipakai selalu dibungkus rapi sebelum dan setelah lomba," kata Gautheron seperti dikutip koran olahraga L'Equipe.
Dia menyebut tim Inggris memakai roda ajaib yang membuat atlet Inggris bisa memacu sepeda lebih cepat.
Menanggapi tuduhan ini para pejabat olahraga Inggris mengatakan bahwa peralatan yang dipakai atlet Inggris tidak berbeda dengan peralatan atlet-atlet negara lain. Salah seorang pejabat bahkan mengatakan bahwa roda tim Inggris dibuat oleh perusahaan Prancis.
" Keberhasilan meraih emas tidak lepas dari persiapan yang matang sejak Olimpiade Beijing empat tahun silam," tutur pejabat Inggris tersebut.
Bahkan begitu panasnya tudingan itu hingga membuat Perdana Menteri Inggris, David Cameron, ikut berkomentar. "Tentu saja kami tidak curang," kata PM Cameron kepada stasiun televisi Prancis, France 2, seperti yang dilansir bbcsport, Jumat (10/8/2012).
"Prosedur doping yang diterapkan adalah salah satu tes doping yang paling ketat dalam sejarah Olimpiade," kata Cameron.
Namun Cameron mengatakan pihaknya bisa memahami bila Prancis terpukul dengan kesuksesan atlet-atlet Inggris, apalagi prestasi ini diraih setelah Bradley Wiggins menjuarai balap sepeda paling bergengsi di dunia, Tour de France, beberapa pekan lalu.
"Ini semua membuat Prancis sangat kecewa. Mungkin mereka masih belum menerima kenyataan bendera Union Jacks berkibar di Champs-Elysees," kata Cameron.
Sorotan terhadap Inggris mulai mengemuka ketika pejabat di organisasi bersepeda Prancis, Isabelle Gautheron, mengatakan bahwa ia curiga Inggris memakai roda khusus di cabang bersepeda. "Mereka menyembunyikan roda. Roda yang dipakai selalu dibungkus rapi sebelum dan setelah lomba," kata Gautheron seperti dikutip koran olahraga L'Equipe.
Dia menyebut tim Inggris memakai roda ajaib yang membuat atlet Inggris bisa memacu sepeda lebih cepat.
Menanggapi tuduhan ini para pejabat olahraga Inggris mengatakan bahwa peralatan yang dipakai atlet Inggris tidak berbeda dengan peralatan atlet-atlet negara lain. Salah seorang pejabat bahkan mengatakan bahwa roda tim Inggris dibuat oleh perusahaan Prancis.
" Keberhasilan meraih emas tidak lepas dari persiapan yang matang sejak Olimpiade Beijing empat tahun silam," tutur pejabat Inggris tersebut.
(wbs)