Skandal pengaturan skor di Piala Dunia 2010 terungkap
Senin, 13 Agustus 2012 - 20:35 WIB
Skandal pengaturan skor di Piala Dunia 2010 terungkap
A
A
A
Sindonews.com - Piala Dunia 2010 sudah berakhir sejak dua tahun lalu, namun kini terdengar kabar ajang akbar sepakbola tersebut diduga telah terjadi pengaturan skor pada pertandingan antara Nigeria melawan Yunani di Piala Dunia 2010. FIFA tengah melakukan penyelidikan pada pertandingan tersebut.
Mantan pakar keamanan FIFA Chris Eaton, mengindikasi adanya pengaturan pertandingan dan korupsi yang kembali marak di sepakbola Internasional. Bahkan dirinya mengklaim, salah satu pertandingan di Piala Dunia 2010 terindikasi adanya "main mata".
Menurut Eaton seperti dilansir Channel 4 News, pertandingan antara Nigeria vs Yunani di Grup B saat Piala Dunia 2010 menjadi salah satu pertandingan yang terindikasi terjadinya "pengaturan pertandingan".
Salah satu kejadian yang diselidiki oleh Eaton pada saat itu adalah dikartumerahkan-nya pemain Nigeria, Sani Kaita, oleh wasit karena menendang pemain Yunani secara sengaja.
Semenjak kejadian itu, Sani Kaita mengaku mendapat ancaman pembunuhan akibat kartu merah-nya tersebut. Para fans Nigeria menganggap, Kaita menjadi biang keladi kekalahan Nigeria atas Yunani 2-1.
FIFA sendiri menolak menyelidiki kasus tersebut dan Channel 4 News juga tidak bisa mendapatkan komentar dari Kaita maupun Agennya.
UEFA juga sedang menyelidiki dugaan "pengaturan pertandingan" oleh para bandar judi saat klub Albania, Tirana, dikalahkan oleh klub asal Norwegia, Aalesund, 5-0 pada babak kualifikasi Liga Europa bulan lalu.
Laga tersebut tengah diselidiki oleh unit antikorupsi FIFA, selain itu satu federasi sepakbola juga tengah diusut. Diduga lebih dari satu federasi ikut terlibat dalam skandal pengaturan skor tersebut dengan klub yang bernaung di dalamnya.
Jika penyelidikan yang diungkap oleh mantan kepala keamanan FIFA Chris Eaton ini benar, maka laga antara Yunani versus Nigeria itu akan menjadi partai Piala Dunia pertama yang mengalami pengaturan skor pertama yang diselidiki sepanjang sejarah.
Selama ini hanya pertandingan persahabatan dan laga kualifikasi yang sudah diselidiki karena dugaan pengaturan skor tersebut, tapi tak pernah ada pertandingan di putaran final Piala Dunia.
Mantan pakar keamanan FIFA Chris Eaton, mengindikasi adanya pengaturan pertandingan dan korupsi yang kembali marak di sepakbola Internasional. Bahkan dirinya mengklaim, salah satu pertandingan di Piala Dunia 2010 terindikasi adanya "main mata".
Menurut Eaton seperti dilansir Channel 4 News, pertandingan antara Nigeria vs Yunani di Grup B saat Piala Dunia 2010 menjadi salah satu pertandingan yang terindikasi terjadinya "pengaturan pertandingan".
Salah satu kejadian yang diselidiki oleh Eaton pada saat itu adalah dikartumerahkan-nya pemain Nigeria, Sani Kaita, oleh wasit karena menendang pemain Yunani secara sengaja.
Semenjak kejadian itu, Sani Kaita mengaku mendapat ancaman pembunuhan akibat kartu merah-nya tersebut. Para fans Nigeria menganggap, Kaita menjadi biang keladi kekalahan Nigeria atas Yunani 2-1.
FIFA sendiri menolak menyelidiki kasus tersebut dan Channel 4 News juga tidak bisa mendapatkan komentar dari Kaita maupun Agennya.
UEFA juga sedang menyelidiki dugaan "pengaturan pertandingan" oleh para bandar judi saat klub Albania, Tirana, dikalahkan oleh klub asal Norwegia, Aalesund, 5-0 pada babak kualifikasi Liga Europa bulan lalu.
Laga tersebut tengah diselidiki oleh unit antikorupsi FIFA, selain itu satu federasi sepakbola juga tengah diusut. Diduga lebih dari satu federasi ikut terlibat dalam skandal pengaturan skor tersebut dengan klub yang bernaung di dalamnya.
Jika penyelidikan yang diungkap oleh mantan kepala keamanan FIFA Chris Eaton ini benar, maka laga antara Yunani versus Nigeria itu akan menjadi partai Piala Dunia pertama yang mengalami pengaturan skor pertama yang diselidiki sepanjang sejarah.
Selama ini hanya pertandingan persahabatan dan laga kualifikasi yang sudah diselidiki karena dugaan pengaturan skor tersebut, tapi tak pernah ada pertandingan di putaran final Piala Dunia.
(wbs)