Zeman nilai sanksi Conte terlalu ringan
Senin, 13 Agustus 2012 - 12:56 WIB
Zeman nilai sanksi Conte terlalu ringan
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih AS Roma, Zdenek Zeman menilai vonis 10 bulan yang diputuskan Federasi Sepakbola Italia (FIGC) kepada pelatih Juventus Antonio Conte menurutnya kurang tegas dan terlalu ringan.
Zeman menyesalkan keputusan FIGC yang hanya melarang Conte tampil di lapangan selama 10 bulan. Sementara Conte sendiri boleh menjalankan aktivitasnya sebagai pelatih di sesi latihan klub.
Ia menilai seharusnya FIGC melarang Conte untuk melakukan aktivitasnya sebagai pelatih di dalam maupun di luar lapangan.
"Seorang pemain yang terkena sanksi masih bisa mengikuti latihan, tapi saya pikir seorang pelatih yang terkena sanksi seharusnya ia tidak dapat melatih timnya," ungkap Zeman seperti dikutip Football-Italia, Senin (13/8/2012).
"Saya belum membaca secara lengkap putusan dari pengadilan terkait kasus taruhan itu, tetapi jika orang ingin melemahkan fenomena ini maka mereka harus lebih menentukan," pungkasnya.
Sebelumnya Conte dituduh ikut terlibat dalam skandal pengaturan skor saat dirinya masih menangani Siena pada musim 2010-2011 lalu. Namun, Conte dinyatakan tak bersalah setelah tak ada bukti yang kuat.
FIGC melalui komite disiplinya kembali memeriksa Conte. Jika sebelumnya ia dituduh terlibat Scommessopoli, namun kali ini pelatih berusia 43 tahun itu di anggap mengetahui adanya pengaturan skor saat Siena menghadapi Novara dan Albinoleffe pada musim 2010-2011.
Melalui pengacaranya Conte sempat melakukan negosiasi hukuman dengan mengajukan plea bargain berupa sanksi tiga bulan dan denda sebesar 200 ribu euro. Sayang, upayanya gagal saat di tolak mentah-mentah oleh FIGC. Setelah menjalani pemeriksaan Conte dinyatakan bersalah dan harus menjalani sanksi selama 10 bulan.
Zeman menyesalkan keputusan FIGC yang hanya melarang Conte tampil di lapangan selama 10 bulan. Sementara Conte sendiri boleh menjalankan aktivitasnya sebagai pelatih di sesi latihan klub.
Ia menilai seharusnya FIGC melarang Conte untuk melakukan aktivitasnya sebagai pelatih di dalam maupun di luar lapangan.
"Seorang pemain yang terkena sanksi masih bisa mengikuti latihan, tapi saya pikir seorang pelatih yang terkena sanksi seharusnya ia tidak dapat melatih timnya," ungkap Zeman seperti dikutip Football-Italia, Senin (13/8/2012).
"Saya belum membaca secara lengkap putusan dari pengadilan terkait kasus taruhan itu, tetapi jika orang ingin melemahkan fenomena ini maka mereka harus lebih menentukan," pungkasnya.
Sebelumnya Conte dituduh ikut terlibat dalam skandal pengaturan skor saat dirinya masih menangani Siena pada musim 2010-2011 lalu. Namun, Conte dinyatakan tak bersalah setelah tak ada bukti yang kuat.
FIGC melalui komite disiplinya kembali memeriksa Conte. Jika sebelumnya ia dituduh terlibat Scommessopoli, namun kali ini pelatih berusia 43 tahun itu di anggap mengetahui adanya pengaturan skor saat Siena menghadapi Novara dan Albinoleffe pada musim 2010-2011.
Melalui pengacaranya Conte sempat melakukan negosiasi hukuman dengan mengajukan plea bargain berupa sanksi tiga bulan dan denda sebesar 200 ribu euro. Sayang, upayanya gagal saat di tolak mentah-mentah oleh FIGC. Setelah menjalani pemeriksaan Conte dinyatakan bersalah dan harus menjalani sanksi selama 10 bulan.
(akr)